Cari disini...
Seputar Kaltim
Kawasan Jalan Gatot Subroto, Samarinda yang bakal diterapkan sistem satu arah mulai besok, Rabu (21/11/2024). (Foto: Tria/Seputarfakt.com)
Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda rencananya akan menerapkan sistem satu arah di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) mulai Rabu, (21/11/2024).
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil evaluasi dan kajian mendalam untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Besok jam 9 pagi, sistem satu arah ini mulai diterapkan di Jalan Gatot Subroto. Ini untuk mengurangi potensi kemacetan di kawasan tersebut,” ungkap Manalu, Selasa (20/11).
Pantauan di lapangan, Jalan Gatsu merupakan salah satu kawasan padat lalu lintas, terutama karena lokasinya yang cukup strategis, berdekatan dengan hotel serta gerai dengan nama besar juga ada di sana. Ditambah dengan lokasi yang berdekatan dengan lampu merah, dan jalan alternatif menuju Jalan KH Samanhudi turut memberikan dampak pada kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
Belum lagi dengan keberadaan SPBU yang dinilai sebagai salah satu faktor terjadinya kemacetan karena adanya antrean kendaraan.
Dishub juga sebelumnya telah mencoba mengatasi kemacetan dengan memasang barier di jalan tersebut. Namun, upaya itu belum optimal karena masih banyak pengendara yang melanggar aturan lalu lintas seperti memaksa putar balik, dan melawan arah sehingga tetap terjadi kemacetan.
"Hasil evaluasi menunjukkan pola ini hanya menghasilkan tiga pergerakan lalu lintas, yakni dua diverging dan satu crossing, sehingga potensi hambatan lebih kecil," jelasnya.
Dengan skema ini, pengendara dari Jalan KH Samanhudi bisa langsung menuju simpang empat Jalan Ahmad Yani atau belok kiri ke Jalan Gatot Subroto. Namun, pengendara dari Jalan Gatot Subroto I tidak bisa belok kanan ke arah SPBU, melainkan harus lurus menuju Jalan Camar.
Dishub juga akan memasang rambu-rambu di sejumlah titik, termasuk Jalan Serindit dan Jalan Pipit, untuk mendukung kebijakan ini. Petugas akan turun ke lapangan untuk memastikan kelancaran di hari pertama pemberlakuan.
Manalu menegaskan bahwa sistem satu arah ini adalah bagian dari rekayasa lalu lintas untuk mengatasi keterbatasan kapasitas jalan di Samarinda. Sebab, secara fisik, kapasitas jalan di Samarinda sudah tidak bisa ditingkatkan. Sehingga diperlukan rekayasa lalu lintas lain sebagai alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan jalan.
Terkait dengan penerapan sistem satu arah ini, ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi kebijakan, demi menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan lancar, untuk kenyaman semua pengguna jalan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kawasan Jalan Gatot Subroto, Samarinda yang bakal diterapkan sistem satu arah mulai besok, Rabu (21/11/2024). (Foto: Tria/Seputarfakt.com)
Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda rencananya akan menerapkan sistem satu arah di Jalan Gatot Subroto (Gatsu) mulai Rabu, (21/11/2024).
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil evaluasi dan kajian mendalam untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
“Besok jam 9 pagi, sistem satu arah ini mulai diterapkan di Jalan Gatot Subroto. Ini untuk mengurangi potensi kemacetan di kawasan tersebut,” ungkap Manalu, Selasa (20/11).
Pantauan di lapangan, Jalan Gatsu merupakan salah satu kawasan padat lalu lintas, terutama karena lokasinya yang cukup strategis, berdekatan dengan hotel serta gerai dengan nama besar juga ada di sana. Ditambah dengan lokasi yang berdekatan dengan lampu merah, dan jalan alternatif menuju Jalan KH Samanhudi turut memberikan dampak pada kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
Belum lagi dengan keberadaan SPBU yang dinilai sebagai salah satu faktor terjadinya kemacetan karena adanya antrean kendaraan.
Dishub juga sebelumnya telah mencoba mengatasi kemacetan dengan memasang barier di jalan tersebut. Namun, upaya itu belum optimal karena masih banyak pengendara yang melanggar aturan lalu lintas seperti memaksa putar balik, dan melawan arah sehingga tetap terjadi kemacetan.
"Hasil evaluasi menunjukkan pola ini hanya menghasilkan tiga pergerakan lalu lintas, yakni dua diverging dan satu crossing, sehingga potensi hambatan lebih kecil," jelasnya.
Dengan skema ini, pengendara dari Jalan KH Samanhudi bisa langsung menuju simpang empat Jalan Ahmad Yani atau belok kiri ke Jalan Gatot Subroto. Namun, pengendara dari Jalan Gatot Subroto I tidak bisa belok kanan ke arah SPBU, melainkan harus lurus menuju Jalan Camar.
Dishub juga akan memasang rambu-rambu di sejumlah titik, termasuk Jalan Serindit dan Jalan Pipit, untuk mendukung kebijakan ini. Petugas akan turun ke lapangan untuk memastikan kelancaran di hari pertama pemberlakuan.
Manalu menegaskan bahwa sistem satu arah ini adalah bagian dari rekayasa lalu lintas untuk mengatasi keterbatasan kapasitas jalan di Samarinda. Sebab, secara fisik, kapasitas jalan di Samarinda sudah tidak bisa ditingkatkan. Sehingga diperlukan rekayasa lalu lintas lain sebagai alternatif untuk mengoptimalkan penggunaan jalan.
Terkait dengan penerapan sistem satu arah ini, ia mengimbau masyarakat untuk mematuhi kebijakan, demi menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan lancar, untuk kenyaman semua pengguna jalan.
(Sf/Rs)