Seputar Kaltim

    Beseprah, Tradisi Makan Massal untuk Meriahkan Erau 2023

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    26 September 2023 pukul 14:27 WITA

    Makan Massal "Beseprah" Di Jalan Diponegoro, Tenggarong Kutai Kartanegara. (Foto:M.Anshori/seputarfakta.com).

    Tenggarong - Ribuan warga Kota Tenggarong memadati Jalan Diponegoro untuk mengikuti Beseprah di hari ketiga Pesta Erau Adat Bepelas Benua, Selasa (26/9/2023). 

    Beseprah dimulai pukul 08.00 WITA yang ditandai dengan pemukulan kentongan/telotok oleh Sultan Kutai Kertanegara Ing Martadipura XXI, H Adji Muhammad Arifin. 

    Tradisi itu adalah sarapan massal dalam rangka memperingati Erau Adat Bepelas Benua yang menjadi agenda tahunan adat di Tanah Kutai. 

    Dalam Beseprah, peserta duduk secara berkelompok mengelilingi hidangan yang telah disediakan. Berbagai jenis makanan khas Kutai telah disajikan, mulai nasi kuning, nasi kebuli, kelepon, putu labu, ubi goreng dan kuliner lain.

    Kerabat Kesultanan Kutai Krrtanegara Ing Martadipura, Muhammad Heriyansyah Notokusumo mengaku di masa lalu, Beseprah diselenggarakan olrh Sultan yang berkuasa sebagai jamuan persembahan bagi rakyatnya. 

    Jamuan tersebut menjadi simbolisasi harapan dan doa yang dipanjatkan oleh Sultan agar dapat menjadi pemimpin yang selalu mengayomi masyarakat yang dipimpinnya. 

    "Acara itu menjadi perlambang keinginan Sultan untuk membaur dan merasakan yang dirasakan oleh rakyatnya," kata Heriyansyah. 

    Meski secara politis, Kesultanan Kutai tidak lagi memerintah, tapi nilai-nilai ini tetap dilestarikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara. 

    "Sekarang, jamuan beseprah diselenggarakan oleh Pemkab beserta jajaran dinas yang dinaunginya dan dukungan berbagai pihak," ungkpaknya. 

    Selain itu, kata dia, tradisi ini terdapat pesan moral bahwa seorang penimpin harus dekat dan membaur bersama rakyatnya

    "Di sini Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura terus bersama menjaga sebuah tradisi turun temurun yang telah mengakar dalam kehidupan rakyat Kukar," pungkasnya.

    (Sf/By)

     

    Seputar Kaltim

    Beseprah, Tradisi Makan Massal untuk Meriahkan Erau 2023

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    26 September 2023 pukul 14:27 WITA

    Makan Massal "Beseprah" Di Jalan Diponegoro, Tenggarong Kutai Kartanegara. (Foto:M.Anshori/seputarfakta.com).

    Tenggarong - Ribuan warga Kota Tenggarong memadati Jalan Diponegoro untuk mengikuti Beseprah di hari ketiga Pesta Erau Adat Bepelas Benua, Selasa (26/9/2023). 

    Beseprah dimulai pukul 08.00 WITA yang ditandai dengan pemukulan kentongan/telotok oleh Sultan Kutai Kertanegara Ing Martadipura XXI, H Adji Muhammad Arifin. 

    Tradisi itu adalah sarapan massal dalam rangka memperingati Erau Adat Bepelas Benua yang menjadi agenda tahunan adat di Tanah Kutai. 

    Dalam Beseprah, peserta duduk secara berkelompok mengelilingi hidangan yang telah disediakan. Berbagai jenis makanan khas Kutai telah disajikan, mulai nasi kuning, nasi kebuli, kelepon, putu labu, ubi goreng dan kuliner lain.

    Kerabat Kesultanan Kutai Krrtanegara Ing Martadipura, Muhammad Heriyansyah Notokusumo mengaku di masa lalu, Beseprah diselenggarakan olrh Sultan yang berkuasa sebagai jamuan persembahan bagi rakyatnya. 

    Jamuan tersebut menjadi simbolisasi harapan dan doa yang dipanjatkan oleh Sultan agar dapat menjadi pemimpin yang selalu mengayomi masyarakat yang dipimpinnya. 

    "Acara itu menjadi perlambang keinginan Sultan untuk membaur dan merasakan yang dirasakan oleh rakyatnya," kata Heriyansyah. 

    Meski secara politis, Kesultanan Kutai tidak lagi memerintah, tapi nilai-nilai ini tetap dilestarikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara. 

    "Sekarang, jamuan beseprah diselenggarakan oleh Pemkab beserta jajaran dinas yang dinaunginya dan dukungan berbagai pihak," ungkpaknya. 

    Selain itu, kata dia, tradisi ini terdapat pesan moral bahwa seorang penimpin harus dekat dan membaur bersama rakyatnya

    "Di sini Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura terus bersama menjaga sebuah tradisi turun temurun yang telah mengakar dalam kehidupan rakyat Kukar," pungkasnya.

    (Sf/By)