Seputar Kaltim

    Bersamaan dengan Peresmian, 8 Ton Beras Dijual Murah di Pasar Baqa

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 Mei 2024 pukul 18:26 WITA

    Penjualan beras murah di Pasar Baqa, Rabu (15/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bertepatan dengan peresmian Pasar Baqa, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda kembali melakukan kegiatan penjualan beras langsung kepada masyarakat. Kali ini, lokasi yang dipilih adalah Kelurahan Baqa, tepatnya di Pasar Baqa, Rabu (15/5/2024). 

    Kepala Disdag Samarinda, Marnabas Patiroy, menyatakan bahwa selain pembagian beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang rutin dilakukan di kelurahan-kelurahan, pihaknya juga menjual beras dengan harga di bawah pasaran untuk membantu menstabilkan harga dan menjaga inflasi. 

    "Jadi gini, beras CPP yang tetap berjalan di kelurahan-kelurahan, dan kita tetap akan jual juga di luar dari itu," ungkap Marnabas kepada awak media.

    Untuk penjualan kali ini, Disdag menawarkan beras dengan harga Rp57 ribu per 5 kilogram. Marnabas menjelaskan bahwa harga asli beras tersebut adalah Rp56.500, namun untuk memudahkan transaksi tanpa kembalian Rp500, pihaknya menetapkan harga jual menjadi Rp57 ribu. 

    "Kalau seandainya ada yang beli harga Rp56 ribu, ya kami jual harga segitu,” lanjutnya.

    Dalam kegiatan di Kelurahan Baqa ini, Disdag menyediakan delapan ton beras yang disambut antusias oleh masyarakat setempat. Meskipun cuaca panas, warga tetap rela antre untuk mendapatkan beras murah ini. 

    "Kalau di Toko Inflasi harganya berbeda lagi, karena memang mereka kan mau untung sedikit jadi mereka jual Rp63 ribu per 5 kg,” jelasnya.

    Penjualan beras ini memiliki batasan jumlah pembelian untuk setiap individu, yaitu maksimal 10 kg atau dua karung per orang. 

    Marnabas menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan terutama jika terdapat indikasi kenaikan harga barang pokok. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa Bulog turut berperan dalam program ini dengan menjual beras di berbagai lokasi dengan harga yang serupa.

    “Bulog berjalan sendiri, kami juga nanti ada jadwalnya itu. Jadi nanti kami bagikan ke kelurahan, nanti dari kelurahan akan memberi informasi ke warganya kalau kami akan jualan,” bebernya.

    Ia berharap kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Samarinda, terutama mereka yang membutuhkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, serta mencegah lonjakan harga yang bisa mempengaruhi inflasi. 

    Pemerintah Kota Samarinda melalui Disdag terus berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi seluruh warganya.

    "Kita akan berjalan terus ke setiap kelurahan terkait penjualan beras ini. Nanti akan ada petugas dan jadwalnya sendiri," pungkasnya. 


    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bersamaan dengan Peresmian, 8 Ton Beras Dijual Murah di Pasar Baqa

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 Mei 2024 pukul 18:26 WITA

    Penjualan beras murah di Pasar Baqa, Rabu (15/5/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bertepatan dengan peresmian Pasar Baqa, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda kembali melakukan kegiatan penjualan beras langsung kepada masyarakat. Kali ini, lokasi yang dipilih adalah Kelurahan Baqa, tepatnya di Pasar Baqa, Rabu (15/5/2024). 

    Kepala Disdag Samarinda, Marnabas Patiroy, menyatakan bahwa selain pembagian beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang rutin dilakukan di kelurahan-kelurahan, pihaknya juga menjual beras dengan harga di bawah pasaran untuk membantu menstabilkan harga dan menjaga inflasi. 

    "Jadi gini, beras CPP yang tetap berjalan di kelurahan-kelurahan, dan kita tetap akan jual juga di luar dari itu," ungkap Marnabas kepada awak media.

    Untuk penjualan kali ini, Disdag menawarkan beras dengan harga Rp57 ribu per 5 kilogram. Marnabas menjelaskan bahwa harga asli beras tersebut adalah Rp56.500, namun untuk memudahkan transaksi tanpa kembalian Rp500, pihaknya menetapkan harga jual menjadi Rp57 ribu. 

    "Kalau seandainya ada yang beli harga Rp56 ribu, ya kami jual harga segitu,” lanjutnya.

    Dalam kegiatan di Kelurahan Baqa ini, Disdag menyediakan delapan ton beras yang disambut antusias oleh masyarakat setempat. Meskipun cuaca panas, warga tetap rela antre untuk mendapatkan beras murah ini. 

    "Kalau di Toko Inflasi harganya berbeda lagi, karena memang mereka kan mau untung sedikit jadi mereka jual Rp63 ribu per 5 kg,” jelasnya.

    Penjualan beras ini memiliki batasan jumlah pembelian untuk setiap individu, yaitu maksimal 10 kg atau dua karung per orang. 

    Marnabas menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan terutama jika terdapat indikasi kenaikan harga barang pokok. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa Bulog turut berperan dalam program ini dengan menjual beras di berbagai lokasi dengan harga yang serupa.

    “Bulog berjalan sendiri, kami juga nanti ada jadwalnya itu. Jadi nanti kami bagikan ke kelurahan, nanti dari kelurahan akan memberi informasi ke warganya kalau kami akan jualan,” bebernya.

    Ia berharap kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat Samarinda, terutama mereka yang membutuhkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, serta mencegah lonjakan harga yang bisa mempengaruhi inflasi. 

    Pemerintah Kota Samarinda melalui Disdag terus berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi seluruh warganya.

    "Kita akan berjalan terus ke setiap kelurahan terkait penjualan beras ini. Nanti akan ada petugas dan jadwalnya sendiri," pungkasnya. 


    (Sf/Rs)