Seputar Kaltim

    Berpidato di Rapat Paripurna, Bupati Kutim Akui Masih Ada Kesenjangan Infrastruktur Kota dan Desa

    Penulis:*/Lisda|Redaktur:Maruly Z
    04 Maret 2025 pukul 20:11 WITA

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman berpidato di Rapat Paripurna DPRD pada Selasa (4/3/2025). (Dok.lisdawati/seputarfakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengakui masih ada kesenjangan infrastruktur antara wilayah perkotaan dan pedesaan, terutama dalam hal akses jalan, listrik, air bersih, irigasi, dan layanan telekomunikasi. 
    Pernyataan itu disampaikannya dalam pidato sambutan dalam Rapat Paripurna XXIX Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutim masa persidangan II Tahun Sidang 2024/2025. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kutim, Jimmi tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Utama DPRD Kutim pada Selasa, (4/3/2025) siang.
    "Hal (kesenjangan) ini menjadi perhatian serius yang harus segera kami atasi guna memastikan bahwa seluruh masyarakat tanpa terkecuali dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata," ungkap Ardiansyah.
    Dia menambahkan, dalam aspek sosial, meskipun berbagai indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan peningkatan yang sangat menggembirakan, masih terdapat tantangan dalam hal pengentasan kemiskinan, pengurangan angka pengangguran, serta peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.
    Sementara dalam tata kelola pemerintahan, Pemkab juga menyadari bahwa transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kualitas layanan publik merupakan aspek yang tidak bisa ditawar. “Kami akan terus memperbaiki sistem berkolaborasi agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
    Pada kesempatan itu, Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara pemilihan kepala daerah yakni Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu serta jajaran TNI, Polri yang telah menjalankan tugasnya dengan profesional sehingga Pilkada berlangsung secara demokratis, aman dan kondusif.
    Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, Kabupaten Kutim telah mengalami berbagai dinamika pembangunan selama beberapa dekade terakhir. Dari aspek ekonomi, Kabupaten Kutai Timur telah mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Kaltim.
    Mesk demikian, Kutim jelasnya masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif, terutama pertambangan. Ketergantungan ini membawa tantangan tersendiri, termasuk fluktuasi harga komoditas global, dampak lingkungan, serta berbagai regulasi nasional dan internasional. "Sebagai tambahan sekilas, pada saat pelantikan kami berdua (bersama Wakil Bupati) bersalaman dengan Pak Presiden Prabowo, komentarnya hanya singkat, Kutai Timur daerah yang sangat kaya. Ini yang beliau sampaikan,"

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Berpidato di Rapat Paripurna, Bupati Kutim Akui Masih Ada Kesenjangan Infrastruktur Kota dan Desa

    Penulis:*/Lisda|Redaktur:Maruly Z
    04 Maret 2025 pukul 20:11 WITA

    Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman berpidato di Rapat Paripurna DPRD pada Selasa (4/3/2025). (Dok.lisdawati/seputarfakta.com)

    Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengakui masih ada kesenjangan infrastruktur antara wilayah perkotaan dan pedesaan, terutama dalam hal akses jalan, listrik, air bersih, irigasi, dan layanan telekomunikasi. 
    Pernyataan itu disampaikannya dalam pidato sambutan dalam Rapat Paripurna XXIX Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutim masa persidangan II Tahun Sidang 2024/2025. Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kutim, Jimmi tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Utama DPRD Kutim pada Selasa, (4/3/2025) siang.
    "Hal (kesenjangan) ini menjadi perhatian serius yang harus segera kami atasi guna memastikan bahwa seluruh masyarakat tanpa terkecuali dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata," ungkap Ardiansyah.
    Dia menambahkan, dalam aspek sosial, meskipun berbagai indikator kesejahteraan masyarakat menunjukkan peningkatan yang sangat menggembirakan, masih terdapat tantangan dalam hal pengentasan kemiskinan, pengurangan angka pengangguran, serta peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan.
    Sementara dalam tata kelola pemerintahan, Pemkab juga menyadari bahwa transparansi, akuntabilitas, dan peningkatan kualitas layanan publik merupakan aspek yang tidak bisa ditawar. “Kami akan terus memperbaiki sistem berkolaborasi agar lebih efisien dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
    Pada kesempatan itu, Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penyelenggara pemilihan kepala daerah yakni Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu serta jajaran TNI, Polri yang telah menjalankan tugasnya dengan profesional sehingga Pilkada berlangsung secara demokratis, aman dan kondusif.
    Menurutnya, sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, Kabupaten Kutim telah mengalami berbagai dinamika pembangunan selama beberapa dekade terakhir. Dari aspek ekonomi, Kabupaten Kutai Timur telah mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Kaltim.
    Mesk demikian, Kutim jelasnya masih sangat bergantung pada sektor ekstraktif, terutama pertambangan. Ketergantungan ini membawa tantangan tersendiri, termasuk fluktuasi harga komoditas global, dampak lingkungan, serta berbagai regulasi nasional dan internasional. "Sebagai tambahan sekilas, pada saat pelantikan kami berdua (bersama Wakil Bupati) bersalaman dengan Pak Presiden Prabowo, komentarnya hanya singkat, Kutai Timur daerah yang sangat kaya. Ini yang beliau sampaikan,"

    (Sf/Mr)