Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi. (Foto:Pinterest)
Tenggarong - Saat ini, internet merupakan bagian penting dari aktivitas sehari-hari, seperti belajar hingga bekerja. Namun demikian, tak semua orang bisa dengan mudah mendapatkan akses ke jaringan ini. Seperti yang dirasakan oleh Warga Dusun 2, Sungai Tempurung di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Lokasinya yang berada di kawasan yang dulunya pernah menjadi pusat pemerintahan di masa Kerajaan Kutai Kartanegara, nyatanya tak membuat infrastruktur pendukung kemajuan digital ini bisa langsung dirasakan warganya.
Kepala Desa Kutai Lama, Maulidin mengatakan, pihaknya sering kali menerima keluhan dari para warga Dusun 2 terkait kendala akses internet, terutama bagi anak-anak sekolah yang harus belajar secara daring.
“Kami dapat keluhan dari masyarakat tidak hanya sekali atau dua kali, karena akses internet ini penting bagi mereka, ada untuk keperluan belajar daring sampai berjualan online,” kata Maulidin Minggu (11/8/2024).
Kata dia, untuk dapat mengakses internet warga membeli akses itu dari warung yang memiliki pemancar jaringan pribadi atau Wireless Fidelity (Wifi).
"Mereka di kenakan tarif Rp2 ribu per jam. Kondisi seperti ini cukup membebani warga terutama bagi pelajar, jaringan wifi juga tak bisa diakses banyak orang karena pasti akan terbagi sehingga membuat jaringan itu lelet," bebernya.
Sementara itu, Maulidin mengaku akan menghubungi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar untuk mencari solusi. "Semoga usulan kita nanti mendapat respons dari Diskominfo Kukar," ucapnya.
Dirinya berharap dengan adanya respon dari pemerintah maka permasalahan ini dapat segera terselesaikan sehingga aktivitas warga khususnya para pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang melakukan aktivitas berjualan online dapat berjalan lancar.
“Semoga permasalahan ini cepat selesai untuk mempermudah para warga, pelajar dan mahasiswa melanjutkan aktivitasnya,” tutupnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi. (Foto:Pinterest)
Tenggarong - Saat ini, internet merupakan bagian penting dari aktivitas sehari-hari, seperti belajar hingga bekerja. Namun demikian, tak semua orang bisa dengan mudah mendapatkan akses ke jaringan ini. Seperti yang dirasakan oleh Warga Dusun 2, Sungai Tempurung di Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Lokasinya yang berada di kawasan yang dulunya pernah menjadi pusat pemerintahan di masa Kerajaan Kutai Kartanegara, nyatanya tak membuat infrastruktur pendukung kemajuan digital ini bisa langsung dirasakan warganya.
Kepala Desa Kutai Lama, Maulidin mengatakan, pihaknya sering kali menerima keluhan dari para warga Dusun 2 terkait kendala akses internet, terutama bagi anak-anak sekolah yang harus belajar secara daring.
“Kami dapat keluhan dari masyarakat tidak hanya sekali atau dua kali, karena akses internet ini penting bagi mereka, ada untuk keperluan belajar daring sampai berjualan online,” kata Maulidin Minggu (11/8/2024).
Kata dia, untuk dapat mengakses internet warga membeli akses itu dari warung yang memiliki pemancar jaringan pribadi atau Wireless Fidelity (Wifi).
"Mereka di kenakan tarif Rp2 ribu per jam. Kondisi seperti ini cukup membebani warga terutama bagi pelajar, jaringan wifi juga tak bisa diakses banyak orang karena pasti akan terbagi sehingga membuat jaringan itu lelet," bebernya.
Sementara itu, Maulidin mengaku akan menghubungi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar untuk mencari solusi. "Semoga usulan kita nanti mendapat respons dari Diskominfo Kukar," ucapnya.
Dirinya berharap dengan adanya respon dari pemerintah maka permasalahan ini dapat segera terselesaikan sehingga aktivitas warga khususnya para pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang melakukan aktivitas berjualan online dapat berjalan lancar.
“Semoga permasalahan ini cepat selesai untuk mempermudah para warga, pelajar dan mahasiswa melanjutkan aktivitasnya,” tutupnya.
(Sf/Rs)