Cari disini...
Seputar Kaltim
Terbatasnya sarana latihan tidak menyurutkan semangat atlet woodball asal Balikpapan untuk meraih prestasi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Semangat juang tinggi ditunjukkan oleh 18 atlet woodball asal Balikpapan yang siap bertanding di Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Mereka akan bertarung di Samarinda pada 6 hingga 9 November 2025 mendatang.
Pelepasan para atlet ini dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Ratih Kusuma, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap perkembangan olahraga di kota ini, terutama untuk cabang yang sedang tumbuh seperti woodball.
Ketua Indonesia Woodball Association (IWbA) Balikpapan, Kamaruddin Hamzah mengatakan, meski Balikpapan belum memiliki lapangan woodball berstandar resmi, para atlet tetap menjalani latihan rutin tiga kali seminggu.
Mereka harus beradaptasi dengan kondisi seadanya, namun semangat mereka tidak surut sedikit pun.
"Walau sarana latihan terbatas, anak-anak tetap semangat. Ini bukti bahwa semangat juara tidak selalu lahir dari fasilitas mewah, tetapi dari ketekunan dan kerja keras," ucap Hamzah sapaan akrabnya kepada media, Jumat (17/10/2025).
Dalam ajang ini, sembilan atlet putra dan sembilan atlet putri Balikpapan akan turun di 14 nomor pertandingan, mencakup kategori stroke dan fairway, baik individu maupun beregu.
Selain mengikuti BK Porprov, beberapa atlet woodball Balikpapan juga dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Junior pada awal Oktober, serta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Penajam Paser Utara (PPU) pada pertengahan November.
“Partisipasi ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan oleh IWbA Balikpapan. Kami menargetkan lolos ke Porprov 2026 di Paser dan berharap ini menjadi langkah awal woodball Balikpapan menunjukkan eksistensinya di tingkat provinsi,” harapnya.
Lebih jauh, Pelatih utama, H. Tugiman, mengungkapkan bahwa program latihan telah disusun secara khusus untuk menyiapkan para atlet menghadapi berbagai nomor pertandingan.
“Meski serba terbatas, kami melihat perkembangan teknik dan mental bertanding anak-anak sangat positif,” tambahnya.
Sementara pelatih pendamping M. Jamil berharap latihan keras yang selama ini dijalani bisa membuahkan hasil saat bertanding nanti.
“Keterbatasan ini justru kami jadikan motivasi. Kami ingin buktikan bahwa atlet Balikpapan mampu bersaing," terangnya.
Dengan semangat dan persiapan yang matang, tim woodball Balikpapan siap membuktikan bahwa prestasi bisa diraih dari keterbatasan.
Mereka membawa harapan besar, bukan hanya untuk lolos, tetapi juga untuk mengharumkan nama kota di ajang olahraga provinsi.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Terbatasnya sarana latihan tidak menyurutkan semangat atlet woodball asal Balikpapan untuk meraih prestasi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Semangat juang tinggi ditunjukkan oleh 18 atlet woodball asal Balikpapan yang siap bertanding di Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Mereka akan bertarung di Samarinda pada 6 hingga 9 November 2025 mendatang.
Pelepasan para atlet ini dilakukan secara resmi oleh Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Ratih Kusuma, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap perkembangan olahraga di kota ini, terutama untuk cabang yang sedang tumbuh seperti woodball.
Ketua Indonesia Woodball Association (IWbA) Balikpapan, Kamaruddin Hamzah mengatakan, meski Balikpapan belum memiliki lapangan woodball berstandar resmi, para atlet tetap menjalani latihan rutin tiga kali seminggu.
Mereka harus beradaptasi dengan kondisi seadanya, namun semangat mereka tidak surut sedikit pun.
"Walau sarana latihan terbatas, anak-anak tetap semangat. Ini bukti bahwa semangat juara tidak selalu lahir dari fasilitas mewah, tetapi dari ketekunan dan kerja keras," ucap Hamzah sapaan akrabnya kepada media, Jumat (17/10/2025).
Dalam ajang ini, sembilan atlet putra dan sembilan atlet putri Balikpapan akan turun di 14 nomor pertandingan, mencakup kategori stroke dan fairway, baik individu maupun beregu.
Selain mengikuti BK Porprov, beberapa atlet woodball Balikpapan juga dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Junior pada awal Oktober, serta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Penajam Paser Utara (PPU) pada pertengahan November.
“Partisipasi ini menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan oleh IWbA Balikpapan. Kami menargetkan lolos ke Porprov 2026 di Paser dan berharap ini menjadi langkah awal woodball Balikpapan menunjukkan eksistensinya di tingkat provinsi,” harapnya.
Lebih jauh, Pelatih utama, H. Tugiman, mengungkapkan bahwa program latihan telah disusun secara khusus untuk menyiapkan para atlet menghadapi berbagai nomor pertandingan.
“Meski serba terbatas, kami melihat perkembangan teknik dan mental bertanding anak-anak sangat positif,” tambahnya.
Sementara pelatih pendamping M. Jamil berharap latihan keras yang selama ini dijalani bisa membuahkan hasil saat bertanding nanti.
“Keterbatasan ini justru kami jadikan motivasi. Kami ingin buktikan bahwa atlet Balikpapan mampu bersaing," terangnya.
Dengan semangat dan persiapan yang matang, tim woodball Balikpapan siap membuktikan bahwa prestasi bisa diraih dari keterbatasan.
Mereka membawa harapan besar, bukan hanya untuk lolos, tetapi juga untuk mengharumkan nama kota di ajang olahraga provinsi.
(Sf/Rs)