Seputar Kaltim

    Berkat IKN, Nilai Investasi di PPU Meningkat hingga 145 Persen

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    28 Februari 2025 pukul 17:41 WITA

    Kabid perencanaan, pengembangan iklim, promosi dan pengendalian pelaksanaan penanaman modal DPMPTSP PPU, Sophian.(Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam – Nilai investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengalami peningkatan yang signifikan semenjak Ibu Kota Nusantara (IKN) hadir di Kecamatan Sepaku pada 2022 lalu.

    Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU selama 2022-2024, total investasi yang telah digelontorkan para investor sebesar Rp6,61 triliun.

    Rinciannya, realisasi investasi pada 2022 mencapai Rp1,35 triliun atau 52,11 persen dari target Rp2,6 triliun. Pada 2023 mencapai Rp1,63 triliun atau 81,85 persen dari target Rp2 triliun dan di 2024 mencapai Rp3,62 triliun atau melampaui target Rp2,5 triliun.  

    "Tahun kemarin capaian investasi kita ada di angka 145 persen dari target, peningkatan ini tentu dipicu dengan keberadaan IKN. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), sebagian besar investor berinvestasi kepada tiga perusahaan terbesar hingga total investasinya mencapai Rp1 triliun,” ucap Kabid Perencanaan, Pengembangan Iklim, Promosi dan Pengendalian Pelaksanaan Menanaman Modal DPMPTSP PPU, Sophian, Jumat (28/2/2025).

    Meningkatnya capaian investasi ini tidak terlepas dari peran perusahaan yang rutin melaporkan rencana investasinya setiap tiga bulan sekali melalui sistem Online Single Submission (OSS), sehingga timbul kepercayaan dari para investor lokal maupun luar untuk berinvestasi karena adanya transparansi dari pihak perusahaan.  

    "Semakin perusahaan taat melaporkan, maka semakin baik realisasi investasi yang tercatat. Contoh, apabila suatu perusahaan memiliki rencana investasi Rp100 miliar dalam setahun, maka mereka akan membuat laporan per triwulannya untuk menunjukkan sudah sejauh mana realisasinya," jelas Sophian.  

    DPMPTSP PPU pun berharap kedepannya para investor semakin tertarik untuk berinvestasi di Benuo Taka.”Jika ada yang berinvestasi, jelas bisa meningkatkan pendapatan daerah dan menumbuhkan perekonomian lokal,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Berkat IKN, Nilai Investasi di PPU Meningkat hingga 145 Persen

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    28 Februari 2025 pukul 17:41 WITA

    Kabid perencanaan, pengembangan iklim, promosi dan pengendalian pelaksanaan penanaman modal DPMPTSP PPU, Sophian.(Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam – Nilai investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengalami peningkatan yang signifikan semenjak Ibu Kota Nusantara (IKN) hadir di Kecamatan Sepaku pada 2022 lalu.

    Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) PPU selama 2022-2024, total investasi yang telah digelontorkan para investor sebesar Rp6,61 triliun.

    Rinciannya, realisasi investasi pada 2022 mencapai Rp1,35 triliun atau 52,11 persen dari target Rp2,6 triliun. Pada 2023 mencapai Rp1,63 triliun atau 81,85 persen dari target Rp2 triliun dan di 2024 mencapai Rp3,62 triliun atau melampaui target Rp2,5 triliun.  

    "Tahun kemarin capaian investasi kita ada di angka 145 persen dari target, peningkatan ini tentu dipicu dengan keberadaan IKN. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), sebagian besar investor berinvestasi kepada tiga perusahaan terbesar hingga total investasinya mencapai Rp1 triliun,” ucap Kabid Perencanaan, Pengembangan Iklim, Promosi dan Pengendalian Pelaksanaan Menanaman Modal DPMPTSP PPU, Sophian, Jumat (28/2/2025).

    Meningkatnya capaian investasi ini tidak terlepas dari peran perusahaan yang rutin melaporkan rencana investasinya setiap tiga bulan sekali melalui sistem Online Single Submission (OSS), sehingga timbul kepercayaan dari para investor lokal maupun luar untuk berinvestasi karena adanya transparansi dari pihak perusahaan.  

    "Semakin perusahaan taat melaporkan, maka semakin baik realisasi investasi yang tercatat. Contoh, apabila suatu perusahaan memiliki rencana investasi Rp100 miliar dalam setahun, maka mereka akan membuat laporan per triwulannya untuk menunjukkan sudah sejauh mana realisasinya," jelas Sophian.  

    DPMPTSP PPU pun berharap kedepannya para investor semakin tertarik untuk berinvestasi di Benuo Taka.”Jika ada yang berinvestasi, jelas bisa meningkatkan pendapatan daerah dan menumbuhkan perekonomian lokal,” tandasnya.

    (Sf/By)