Seputar Kaltim

    Beredar Surat Pernyataan Wali Siswa dari Sekolah untuk Darmawisata, Kadisdikbud Samarinda: Itu tidak elok

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2024 pukul 16:20 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menekankan pentingnya kesepakatan dengan orang tua dalam setiap kebijakan terkait kegiatan tour atau darmawisata sekolah. 

    Hal ini disampaikan menyusul beredarnya surat pernyataan orang tua/wali siswa yang menyebutkan bahwa sekolah tidak bertanggung jawab atas kejadian tak diinginkan selama kegiatan tersebut berlangsung.

    Menurutnya bahasa atau kalimat seperti itu tidak elok dipakai dalam surat pernyataan tersebut. Meskipun sudah dilandaskan oleh kesepakatan bersama, tetap harus dipikirkan sebab akibat yang timbul dan dipertanggungjawabkan bersama.

    "Saya kira tidak elok ya. Dari Disdik sudah membuat edaran setiap melakukan kebijakan tour harus ada kesepakatan dengan orang tua dan sekolah. Tentu itu harus dipikirkan akibatnya, jadi tidak perlu ‘jor-joran’ (lepas tangan) seperti itu,” ujar Asli kepada Seputar Fakta, Selasa (14/5/2024).

    Lebih lanjut, Asli menyatakan bahwa Disdik belum menerima laporan resmi terkait dengan surat tersebut, dan sekolah mana yang melakukan kegiatan darmawisata itu. 

    "Saya malah dapat kabar itu dari media sosial. Tapi jauh hari sebelumnya kita sudah sampaikan bahwa kalau melakukan perpisahan dan tour janganlah macam-macam yang menggunakan biaya besar dan tempat berbahaya," tuturnya.

    Asli menambahkan bahwa pihaknya mengimbau agar kegiatan perpisahan atau darmawisata dilakukan dengan suasana yang menyenangkan namun sederhana. Ia menekankan bahwa tanggung jawab harus menjadi kesepakatan bersama, dan tidak bisa ada pihak yang lepas tangan jika terjadi masalah.

    "Tidak dianjurkan untuk ke tempat-tempat yang ekstrem atau menggunakan biaya besar. Tapi juga tidak elok misalnya sudah disepakati kemudian kalau ada masalah malah lepas tangan, tidak bisa seperti itu. Tidak boleh kalau ada masalah dilepas ke satu orang saja," tegasnya.

    Dengan adanya imbauan ini, diharapkan sekolah-sekolah di Samarinda dapat lebih berhati-hati dalam merencanakan kegiatan darmawisata, memastikan kesepakatan dengan orang tua, dan mengutamakan keselamatan serta kenyamanan siswa.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Beredar Surat Pernyataan Wali Siswa dari Sekolah untuk Darmawisata, Kadisdikbud Samarinda: Itu tidak elok

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    14 Mei 2024 pukul 16:20 WITA

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menekankan pentingnya kesepakatan dengan orang tua dalam setiap kebijakan terkait kegiatan tour atau darmawisata sekolah. 

    Hal ini disampaikan menyusul beredarnya surat pernyataan orang tua/wali siswa yang menyebutkan bahwa sekolah tidak bertanggung jawab atas kejadian tak diinginkan selama kegiatan tersebut berlangsung.

    Menurutnya bahasa atau kalimat seperti itu tidak elok dipakai dalam surat pernyataan tersebut. Meskipun sudah dilandaskan oleh kesepakatan bersama, tetap harus dipikirkan sebab akibat yang timbul dan dipertanggungjawabkan bersama.

    "Saya kira tidak elok ya. Dari Disdik sudah membuat edaran setiap melakukan kebijakan tour harus ada kesepakatan dengan orang tua dan sekolah. Tentu itu harus dipikirkan akibatnya, jadi tidak perlu ‘jor-joran’ (lepas tangan) seperti itu,” ujar Asli kepada Seputar Fakta, Selasa (14/5/2024).

    Lebih lanjut, Asli menyatakan bahwa Disdik belum menerima laporan resmi terkait dengan surat tersebut, dan sekolah mana yang melakukan kegiatan darmawisata itu. 

    "Saya malah dapat kabar itu dari media sosial. Tapi jauh hari sebelumnya kita sudah sampaikan bahwa kalau melakukan perpisahan dan tour janganlah macam-macam yang menggunakan biaya besar dan tempat berbahaya," tuturnya.

    Asli menambahkan bahwa pihaknya mengimbau agar kegiatan perpisahan atau darmawisata dilakukan dengan suasana yang menyenangkan namun sederhana. Ia menekankan bahwa tanggung jawab harus menjadi kesepakatan bersama, dan tidak bisa ada pihak yang lepas tangan jika terjadi masalah.

    "Tidak dianjurkan untuk ke tempat-tempat yang ekstrem atau menggunakan biaya besar. Tapi juga tidak elok misalnya sudah disepakati kemudian kalau ada masalah malah lepas tangan, tidak bisa seperti itu. Tidak boleh kalau ada masalah dilepas ke satu orang saja," tegasnya.

    Dengan adanya imbauan ini, diharapkan sekolah-sekolah di Samarinda dapat lebih berhati-hati dalam merencanakan kegiatan darmawisata, memastikan kesepakatan dengan orang tua, dan mengutamakan keselamatan serta kenyamanan siswa.

    (Sf/Rs)