Seputar Kaltim

    Beredar Foto Sungai Belayan Hampir Kering, Camat Kembang Janggut Sebut Itu Hoaks

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    17 Agustus 2026 pukul 19:06 WITA

    Foto yang memperlihatkan kondisi Sungai Belayan hampir kering akibat musim kemarau (Dok: Akbhar Cristiawan)

    Tenggarong - Sebuah foto yang memperlihatkan kondisi Sungai Belayan dengan debit air sangat rendah hingga tampak hampir kering beredar di Facebook.

    Dalam postingan yang diunggah akun bernama @Akbhar Cristiawan padq Minggu (16/8/2026) kemarin, foto itu diklaim merupakan kondisi Sungai Belayan yang berada di wilayah Kecamatan Kembang Janggut, Kenohan dan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar) akibat musim kemarau yang melanda saat ini.

    Camat Kembang Janggut, Suhartono menyatakan postingan tersebut tidak benar alias hoaks.

    Ia mengungkapkan kondisi Sungai Belayan memang mengalami penurunan debit air akibat musim kemarau. 

    Namun, kondisinya tidak sampai seperti yang terlihat dalam foto yang beredar di media sosial tersebut.

    “Foto itu hoaks karena kondisi Sungai Belayan saat ini tidak sekering itu,” ujar Suhartono, Senin (17/8/2026).

    Menurutnya, jika kondisi Sungai Belayan saat ini hampir kering sebagaimana yang terlihat dalam foto tersebut, maka tidak mungkin masih terjadi insiden anak tenggelam di sungai tersebut. 

    Ia menambahkan ada seorang bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Belayan pada Minggu (16/8/2026) kemarin dan jasadnya baru ditemukan pada Senin (17/8/2026).

    “Tidak logis apabila foto yang memperlihatkan kondisi Sungai Belayan hampir kering, tapi masih ada orang tenggelam,” ungkapnya.

    Ia menduga foto tersebut merupakan hasil editan atau dokumentasi kondisi sungai di wilayah lain yang dinarasikan seolah-olah menggambarkan kondisi Sungai Belayan saat ini.

    “Bahkan komentar di dalam postingan itu, ada warganet yang bilang itu hasil editan ataupun AI. Tapi bisa juga itu foto sungai di wilayah lain yang dibikin narasi bahwa itu kondisi Sungai Belayan,” jelasnya.

    Suhartono mengimbau kepada masyarakat untuk untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, sebelum melakukan cross-check atau memastikan kebenarannya terlebih dahulu kepada pihak terkait.

    “Jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar. Sebaiknya di-cross-check terlebih dahulu,“ imbaunya.

    Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Beredar Foto Sungai Belayan Hampir Kering, Camat Kembang Janggut Sebut Itu Hoaks

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    17 Agustus 2026 pukul 19:06 WITA

    Foto yang memperlihatkan kondisi Sungai Belayan hampir kering akibat musim kemarau (Dok: Akbhar Cristiawan)

    Tenggarong - Sebuah foto yang memperlihatkan kondisi Sungai Belayan dengan debit air sangat rendah hingga tampak hampir kering beredar di Facebook.

    Dalam postingan yang diunggah akun bernama @Akbhar Cristiawan padq Minggu (16/8/2026) kemarin, foto itu diklaim merupakan kondisi Sungai Belayan yang berada di wilayah Kecamatan Kembang Janggut, Kenohan dan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar) akibat musim kemarau yang melanda saat ini.

    Camat Kembang Janggut, Suhartono menyatakan postingan tersebut tidak benar alias hoaks.

    Ia mengungkapkan kondisi Sungai Belayan memang mengalami penurunan debit air akibat musim kemarau. 

    Namun, kondisinya tidak sampai seperti yang terlihat dalam foto yang beredar di media sosial tersebut.

    “Foto itu hoaks karena kondisi Sungai Belayan saat ini tidak sekering itu,” ujar Suhartono, Senin (17/8/2026).

    Menurutnya, jika kondisi Sungai Belayan saat ini hampir kering sebagaimana yang terlihat dalam foto tersebut, maka tidak mungkin masih terjadi insiden anak tenggelam di sungai tersebut. 

    Ia menambahkan ada seorang bocah yang dilaporkan tenggelam di Sungai Belayan pada Minggu (16/8/2026) kemarin dan jasadnya baru ditemukan pada Senin (17/8/2026).

    “Tidak logis apabila foto yang memperlihatkan kondisi Sungai Belayan hampir kering, tapi masih ada orang tenggelam,” ungkapnya.

    Ia menduga foto tersebut merupakan hasil editan atau dokumentasi kondisi sungai di wilayah lain yang dinarasikan seolah-olah menggambarkan kondisi Sungai Belayan saat ini.

    “Bahkan komentar di dalam postingan itu, ada warganet yang bilang itu hasil editan ataupun AI. Tapi bisa juga itu foto sungai di wilayah lain yang dibikin narasi bahwa itu kondisi Sungai Belayan,” jelasnya.

    Suhartono mengimbau kepada masyarakat untuk untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, sebelum melakukan cross-check atau memastikan kebenarannya terlebih dahulu kepada pihak terkait.

    “Jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar. Sebaiknya di-cross-check terlebih dahulu,“ imbaunya.

    Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    (Sf/Rs)