Seputar Kaltim

    Berawal dari Sering Camping, Pokdarwis Rantau Buta Kelola Surga Wisata Air Terjun 8 Tingkat

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    27 Juli 2026 pukul 22:19 WITA

    Wisata susur sungai di Desa Rantau Buta. (Foto: Dok. Pokdarwis Rantau Buta)

    Tana Paser - Kegiatan healing bagi kaula muda saat ini memang menjanjikan ketenangan di sela-sela kesibukan keseharian yang dianggap monoton.

    Salah satu healing yang digemari yaitu camping di tempat terbuka dengan pemandangan yang memanjakan mata untuk melepas penat di keseharian.

    Bagi masyarakat Kabupaten Paser yang berada di ujung selatan Kalimantan Timur (Kaltim), ada salah satu tempat untuk dijadikan tujuan wisata yang berlokasi di Desa Rantau Buta.

    "Air Terjun Sentiop ini punya delapan tingkat. Untuk tantangan menuju ke lokasi membutuhkan waktu sekitar satu jam tracking," kata Ketua Pokdarwis Rantau Buta, Bambang, Senin (27/7/2026).

    Uniknya, tingkat ke-8 di lokasi itu berada di dalam goa berair yang menambah tantangan serta pengalaman bagi pecinta petualangan ekstrem.

    Bambang menjelaskan, terbentuknya Pokdarwis Rantau Buta pada mulanya diawali tahun 2023. Saat itu, ia bersama rekan-rekannya sering camping bareng dan akhirnya mendapatkan SK resmi pada tahun 2024.

    "Pergerakan Pokdarwis ini awalnya di tahun 2023. Kami dulu sering camping bareng hingga akhirnya mendapatkan SK di tahun 2024," ucapnya.

    Selain itu, wisatawan juga dapat mencoba petualangan susur sungai menggunakan perahu ketinting, memancing hingga menyusuri goa. 

    Untuk wisatawan yang menyukai petualangan ekstrem, ada juga destinasi menuju air terjun rimba. Tantangan menuju lokasi itu berada di lama perjalanan tracking yang bisa memakan waktu hingga lima jam jalan kaki.

    Keaslian alam di Rantau Buta menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung. Bahkan tak jarang pada sore hari ketika kegiatan susur sungai masyarakat menemukan rombongan bekantan hingga bekas beruang madu mereka temukan.

    Untuk dapat ke lokasi itu, masyarakat yang mengawali perjalanan dari Tanah Grogot akan memakan waktu sekitar 90 menit hingga sampai ke Kecamatan Batu Sopang. Dilanjutkan perjalanan menuju ke Desa Rantau Buta yang sudah dapat dilalui kendaraan roda empat sekitar 30 menit perjalanan.

    "Kami juga menyediakan penyewaan tenda camping berbagai ukuran hingga peralatan camping seperti kompor portable set meja dan kursi lipat," tuturnya.

    Dengan tiket masuk Rp10 ribu, ada satu momen lagi yang menarik masyarakat untuk berkunjung ke destinasi wisata itu. Pada saat musim durian, wisatawan yang camping dapat merasakan sensasi durian yang baru saja jatuh dari pohonnya.

    "Sistemnya itu borong pohon dalam satu malam. Jadi wisatawan dapat camping di bawah pohon durian dan durian yang jatuh pada malam hingga pagi hari sepenuhnya milik pengunjung," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Berawal dari Sering Camping, Pokdarwis Rantau Buta Kelola Surga Wisata Air Terjun 8 Tingkat

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    27 Juli 2026 pukul 22:19 WITA

    Wisata susur sungai di Desa Rantau Buta. (Foto: Dok. Pokdarwis Rantau Buta)

    Tana Paser - Kegiatan healing bagi kaula muda saat ini memang menjanjikan ketenangan di sela-sela kesibukan keseharian yang dianggap monoton.

    Salah satu healing yang digemari yaitu camping di tempat terbuka dengan pemandangan yang memanjakan mata untuk melepas penat di keseharian.

    Bagi masyarakat Kabupaten Paser yang berada di ujung selatan Kalimantan Timur (Kaltim), ada salah satu tempat untuk dijadikan tujuan wisata yang berlokasi di Desa Rantau Buta.

    "Air Terjun Sentiop ini punya delapan tingkat. Untuk tantangan menuju ke lokasi membutuhkan waktu sekitar satu jam tracking," kata Ketua Pokdarwis Rantau Buta, Bambang, Senin (27/7/2026).

    Uniknya, tingkat ke-8 di lokasi itu berada di dalam goa berair yang menambah tantangan serta pengalaman bagi pecinta petualangan ekstrem.

    Bambang menjelaskan, terbentuknya Pokdarwis Rantau Buta pada mulanya diawali tahun 2023. Saat itu, ia bersama rekan-rekannya sering camping bareng dan akhirnya mendapatkan SK resmi pada tahun 2024.

    "Pergerakan Pokdarwis ini awalnya di tahun 2023. Kami dulu sering camping bareng hingga akhirnya mendapatkan SK di tahun 2024," ucapnya.

    Selain itu, wisatawan juga dapat mencoba petualangan susur sungai menggunakan perahu ketinting, memancing hingga menyusuri goa. 

    Untuk wisatawan yang menyukai petualangan ekstrem, ada juga destinasi menuju air terjun rimba. Tantangan menuju lokasi itu berada di lama perjalanan tracking yang bisa memakan waktu hingga lima jam jalan kaki.

    Keaslian alam di Rantau Buta menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang ingin berkunjung. Bahkan tak jarang pada sore hari ketika kegiatan susur sungai masyarakat menemukan rombongan bekantan hingga bekas beruang madu mereka temukan.

    Untuk dapat ke lokasi itu, masyarakat yang mengawali perjalanan dari Tanah Grogot akan memakan waktu sekitar 90 menit hingga sampai ke Kecamatan Batu Sopang. Dilanjutkan perjalanan menuju ke Desa Rantau Buta yang sudah dapat dilalui kendaraan roda empat sekitar 30 menit perjalanan.

    "Kami juga menyediakan penyewaan tenda camping berbagai ukuran hingga peralatan camping seperti kompor portable set meja dan kursi lipat," tuturnya.

    Dengan tiket masuk Rp10 ribu, ada satu momen lagi yang menarik masyarakat untuk berkunjung ke destinasi wisata itu. Pada saat musim durian, wisatawan yang camping dapat merasakan sensasi durian yang baru saja jatuh dari pohonnya.

    "Sistemnya itu borong pohon dalam satu malam. Jadi wisatawan dapat camping di bawah pohon durian dan durian yang jatuh pada malam hingga pagi hari sepenuhnya milik pengunjung," tutupnya.

    (Sf/Lo)