Seputar Kaltim

    Berau Terima 37 Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    21 Mei 2025 pukul 20:55 WITA

    Penyerahan bantuan Alsintan kepada Brigade Pangan di UPT Balai Benih Padi dan Holtikultura Kampung Sei Bebanir Bangun, Rabu (21/5/2025). (Foto: Humas Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Peternakan (DTPHP) Berau melakukan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada Brigade Pangan di UPT Balai Benih Padi dan Holtikultura Kampung Sei Bebanir Bangun, Rabu (21/5/2025).

    Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan bahwa Bantuan alsintan ini merupakan dukungan dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian kepada lima Brigade Pangan di Berau.

    "Targetnya lahan pertanian yang ada dapat tergarap maksimal dengan bantuan teknologi modern," ujar Gamalis.

    Ia pun menyampaikan total alsintan yang diberikan yakni sebanyak 37, diantaranya 10 unit traktor roda crawler, 17 unit traktor roda dua, dan 10 unit rice transplanter. 

    "Selain itu,diberikan juga bantuan benih padi sebanyak 400 kilogram kepada Kampung Tumbit Dayak dan Tabalar Muara," tuturnya.

    Pasalnya, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau juga perlahan melakukan transisi ekonomi ke sektor potensial untuk mengantikan pertambangan.   Hal ini dilakukan karena diperkirakan sektor pertambangan bakal mengalami penurunan dalam beberapa tahun kedepan.

    "Saat ini 60 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau masih mengandalkan pertambangan. Meskipun potensi pertambangan ini sangat besar namun pemerintah daerah harus mulai mempersiapkan pilar ekonomi dari sektor lainnya," ujarnya.

    Selain itu, dirinya pun mengatakan beberapa tahun kedepan pertambangan ini akan tergantikan karena habis masanya oleh sebab itu beberapa sektor harus disiapkan. Menurutnya, Berau memiliki peluang dalam mengembangkan sektor pertanian dalam arti luas.

    Ia mengatakan terlihat beberapa tahun lalu, Bumi Batiwakkal merupakan sentra pertanian di Kaltim seperti jagung. Namun, seiring waktu sektor ini pun mengalami penurunan secara perlahan.

    "Diharapkan dengan bantuan alsintan dan pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan setiap tahun bisa membangkitkan kembali semangat petani dalam menggarap lahannya," harapnya.

    Gamalis pun menegaskan bahwa Pemkab Berau juga berkomitmen penuh dalam mendukung peningkatan pertanian yang ada di Kabupaten Berau. Namun, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu terlena mengikuti tren pasar yang sering berubah-ubah.

    "Jika harga pisang tinggi maka berlomba menanam pisang. Kita harus fokus pada komoditas unggulan seperti padi. Saya yakin saat ini belum terlambat," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Berau Terima 37 Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    21 Mei 2025 pukul 20:55 WITA

    Penyerahan bantuan Alsintan kepada Brigade Pangan di UPT Balai Benih Padi dan Holtikultura Kampung Sei Bebanir Bangun, Rabu (21/5/2025). (Foto: Humas Prokopim Berau)

    Tanjung Redeb - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Peternakan (DTPHP) Berau melakukan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada Brigade Pangan di UPT Balai Benih Padi dan Holtikultura Kampung Sei Bebanir Bangun, Rabu (21/5/2025).

    Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan bahwa Bantuan alsintan ini merupakan dukungan dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian kepada lima Brigade Pangan di Berau.

    "Targetnya lahan pertanian yang ada dapat tergarap maksimal dengan bantuan teknologi modern," ujar Gamalis.

    Ia pun menyampaikan total alsintan yang diberikan yakni sebanyak 37, diantaranya 10 unit traktor roda crawler, 17 unit traktor roda dua, dan 10 unit rice transplanter. 

    "Selain itu,diberikan juga bantuan benih padi sebanyak 400 kilogram kepada Kampung Tumbit Dayak dan Tabalar Muara," tuturnya.

    Pasalnya, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau juga perlahan melakukan transisi ekonomi ke sektor potensial untuk mengantikan pertambangan.   Hal ini dilakukan karena diperkirakan sektor pertambangan bakal mengalami penurunan dalam beberapa tahun kedepan.

    "Saat ini 60 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau masih mengandalkan pertambangan. Meskipun potensi pertambangan ini sangat besar namun pemerintah daerah harus mulai mempersiapkan pilar ekonomi dari sektor lainnya," ujarnya.

    Selain itu, dirinya pun mengatakan beberapa tahun kedepan pertambangan ini akan tergantikan karena habis masanya oleh sebab itu beberapa sektor harus disiapkan. Menurutnya, Berau memiliki peluang dalam mengembangkan sektor pertanian dalam arti luas.

    Ia mengatakan terlihat beberapa tahun lalu, Bumi Batiwakkal merupakan sentra pertanian di Kaltim seperti jagung. Namun, seiring waktu sektor ini pun mengalami penurunan secara perlahan.

    "Diharapkan dengan bantuan alsintan dan pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan setiap tahun bisa membangkitkan kembali semangat petani dalam menggarap lahannya," harapnya.

    Gamalis pun menegaskan bahwa Pemkab Berau juga berkomitmen penuh dalam mendukung peningkatan pertanian yang ada di Kabupaten Berau. Namun, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu terlena mengikuti tren pasar yang sering berubah-ubah.

    "Jika harga pisang tinggi maka berlomba menanam pisang. Kita harus fokus pada komoditas unggulan seperti padi. Saya yakin saat ini belum terlambat," tandasnya.

    (Sf/Rs)