Cari disini...
Seputar Kaltim
Pembangunan MPP dan UMKM Center di Jalan Raja Alam II, Kelurahan Rinding, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya menghadirkan inovasi dalam peningkatan pelayanan publik dan penguatan ekonomi masyarakat. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah pembangunan kawasan terpadu yang menyatukan Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Center dalam satu kawasan, di Jalan Raja Alam II, Kelurahan Rinding, Kabupaten Berau.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita menyampaikan bahwa pembangunan UMKM Center bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam memberikan ruang komprehensif bagi pelaku UMKM.
"Tujuannya agar para pelaku UMKM bisa memberikan masukan langsung sesuai kebutuhan di lapangan," tutur Eva.
Ia pun berharap kawasan tersebut nantinya dapat menjadi simbol integrasi antara pelayanan administrasi modern dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Sementara itu, dirinya pun mengatakan bahwa UMKM Center nantinya akan berbeda dari sekadar galeri produk, yang mana nantinya akan dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif yang dilengkapi fasilitas pelatihan, pembinaan, hingga ruang pengembangan produk. Sehingga, konsep ini pun diharapkan menjadi "rumah besar" bagi UMKM Berau untuk belajar, berinovasi, dan memasarkan produknya dalam satu kawasan.
"Harapannya, semua kebutuhan UMKM bisa terakomodir. Jadi tidak hanya tempat jualan, tetapi juga pusat peningkatan kapasitas dan pengembangan usaha," jelasnya.
Kehadiran UMKM Center yang berdampingan dengan MPP juga dianggap langkah strategis. Menurutnya, hal ini dapat mempermudah masyarakat yang datang untuk mengurus layanan pemerintahan yang mana dapat sekaligus juga mengenal produk-produk lokal, sehingga tercipta interaksi langsung antara pelayanan publik dan ekonomi masyarakat.
"Jadi ada sinergi nyata antara pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi," terangnya.
Selain itu, ia juga mengatakan kawasan terpadu ini juga akan dilengkapi creative hub, yakni ruang khusus bagi anak muda Berau untuk menyalurkan ide dan kreativitasnya di bidang desain, digital, serta inovasi produk lokal.
"Kita ingin UMKM Center ini juga punya ruang bagi anak muda yang punya karya dan kreasi. Jadi bukan hanya tempat jualan, tapi juga tempat lahirnya ide-ide baru," tambahnya.
Pembangunan fisik kawasan akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sementara Diskoperindag fokus pada penyusunan konsep dan kebutuhan fungsionalnya. Kolaborasi ini memastikan desain kawasan relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM.
Pemkab Berau menyiapkan lahan sekitar 4 hektare untuk pembangunan kawasan terpadu tersebut. Meskipun berada di lokasi yang sama, bangunan MPP dan UMKM Center akan dibuat terpisah agar fungsi keduanya tetap jelas - MPP sebagai pusat layanan publik, dan UMKM Center sebagai pusat ekonomi kreatif masyarakat.
Eva berharap, kawasan terpadu ini dapat menjadi ikon baru Kabupaten Berau, tempat bertemunya efisiensi pelayanan publik dan semangat kemandirian ekonomi masyarakat.
"Konsep satu kawasan ini bukan hanya untuk pelayanan, tapi juga pemberdayaan. Kami ingin masyarakat Berau tidak hanya dilayani, tapi juga berkembang bersama," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pembangunan MPP dan UMKM Center di Jalan Raja Alam II, Kelurahan Rinding, Kabupaten Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya menghadirkan inovasi dalam peningkatan pelayanan publik dan penguatan ekonomi masyarakat. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah pembangunan kawasan terpadu yang menyatukan Mal Pelayanan Publik (MPP) dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Center dalam satu kawasan, di Jalan Raja Alam II, Kelurahan Rinding, Kabupaten Berau.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita menyampaikan bahwa pembangunan UMKM Center bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam memberikan ruang komprehensif bagi pelaku UMKM.
"Tujuannya agar para pelaku UMKM bisa memberikan masukan langsung sesuai kebutuhan di lapangan," tutur Eva.
Ia pun berharap kawasan tersebut nantinya dapat menjadi simbol integrasi antara pelayanan administrasi modern dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Sementara itu, dirinya pun mengatakan bahwa UMKM Center nantinya akan berbeda dari sekadar galeri produk, yang mana nantinya akan dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif yang dilengkapi fasilitas pelatihan, pembinaan, hingga ruang pengembangan produk. Sehingga, konsep ini pun diharapkan menjadi "rumah besar" bagi UMKM Berau untuk belajar, berinovasi, dan memasarkan produknya dalam satu kawasan.
"Harapannya, semua kebutuhan UMKM bisa terakomodir. Jadi tidak hanya tempat jualan, tetapi juga pusat peningkatan kapasitas dan pengembangan usaha," jelasnya.
Kehadiran UMKM Center yang berdampingan dengan MPP juga dianggap langkah strategis. Menurutnya, hal ini dapat mempermudah masyarakat yang datang untuk mengurus layanan pemerintahan yang mana dapat sekaligus juga mengenal produk-produk lokal, sehingga tercipta interaksi langsung antara pelayanan publik dan ekonomi masyarakat.
"Jadi ada sinergi nyata antara pelayanan publik dan pemberdayaan ekonomi," terangnya.
Selain itu, ia juga mengatakan kawasan terpadu ini juga akan dilengkapi creative hub, yakni ruang khusus bagi anak muda Berau untuk menyalurkan ide dan kreativitasnya di bidang desain, digital, serta inovasi produk lokal.
"Kita ingin UMKM Center ini juga punya ruang bagi anak muda yang punya karya dan kreasi. Jadi bukan hanya tempat jualan, tapi juga tempat lahirnya ide-ide baru," tambahnya.
Pembangunan fisik kawasan akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sementara Diskoperindag fokus pada penyusunan konsep dan kebutuhan fungsionalnya. Kolaborasi ini memastikan desain kawasan relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM.
Pemkab Berau menyiapkan lahan sekitar 4 hektare untuk pembangunan kawasan terpadu tersebut. Meskipun berada di lokasi yang sama, bangunan MPP dan UMKM Center akan dibuat terpisah agar fungsi keduanya tetap jelas - MPP sebagai pusat layanan publik, dan UMKM Center sebagai pusat ekonomi kreatif masyarakat.
Eva berharap, kawasan terpadu ini dapat menjadi ikon baru Kabupaten Berau, tempat bertemunya efisiensi pelayanan publik dan semangat kemandirian ekonomi masyarakat.
"Konsep satu kawasan ini bukan hanya untuk pelayanan, tapi juga pemberdayaan. Kami ingin masyarakat Berau tidak hanya dilayani, tapi juga berkembang bersama," pungkasnya.
(Sf/Rs)