Seputar Kaltim

    Berau Siaga Inflasi, Pemkab Fokus Stok Aman dan Harga Stabil Jelang Nataru

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    04 Desember 2025 pukul 14:32 WITA

    Suasana saat rapat koordinasi HLM Pengendalian Inflasi, di Ruang RPJPD Bapelitbang Berau pada Kamis (4/12/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dalam menghadapi momentum Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

    Melalui High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi, yang digelar di Ruang RPJPD Bapelitbang Berau pada Kamis (4/12/2025), pemerintah daerah menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi hingga ke seluruh kampung di Bumi Batiwakkal.

    Dalam sambutan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said menyampaikan bahwa akhir tahun biasanya ditandai dengan meningkatnya pergerakan masyarakat dan bertambahnya konsumsi. Kondisi tersebut memicu kenaikan permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan strategis yang rawan mengalami lonjakan harga.

    "Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, komoditas seperti cabai, bawang, daging ayam, telur, gula, dan minyak goreng sering mengalami kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru)," ujar Said.

    Ia juga memaparkan perkembangan inflasi di Kabupaten Berau. Inflasi year-on-year (YoY) November 2025 tercatat 2,76 persen dengan IHK 110,04, meningkat dari Oktober yang berada di angka 1,78 persen. Menurutnya, kenaikan inflasi dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta adanya faktor cuaca yang tidak menentu.

    "Kita perlu langkah proaktif, cepat, dan terukur agar masyarakat tetap mendapatkan harga yang stabil dan stok yang aman, terutama di masa libur panjang Nataru ini," tegasnya.

    Oleh karena itu, ia meminta seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengoptimalkan koordinasi lintas instansi, memastikan pergerakan distribusi berjalan tanpa hambatan, serta menjaga ketersediaan pasokan komoditas penting.

    Berbagai strategi pun didorong, seperti pelaksanaan operasi pasar murah, optimalisasi penyaluran beras SPHP, stabilisasi harga bahan pokok, dan penguatan kesepakatan harga bersama pedagang serta distributor.

    "Masyarakat juga harus mendapatkan informasi harga harian dan edukasi belanja bijak agar tidak terjadi lonjakan permintaan yang tidak perlu," jelasnya.

    Ia pun berharap langkah-langkah tersebut dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, menjaga daya beli, sekaligus meminimalkan gejolak inflasi yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi daerah.

    "Inflasi tidak dapat kita tangani sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN/BUMD, distributor, aparat keamanan, dan para pemangku kepentingan," tambahnya.

    Terakhir, Said menegaskan perlunya gerak cepat dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan menjelang perayaan Nataru.

    "Kita harus segera mengambil langkah preventif dan terukur untuk menekan inflasi menjelang Nataru," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Berau Siaga Inflasi, Pemkab Fokus Stok Aman dan Harga Stabil Jelang Nataru

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    04 Desember 2025 pukul 14:32 WITA

    Suasana saat rapat koordinasi HLM Pengendalian Inflasi, di Ruang RPJPD Bapelitbang Berau pada Kamis (4/12/2025). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat langkah pengendalian inflasi dalam menghadapi momentum Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 

    Melalui High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi, yang digelar di Ruang RPJPD Bapelitbang Berau pada Kamis (4/12/2025), pemerintah daerah menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas harga, ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi hingga ke seluruh kampung di Bumi Batiwakkal.

    Dalam sambutan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said menyampaikan bahwa akhir tahun biasanya ditandai dengan meningkatnya pergerakan masyarakat dan bertambahnya konsumsi. Kondisi tersebut memicu kenaikan permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan strategis yang rawan mengalami lonjakan harga.

    "Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, komoditas seperti cabai, bawang, daging ayam, telur, gula, dan minyak goreng sering mengalami kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru)," ujar Said.

    Ia juga memaparkan perkembangan inflasi di Kabupaten Berau. Inflasi year-on-year (YoY) November 2025 tercatat 2,76 persen dengan IHK 110,04, meningkat dari Oktober yang berada di angka 1,78 persen. Menurutnya, kenaikan inflasi dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta adanya faktor cuaca yang tidak menentu.

    "Kita perlu langkah proaktif, cepat, dan terukur agar masyarakat tetap mendapatkan harga yang stabil dan stok yang aman, terutama di masa libur panjang Nataru ini," tegasnya.

    Oleh karena itu, ia meminta seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk mengoptimalkan koordinasi lintas instansi, memastikan pergerakan distribusi berjalan tanpa hambatan, serta menjaga ketersediaan pasokan komoditas penting.

    Berbagai strategi pun didorong, seperti pelaksanaan operasi pasar murah, optimalisasi penyaluran beras SPHP, stabilisasi harga bahan pokok, dan penguatan kesepakatan harga bersama pedagang serta distributor.

    "Masyarakat juga harus mendapatkan informasi harga harian dan edukasi belanja bijak agar tidak terjadi lonjakan permintaan yang tidak perlu," jelasnya.

    Ia pun berharap langkah-langkah tersebut dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat, menjaga daya beli, sekaligus meminimalkan gejolak inflasi yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi daerah.

    "Inflasi tidak dapat kita tangani sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN/BUMD, distributor, aparat keamanan, dan para pemangku kepentingan," tambahnya.

    Terakhir, Said menegaskan perlunya gerak cepat dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan menjelang perayaan Nataru.

    "Kita harus segera mengambil langkah preventif dan terukur untuk menekan inflasi menjelang Nataru," pungkasnya.

    (Sf/Rs)