Cari disini...
Seputar Kaltim
Peluncuran program dalling dan batik untuk Derawan, Maratua dan budaya di siarkan melalui YouTube Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat promosi budaya dan pariwisata dengan meluncurkan delapan motif Batik Derawan-Maratua serta program pengembangan Tari Dalling. Kegiatan ini berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara Pemkab Berau, Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN), Balai Pelestarian Kebudayaan dan Kementerian Kebudayaan RI dalam mengangkat kekayaan budaya lokal ke tingkat nasional.
Kegiatan ini diikuti langsung oleh Bupati Berau, Sri Jurniarsih Mas serta Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI Bambang Wibawarta, Founder IPBN Sapta Nirwandar, jajaran Pemerintah Kabupaten Berau, serta jajaran Dewan Pengawas IPBN.
Project Leader Batik Derawan Maratua, Nazam, mengatakan delapan motif batik yang diluncurkan merupakan hasil riset budaya sejak Desember 2025. Seluruh motif mengangkat kekayaan alam dan kehidupan masyarakat pesisir Berau serta telah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
"Motif-motif ini lahir dari proses riset budaya yang panjang dan telah didaftarkan HKI sebagai upaya menjaga warisan budaya Berau," ujarnya.
Nazam pun menyampaikan, pengembangan berikutnya akan difokuskan pada promosi digital, pameran budaya, serta pembaruan Tari Dalling agar semakin dikenal dan diminati generasi muda.
Kemudian, Founder Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN), Sapta Nirwandar, menilai kekayaan alam Berau menjadi sumber inspirasi yang kuat untuk karya budaya. Menurutnya, Berau memiliki potensi wisata bahari kelas dunia, Batik dan Tari Dalling memiliki peluang besar untuk dipromosikan hingga ke panggung internasional.
"Saya mendorong agar karya batik dan tarian ini tidak berhenti di panggung nasional saja, melainkan siap dibawa untuk diplomasi budaya hingga ke panggung mode dunia seperti Milan, Paris dan London," terang Sapta.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI, Bambang Wibawarta, mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam menjaga budaya daerah.
"Saat alam diwujudkan menjadi motif batik dan tarian, maka budaya daerah akan terus hidup dan menjadi identitas bagi generasi yang akan datang," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Peluncuran program dalling dan batik untuk Derawan, Maratua dan budaya di siarkan melalui YouTube Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Tanjung Redeb - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus memperkuat promosi budaya dan pariwisata dengan meluncurkan delapan motif Batik Derawan-Maratua serta program pengembangan Tari Dalling. Kegiatan ini berlangsung di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara Pemkab Berau, Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN), Balai Pelestarian Kebudayaan dan Kementerian Kebudayaan RI dalam mengangkat kekayaan budaya lokal ke tingkat nasional.
Kegiatan ini diikuti langsung oleh Bupati Berau, Sri Jurniarsih Mas serta Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI Bambang Wibawarta, Founder IPBN Sapta Nirwandar, jajaran Pemerintah Kabupaten Berau, serta jajaran Dewan Pengawas IPBN.
Project Leader Batik Derawan Maratua, Nazam, mengatakan delapan motif batik yang diluncurkan merupakan hasil riset budaya sejak Desember 2025. Seluruh motif mengangkat kekayaan alam dan kehidupan masyarakat pesisir Berau serta telah didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
"Motif-motif ini lahir dari proses riset budaya yang panjang dan telah didaftarkan HKI sebagai upaya menjaga warisan budaya Berau," ujarnya.
Nazam pun menyampaikan, pengembangan berikutnya akan difokuskan pada promosi digital, pameran budaya, serta pembaruan Tari Dalling agar semakin dikenal dan diminati generasi muda.
Kemudian, Founder Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN), Sapta Nirwandar, menilai kekayaan alam Berau menjadi sumber inspirasi yang kuat untuk karya budaya. Menurutnya, Berau memiliki potensi wisata bahari kelas dunia, Batik dan Tari Dalling memiliki peluang besar untuk dipromosikan hingga ke panggung internasional.
"Saya mendorong agar karya batik dan tarian ini tidak berhenti di panggung nasional saja, melainkan siap dibawa untuk diplomasi budaya hingga ke panggung mode dunia seperti Milan, Paris dan London," terang Sapta.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan RI, Bambang Wibawarta, mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam menjaga budaya daerah.
"Saat alam diwujudkan menjadi motif batik dan tarian, maka budaya daerah akan terus hidup dan menjadi identitas bagi generasi yang akan datang," pungkasnya.
(Sf/Lo)