Seputar Kaltim

    Berau Krisis Guru Agama Kristen, DPRD Berau Desak Pemkab Cari Solusi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Buniyamin
    15 Maret 2025 pukul 18:53 WITA

    Sekretaris Komisi l DPRD Berau, Frans Lewi (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Seketaris Komisi l DPRD Berau, Frans Lewi menyoroti kriris guru agama di Kabupaten Berau.

    Ia pun mengatakan guru agama yang ada di posisi saat ini, terkhusus guru agama kristen, yakni Katolik dan Protestan.

    "Bukan minim, bahkan tidak ada. Mungkin hanya beberapa sekolah yang mempunyai guru agama Katolik dan Protestan," kata Frans Lewi.

    Dirinya menyebut sebagian pengajar agama Katolik atau Protestan tersebut hanya kebetulan mengajar karena agamanya yang sama. 

    Kondisi ini sudah pernah dibahas bersama Dinas Pendidikan (Disdik), terutama terkait krisis guru agama kristen di wilayah pesisir Bumi Batiwakkal.

    "Kalau guru agama Islam mungkin semua sekolah sudah ada, tapi yang tertinggal ini guru agama Katolik dan Protestan," ujarnya.

    Frans mendorong Pemkab Berau agar dapat segera mengatasi krisis guru agama tersebut. Sebab, keberadaan gurus ini sangat penting, salah satunya untuk membimbing dan membentuk akhlak anak ke depan, sehingga bisa lebih baik dan tahu batasan dalam pergaulan.

    "Mohon ini ditindaklanjuti karena salah satu tindakan yang kita bisa lakukan kepada anak kita adalah bagaimana caranya bisa takut kepada Tuhan. Kalau sudah tidak takut kepada Tuhan dengan zaman sekarang ini, anak-anak kita susah kita kendalikan," tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Berau Krisis Guru Agama Kristen, DPRD Berau Desak Pemkab Cari Solusi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Buniyamin
    15 Maret 2025 pukul 18:53 WITA

    Sekretaris Komisi l DPRD Berau, Frans Lewi (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Seketaris Komisi l DPRD Berau, Frans Lewi menyoroti kriris guru agama di Kabupaten Berau.

    Ia pun mengatakan guru agama yang ada di posisi saat ini, terkhusus guru agama kristen, yakni Katolik dan Protestan.

    "Bukan minim, bahkan tidak ada. Mungkin hanya beberapa sekolah yang mempunyai guru agama Katolik dan Protestan," kata Frans Lewi.

    Dirinya menyebut sebagian pengajar agama Katolik atau Protestan tersebut hanya kebetulan mengajar karena agamanya yang sama. 

    Kondisi ini sudah pernah dibahas bersama Dinas Pendidikan (Disdik), terutama terkait krisis guru agama kristen di wilayah pesisir Bumi Batiwakkal.

    "Kalau guru agama Islam mungkin semua sekolah sudah ada, tapi yang tertinggal ini guru agama Katolik dan Protestan," ujarnya.

    Frans mendorong Pemkab Berau agar dapat segera mengatasi krisis guru agama tersebut. Sebab, keberadaan gurus ini sangat penting, salah satunya untuk membimbing dan membentuk akhlak anak ke depan, sehingga bisa lebih baik dan tahu batasan dalam pergaulan.

    "Mohon ini ditindaklanjuti karena salah satu tindakan yang kita bisa lakukan kepada anak kita adalah bagaimana caranya bisa takut kepada Tuhan. Kalau sudah tidak takut kepada Tuhan dengan zaman sekarang ini, anak-anak kita susah kita kendalikan," tandasnya.

    (Sf/By)