Seputar Kaltim

    Berau Kekurangan Dokter Spesialis, Program Pendidikan Dokter Berkelanjutan jadi Solusi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2024 pukul 19:35 WITA

    Ketua IDI Berau, Jusram. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - minimnya dokter spesialis di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius. Sehingga Pemenuhan kebutuhan dokter spesialis terus diupayakan.

    Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Berau, Jusram mengatakan bahwa pada tahun 2024 ini ada delapan dokter umum yang melanjutkan pendidikannya ke dokter spesialis.

    "Yang melanjutkan pendidikan untuk spesialis mata, penyakit dalam, urologi, radiologi, THT, fisioterapi, dan spesialis anak dua orang," ujar Ketua IDI Berau, Jusram.

    Sejauh ini dokter umum terus didorongnya untuk melanjutkan dan diberikan rekomendasi pendidikan dokter spesialis. Hal ini sesuai dengan salah satu program yang dijalankan, yakni program pendidikan dokter berkelanjutan.

    "Saya sebagai ketua IDI itu mendorong dokter-dokter umum untuk melanjutkan pendidikan itu, sudah banyak yang kami berikan rekomendasi untuk melanjutkan pendidikan ke dokter spesialis," ungkapnya.

    Selain itu, ia mengatakan bahwa para dokter umum yang melanjutkan pendidikan itu diwajibkan kembali untuk mengabdi di Berau setelah menyelesaikan pendidikan, berdasarkan kontrak yang mengikat. Meskipun biaya pendidikan ditanggung oleh pusat, tetapi rekomendasi diberikan oleh Berau dan beberapa alasan lainnya.

    "Alasan yang membuat mereka ini harus kembali ke Berau. Pertama, karena mereka memang orang Berau. Kedua, mereka anggota IDI Cabang Berau. Ketiga, rekomendasinya melanjutkan pendidikan spesialis juga dari Berau," terangnya.

    Selain itu, menurutnya aturan pusat juga menjadi salah satu syarat mengikat, dimana saat ini memang pemerintah pusat tidak akan menerbitkan Surat Tanda Registrasi (STR) apa bila yang bersangkutan tidak kembali ke daerah yang merekomendasikan.

    "Tahun depan kemungkinan akan kembali dari pendidikan itu adalah dokter anak, dokter anak kembali karna deluan karna sudah selesai dan urgent. Tahun berikutnya ada dokter jantung. Tahun depan mungkin THT. Pada tahun depan juga kemungkinan yang direkomendasikan akan banyak," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Berau Kekurangan Dokter Spesialis, Program Pendidikan Dokter Berkelanjutan jadi Solusi

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2024 pukul 19:35 WITA

    Ketua IDI Berau, Jusram. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - minimnya dokter spesialis di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius. Sehingga Pemenuhan kebutuhan dokter spesialis terus diupayakan.

    Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Berau, Jusram mengatakan bahwa pada tahun 2024 ini ada delapan dokter umum yang melanjutkan pendidikannya ke dokter spesialis.

    "Yang melanjutkan pendidikan untuk spesialis mata, penyakit dalam, urologi, radiologi, THT, fisioterapi, dan spesialis anak dua orang," ujar Ketua IDI Berau, Jusram.

    Sejauh ini dokter umum terus didorongnya untuk melanjutkan dan diberikan rekomendasi pendidikan dokter spesialis. Hal ini sesuai dengan salah satu program yang dijalankan, yakni program pendidikan dokter berkelanjutan.

    "Saya sebagai ketua IDI itu mendorong dokter-dokter umum untuk melanjutkan pendidikan itu, sudah banyak yang kami berikan rekomendasi untuk melanjutkan pendidikan ke dokter spesialis," ungkapnya.

    Selain itu, ia mengatakan bahwa para dokter umum yang melanjutkan pendidikan itu diwajibkan kembali untuk mengabdi di Berau setelah menyelesaikan pendidikan, berdasarkan kontrak yang mengikat. Meskipun biaya pendidikan ditanggung oleh pusat, tetapi rekomendasi diberikan oleh Berau dan beberapa alasan lainnya.

    "Alasan yang membuat mereka ini harus kembali ke Berau. Pertama, karena mereka memang orang Berau. Kedua, mereka anggota IDI Cabang Berau. Ketiga, rekomendasinya melanjutkan pendidikan spesialis juga dari Berau," terangnya.

    Selain itu, menurutnya aturan pusat juga menjadi salah satu syarat mengikat, dimana saat ini memang pemerintah pusat tidak akan menerbitkan Surat Tanda Registrasi (STR) apa bila yang bersangkutan tidak kembali ke daerah yang merekomendasikan.

    "Tahun depan kemungkinan akan kembali dari pendidikan itu adalah dokter anak, dokter anak kembali karna deluan karna sudah selesai dan urgent. Tahun berikutnya ada dokter jantung. Tahun depan mungkin THT. Pada tahun depan juga kemungkinan yang direkomendasikan akan banyak," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)