Seputar Kaltim
Berau Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Berau Expo 2026 mencatatkan hasil positif dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai kurang lebih Rp17 miliar selama 10 hari pelaksanaan, sejak 16 hingga 25 Oktober 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 13,3 persen dibandingkan penyelenggaraan Berau Expo pada 2024.
Ketua Panitia Berau Expo 2026, Maulidiyah, menyampaikan bahwa capaian tersebut berasal dari berbagai aktivitas perdagangan selama pameran berlangsung. Mulai dari penjualan kuliner, pakaian, aksesori, oleh-oleh, hingga transaksi di area permainan, perabot rumah tangga dan otomotif.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa Berau Expo tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan penjualan.
"Alhamdulillah, selama 10 hari pelaksanaan, perputaran ekonomi Berau Expo 2026 diperkirakan mencapai kurang lebih Rp17 miliar. Angka ini meningkat sekitar 13,3 persen dibandingkan pelaksanaan tahun 2024," ungkap Maulidiyah.
Menurutnya, aktivitas ekonomi tersebut didukung oleh keterlibatan berbagai pelaku usaha yang meramaikan kawasan pameran. Tercatat sebanyak 106 stan indoor diisi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN, BUMD, UMKM, sektor pariwisata, organisasi wanita, perhotelan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Berau.
"Selain itu, suasana pameran juga semakin ramai karena kehadiran 70 tenda besar dan 100 pedagang kaki lima (PKL) di area outdoor. Beragam produk yang ditawarkan memberikan pilihan bagi pengunjung sekaligus membuka peluang transaksi bagi para pedagang," tambahnya.
Ia menjelaskan, Berau Expo 2026 juga berhasil menarik perhatian masyarakat dalam jumlah besar. Berdasarkan hasil survei panitia di sekitar Lapangan Pemuda dan kawasan GOR, total pengunjung selama kegiatan berlangsung mencapai 259.944 orang.
Jumlah tersebut setara dengan rata-rata sekitar 26 ribu pengunjung setiap hari. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Berau, tetapi juga dari Kalimantan Utara, sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, luar Kaltim, hingga Sulawesi.
"Jumlah pengunjung yang mencapai hampir 260 ribu orang tentu menjadi salah satu faktor yang mendukung aktivitas perdagangan selama expo. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan pedagang yang ikut berpartisipasi," terangnya.
Daya tarik Berau Expo tidak hanya terletak pada aktivitas jual beli. Selama 10 hari, stan pameran turut menyajikan informasi capaian pembangunan Kabupaten Berau hingga 2026, promosi wisata, peluang investasi, podcast, lomba lagu daerah, serta berbagai kuis edukatif.
Panggung utama juga menghadirkan pertunjukan tari Nusantara, festival tari daerah, band lokal, hingga artis ibu kota setiap malam. Rangkaian hiburan tersebut turut meramaikan kawasan pameran dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang bersama keluarga.
Selain itu untuk pelayanan publik, Berau Expo 2026 memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengakses layanan pemerintah. Tercatat sebanyak 1.799 pengunjung melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui stan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Pelayanan pembayaran pajak kendaraan juga tersedia melalui stan SAMSAT.
"Seluruh stan pameran juga telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai. Ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung transaksi yang lebih praktis selama kegiatan berlangsung," tuturnya.
Meski mencatatkan peningkatan perputaran ekonomi, panitia tetap menjadikan pelaksanaan tahun ini sebagai bahan evaluasi. Sejumlah masukan dari pengunjung mencakup keberlanjutan acara, kerapian penyelenggaraan, hiburan, fasilitas, serta kebersihan kawasan.
"Harapannya, Berau Expo ke depan bisa semakin baik dan memberikan manfaat yang lebih luas, baik sebagai sarana promosi daerah maupun sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Berau Expo 2026. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Berau Expo 2026 mencatatkan hasil positif dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai kurang lebih Rp17 miliar selama 10 hari pelaksanaan, sejak 16 hingga 25 Oktober 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 13,3 persen dibandingkan penyelenggaraan Berau Expo pada 2024.
Ketua Panitia Berau Expo 2026, Maulidiyah, menyampaikan bahwa capaian tersebut berasal dari berbagai aktivitas perdagangan selama pameran berlangsung. Mulai dari penjualan kuliner, pakaian, aksesori, oleh-oleh, hingga transaksi di area permainan, perabot rumah tangga dan otomotif.
Peningkatan ini menunjukkan bahwa Berau Expo tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan penjualan.
"Alhamdulillah, selama 10 hari pelaksanaan, perputaran ekonomi Berau Expo 2026 diperkirakan mencapai kurang lebih Rp17 miliar. Angka ini meningkat sekitar 13,3 persen dibandingkan pelaksanaan tahun 2024," ungkap Maulidiyah.
Menurutnya, aktivitas ekonomi tersebut didukung oleh keterlibatan berbagai pelaku usaha yang meramaikan kawasan pameran. Tercatat sebanyak 106 stan indoor diisi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN, BUMD, UMKM, sektor pariwisata, organisasi wanita, perhotelan, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Berau.
"Selain itu, suasana pameran juga semakin ramai karena kehadiran 70 tenda besar dan 100 pedagang kaki lima (PKL) di area outdoor. Beragam produk yang ditawarkan memberikan pilihan bagi pengunjung sekaligus membuka peluang transaksi bagi para pedagang," tambahnya.
Ia menjelaskan, Berau Expo 2026 juga berhasil menarik perhatian masyarakat dalam jumlah besar. Berdasarkan hasil survei panitia di sekitar Lapangan Pemuda dan kawasan GOR, total pengunjung selama kegiatan berlangsung mencapai 259.944 orang.
Jumlah tersebut setara dengan rata-rata sekitar 26 ribu pengunjung setiap hari. Mereka tidak hanya berasal dari Kabupaten Berau, tetapi juga dari Kalimantan Utara, sejumlah wilayah di Kalimantan Timur, luar Kaltim, hingga Sulawesi.
"Jumlah pengunjung yang mencapai hampir 260 ribu orang tentu menjadi salah satu faktor yang mendukung aktivitas perdagangan selama expo. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan pedagang yang ikut berpartisipasi," terangnya.
Daya tarik Berau Expo tidak hanya terletak pada aktivitas jual beli. Selama 10 hari, stan pameran turut menyajikan informasi capaian pembangunan Kabupaten Berau hingga 2026, promosi wisata, peluang investasi, podcast, lomba lagu daerah, serta berbagai kuis edukatif.
Panggung utama juga menghadirkan pertunjukan tari Nusantara, festival tari daerah, band lokal, hingga artis ibu kota setiap malam. Rangkaian hiburan tersebut turut meramaikan kawasan pameran dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk datang bersama keluarga.
Selain itu untuk pelayanan publik, Berau Expo 2026 memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengakses layanan pemerintah. Tercatat sebanyak 1.799 pengunjung melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui stan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Pelayanan pembayaran pajak kendaraan juga tersedia melalui stan SAMSAT.
"Seluruh stan pameran juga telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai. Ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung transaksi yang lebih praktis selama kegiatan berlangsung," tuturnya.
Meski mencatatkan peningkatan perputaran ekonomi, panitia tetap menjadikan pelaksanaan tahun ini sebagai bahan evaluasi. Sejumlah masukan dari pengunjung mencakup keberlanjutan acara, kerapian penyelenggaraan, hiburan, fasilitas, serta kebersihan kawasan.
"Harapannya, Berau Expo ke depan bisa semakin baik dan memberikan manfaat yang lebih luas, baik sebagai sarana promosi daerah maupun sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya," pungkasnya.
(Sf/Lo)