Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis mengatakan daerahnya tengah menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di beberapa titik rawan.
Bencana terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi dan frekuensinya yang cukup sering dan panjang.
"Keberadaan bencana ini nyata dan memerlukan penanganan segera, untuk itu pemerintah daerah harus terus bergerak melalui kolaborasi antara Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak-pihak lainnya," ujar Gamalis.
Ia pun menekankan pentingnya koordinasi antar instansi agar penanganan bencana dapat berjalan efektif. Sehingga kerja sama antar pihak pun harus diperkuat.
"BPBD memiliki tanggung jawab penanganan, tapi sering kali alat berat yang dibutuhkan justru dimiliki oleh DPUPR, sehingga perlu kolaborasi dengan dinas terkait," tuturnya.
Selain itu dirinya juga menyoroti pentingnya penyiapan dapur umum. Menurutnya secara infrastruktur, sumber daya manusia dan logistik daerah sudah siap. Tetapu ia juga mengingatkan pentingnya titik lokasi dapur umum yang juga perlu dipertimbangkan dengan seksama.
"Jangan sampai dapur umum dibuat di tempat yang juga terkena banjir. Perlu ada pengelompokan wilayah atau klaster untuk mendirikan dapur umum dan itu tentu ada syarat-syaratnya," katanya.
Dia mengusulkan agar Pemkab Berau mulai memikirkan pembangunan posko permanen penanggulangan bencana sebagai langkah jangka panjang. Ia menilai banjir yang kini terjadi merupakan bencana tahunan yang selalu berulang kali dan butuh kesiapsiagaan.
"Kita harus mulai membangun posko permanen agar tidak selalu dalam kondisi darurat setiap tahun. Saya kira ini sudah waktunya," ujarnya.
Soal pembiayaan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPKAD untuk mengeksplorasi berbagai sumber dana, baik dari APBD maupun pihak ketiga, tapi tetap harus mengikuti regulasi yang berlaku.
"Jika memungkinkan dan diperlukan, kita bisa bekerja sama dengan pihak ketiga asal semua sesuai aturan. Kami masih menunggu hasil laporan dan keputusan dari ibu bupati," katanya.
Dikatakannya tahun ini merupakan bencana yang tergolong besar dan menyita perhatian. Bahkan sejumlah titik banjir dan longsor berada di jalur-jalur utama seperti jalan poros menuju wilayah pesisir dan Tanjung Batu yang merupakan kewenangan provinsi dan nasional.
"Misalnya di jalur Tanjung Batu dan Gurimbang, beberapa titik longsor cukup parah. Hal ini juga menjadi perhatian kami," ujarnya.
Sementara itu dampak banjir tahun ini juga sudah menjangkau wilayah perkotaan. Sehingga Gamalis menegaskan langkah konkret sedang dibahas.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis mengatakan daerahnya tengah menghadapi bencana banjir dan tanah longsor di beberapa titik rawan.
Bencana terjadi akibat intensitas curah hujan yang tinggi dan frekuensinya yang cukup sering dan panjang.
"Keberadaan bencana ini nyata dan memerlukan penanganan segera, untuk itu pemerintah daerah harus terus bergerak melalui kolaborasi antara Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pihak-pihak lainnya," ujar Gamalis.
Ia pun menekankan pentingnya koordinasi antar instansi agar penanganan bencana dapat berjalan efektif. Sehingga kerja sama antar pihak pun harus diperkuat.
"BPBD memiliki tanggung jawab penanganan, tapi sering kali alat berat yang dibutuhkan justru dimiliki oleh DPUPR, sehingga perlu kolaborasi dengan dinas terkait," tuturnya.
Selain itu dirinya juga menyoroti pentingnya penyiapan dapur umum. Menurutnya secara infrastruktur, sumber daya manusia dan logistik daerah sudah siap. Tetapu ia juga mengingatkan pentingnya titik lokasi dapur umum yang juga perlu dipertimbangkan dengan seksama.
"Jangan sampai dapur umum dibuat di tempat yang juga terkena banjir. Perlu ada pengelompokan wilayah atau klaster untuk mendirikan dapur umum dan itu tentu ada syarat-syaratnya," katanya.
Dia mengusulkan agar Pemkab Berau mulai memikirkan pembangunan posko permanen penanggulangan bencana sebagai langkah jangka panjang. Ia menilai banjir yang kini terjadi merupakan bencana tahunan yang selalu berulang kali dan butuh kesiapsiagaan.
"Kita harus mulai membangun posko permanen agar tidak selalu dalam kondisi darurat setiap tahun. Saya kira ini sudah waktunya," ujarnya.
Soal pembiayaan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPKAD untuk mengeksplorasi berbagai sumber dana, baik dari APBD maupun pihak ketiga, tapi tetap harus mengikuti regulasi yang berlaku.
"Jika memungkinkan dan diperlukan, kita bisa bekerja sama dengan pihak ketiga asal semua sesuai aturan. Kami masih menunggu hasil laporan dan keputusan dari ibu bupati," katanya.
Dikatakannya tahun ini merupakan bencana yang tergolong besar dan menyita perhatian. Bahkan sejumlah titik banjir dan longsor berada di jalur-jalur utama seperti jalan poros menuju wilayah pesisir dan Tanjung Batu yang merupakan kewenangan provinsi dan nasional.
"Misalnya di jalur Tanjung Batu dan Gurimbang, beberapa titik longsor cukup parah. Hal ini juga menjadi perhatian kami," ujarnya.
Sementara itu dampak banjir tahun ini juga sudah menjangkau wilayah perkotaan. Sehingga Gamalis menegaskan langkah konkret sedang dibahas.
(Sf/Lo)