Seputar Kaltim

    Berat Badan Naik Usai Lebaran? Ini Cara Menormalkannya Tanpa Diet Ekstrem

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    24 Maret 2026 pukul 14:20 WITA

    Ilustrasi kenaikan berat badan usai lebaran. (Foto: Freepik)

    Memasuki hari keempat Idulfitri, sebagian masyarakat mulai merasakan kenaikan berat badan setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula selama Lebaran. Kondisi ini dinilai wajar, namun perlu segera dikendalikan dengan pola hidup sehat yang tepat.

    Perubahan pola makan selama Lebaran, seperti konsumsi opor, rendang, dan kue manis secara berlebihan, berkontribusi pada peningkatan asupan kalori harian. Kondisi ini dapat memicu kenaikan berat badan dalam waktu singkat jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan pola makan seimbang.

    Mengacu pada informasi Kementerian Kesehatan, hidangan Lebaran umumnya mengandung lemak, gula, dan kolesterol tinggi yang berisiko menyebabkan obesitas apabila dikonsumsi berlebihan. 

    Memasuki fase pemulihan, langkah utama yang disarankan adalah mengembalikan pola makan secara bertahap, bukan dengan diet ketat. Mengatur porsi makan menjadi kunci agar asupan energi tidak melebihi kebutuhan tubuh. Selain itu, menjaga jadwal makan tetap teratur membantu tubuh beradaptasi kembali setelah pola makan tidak terkontrol selama hari raya. 

    Kementerian Kesehatan juga menganjurkan konsumsi sayur dan buah untuk membantu menyeimbangkan kadar kolesterol serta memperlancar pencernaan. Asupan serat yang cukup dinilai penting untuk mengurangi dampak konsumsi makanan tinggi lemak selama Lebaran. 

    Selain pola makan, aktivitas fisik ringan perlu mulai dilakukan kembali. Jalan kaki atau olahraga ringan selama 30 menit per hari dapat membantu membakar kalori berlebih dan menjaga berat badan tetap stabil. 

    Menjaga asupan cairan juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Konsumsi air putih yang cukup membantu metabolisme tubuh dan mencegah dehidrasi setelah perubahan pola makan selama Lebaran. 

    Dengan menerapkan pola makan seimbang, mengontrol porsi, serta rutin beraktivitas fisik, kenaikan berat badan setelah Lebaran dapat dikendalikan secara bertahap tanpa perlu menjalani diet ekstrem.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Berat Badan Naik Usai Lebaran? Ini Cara Menormalkannya Tanpa Diet Ekstrem

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    24 Maret 2026 pukul 14:20 WITA

    Ilustrasi kenaikan berat badan usai lebaran. (Foto: Freepik)

    Memasuki hari keempat Idulfitri, sebagian masyarakat mulai merasakan kenaikan berat badan setelah mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula selama Lebaran. Kondisi ini dinilai wajar, namun perlu segera dikendalikan dengan pola hidup sehat yang tepat.

    Perubahan pola makan selama Lebaran, seperti konsumsi opor, rendang, dan kue manis secara berlebihan, berkontribusi pada peningkatan asupan kalori harian. Kondisi ini dapat memicu kenaikan berat badan dalam waktu singkat jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan pola makan seimbang.

    Mengacu pada informasi Kementerian Kesehatan, hidangan Lebaran umumnya mengandung lemak, gula, dan kolesterol tinggi yang berisiko menyebabkan obesitas apabila dikonsumsi berlebihan. 

    Memasuki fase pemulihan, langkah utama yang disarankan adalah mengembalikan pola makan secara bertahap, bukan dengan diet ketat. Mengatur porsi makan menjadi kunci agar asupan energi tidak melebihi kebutuhan tubuh. Selain itu, menjaga jadwal makan tetap teratur membantu tubuh beradaptasi kembali setelah pola makan tidak terkontrol selama hari raya. 

    Kementerian Kesehatan juga menganjurkan konsumsi sayur dan buah untuk membantu menyeimbangkan kadar kolesterol serta memperlancar pencernaan. Asupan serat yang cukup dinilai penting untuk mengurangi dampak konsumsi makanan tinggi lemak selama Lebaran. 

    Selain pola makan, aktivitas fisik ringan perlu mulai dilakukan kembali. Jalan kaki atau olahraga ringan selama 30 menit per hari dapat membantu membakar kalori berlebih dan menjaga berat badan tetap stabil. 

    Menjaga asupan cairan juga menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Konsumsi air putih yang cukup membantu metabolisme tubuh dan mencegah dehidrasi setelah perubahan pola makan selama Lebaran. 

    Dengan menerapkan pola makan seimbang, mengontrol porsi, serta rutin beraktivitas fisik, kenaikan berat badan setelah Lebaran dapat dikendalikan secara bertahap tanpa perlu menjalani diet ekstrem.

    (Sf/Rs)