Seputar Kaltim

    Beras SPHP Tersedia di Pasar Induk Sangatta, Disperindag Kutim Imbau Warga Tak Bergantung Beras Premium

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    19 Desember 2025 pukul 20:50 WITA

    Beras SPHP (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur (Disperindag Kutim) mengimbau masyarakat agar tidak hanya bergantung pada beras premium di tengah kondisi harga pangan yang fluktuatif. 

    Disperindag menawarkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

    Kepala Bagian Perekonomian Setkab Kutim, Vita Nurhasanah, menyampaikan beras SPHP merupakan beras dari program pemerintah yang saat ini sudah tersedia dan dijual di Pasar Induk induk Sangatta dengan harga terjangkau.

    “Saat ini beras SPHP sudah dijual di pasar induk. Harganya terjangkau dan bisa dibeli oleh masyarakat,” ujar Vita usai inspeksi mendadak (sidak), Jumat (19/12/2025).

    Ia menambahkan, masyarakat tidak harus selalu membeli beras premium atau beras dengan merek tertentu. Menurutnya, beras SPHP bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    “Jadi ada pilihan lain. Tidak harus selalu beras premium atau merek tertentu, karena beras SPHP juga tersedia sebagai alternatif untuk masyarakat,” tambahnya.

    Selain beras, pihaknya juga mendorong masyarakat untuk mengonsumsi pangan alternatif agar tidak sepenuhnya bergantung pada beras.

    “Kami dari pemerintah juga menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan sehat seperti singkong, jagung dan pangan alternatif lainnya,” jelas Vita.

    Terkait anggapan sebagian masyarakat yang menilai kualitas beras SPHP kurang baik, Vita menyebut kualitas beras tersebut saat ini masih cukup layak. Ia menjelaskan, penurunan kualitas beras bisa saja terjadi karena proses distribusi yang memakan waktu lama atau karena beras terlalu lama disimpan sebelum dibeli masyarakat.

    “Mungkin faktor distribusi atau penyimpanan yang lama bisa mempengaruhi kualitas beras,” tutupnya.

    Disperindag berharap masyarakat dapat memanfaatkan beras SPHP demi menjaga ketahanan pangan keluarga.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Beras SPHP Tersedia di Pasar Induk Sangatta, Disperindag Kutim Imbau Warga Tak Bergantung Beras Premium

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    19 Desember 2025 pukul 20:50 WITA

    Beras SPHP (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur (Disperindag Kutim) mengimbau masyarakat agar tidak hanya bergantung pada beras premium di tengah kondisi harga pangan yang fluktuatif. 

    Disperindag menawarkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

    Kepala Bagian Perekonomian Setkab Kutim, Vita Nurhasanah, menyampaikan beras SPHP merupakan beras dari program pemerintah yang saat ini sudah tersedia dan dijual di Pasar Induk induk Sangatta dengan harga terjangkau.

    “Saat ini beras SPHP sudah dijual di pasar induk. Harganya terjangkau dan bisa dibeli oleh masyarakat,” ujar Vita usai inspeksi mendadak (sidak), Jumat (19/12/2025).

    Ia menambahkan, masyarakat tidak harus selalu membeli beras premium atau beras dengan merek tertentu. Menurutnya, beras SPHP bisa menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    “Jadi ada pilihan lain. Tidak harus selalu beras premium atau merek tertentu, karena beras SPHP juga tersedia sebagai alternatif untuk masyarakat,” tambahnya.

    Selain beras, pihaknya juga mendorong masyarakat untuk mengonsumsi pangan alternatif agar tidak sepenuhnya bergantung pada beras.

    “Kami dari pemerintah juga menyarankan masyarakat mengonsumsi makanan sehat seperti singkong, jagung dan pangan alternatif lainnya,” jelas Vita.

    Terkait anggapan sebagian masyarakat yang menilai kualitas beras SPHP kurang baik, Vita menyebut kualitas beras tersebut saat ini masih cukup layak. Ia menjelaskan, penurunan kualitas beras bisa saja terjadi karena proses distribusi yang memakan waktu lama atau karena beras terlalu lama disimpan sebelum dibeli masyarakat.

    “Mungkin faktor distribusi atau penyimpanan yang lama bisa mempengaruhi kualitas beras,” tutupnya.

    Disperindag berharap masyarakat dapat memanfaatkan beras SPHP demi menjaga ketahanan pangan keluarga.

    (Sf/Rs)