Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim
Pertunjukan Behempas salah satu jenis olahraga tradisional Kutai yang masih eksis hingga sekarang. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Bensamar Cultural Festival 2024 yang merupakan ajang pelestarian Suku Kutai Lawas kampung Desa Bensamar ini resmi dibuka pada Kamis (30/5/24) kemarin.
“Ini langkah kita untuk mempertahankan suku Kutai di Bensamar melalui kegiatan-kegiatan kebudayaan seperti ini,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, Jumat (31/5/2024).
Puji mengatakan suku Kutai memiliki kekayan budaya, seperti makanan, pola hidup dan kesenian-kesenian tradisional yang harus dilestarikan.
"Kita upayakan memfasilitasi itu semua karena Desa Bensamar merupakan kampung tertua yang ada di Kukar," katanya.
Puji menjelaskan, sebelum Kerajaan Kutai masuk ke Kota Tenggarong, suku Kutai Kampung Bensamar sudah ada sejak 406 tahun yang lalu.
Warga suku Kutai Bensamar ini, kata dia, dahulunya bermukim di tepi sungai Mahakam. Kemudian saat Kerajaan Kutai Kertanegara masuk, mereka berpindah ke pedalaman Tenggarong, tepatnya di Desa Bensamar.
“Dulunya di sini telah terbentuk dusun. Kemudian menjadi desa bersama dengan suku lain di Desa Bensamar,” jelasnya.
Puji berharap masyarakat Kukar untuk terus merawat dan melestarikan kesenian serta kebudyaan Kutai Adat Lawas, khususnya kepada para pemuda.
Ia menekankan agar terus mempelajari budaya-budaya peninggalan nenek moyang suku Kutai.
“Sebagai generasi penerus, kita wajib mempertahankan dan melestarikan budaya ini. Apalagi Kaltim termasuk bagian dari wilayah IKN. Kesenian-kesenian tradisional di Kukar ini harus kita tonjolkan, mulai cara berpakaian maupun makanan-makanan khas Kutainya,” tutupnya.
Pembukaan Festival tersebut diawali tradisi penyambutan tamu, ritual Tepong Tawar, Pelas Kampong, serta penyalaan Obor Brong, pertunjukan tari dan musik tradisi maupun kreasi seperti Sri Bangun Art (Kota Bangun), Puandara (Kedang Ipil), Kelompok Musik Pelandok Bersayap hingga Orkes Sekar Kedaton.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim

Pertunjukan Behempas salah satu jenis olahraga tradisional Kutai yang masih eksis hingga sekarang. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Bensamar Cultural Festival 2024 yang merupakan ajang pelestarian Suku Kutai Lawas kampung Desa Bensamar ini resmi dibuka pada Kamis (30/5/24) kemarin.
“Ini langkah kita untuk mempertahankan suku Kutai di Bensamar melalui kegiatan-kegiatan kebudayaan seperti ini,” kata Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, Jumat (31/5/2024).
Puji mengatakan suku Kutai memiliki kekayan budaya, seperti makanan, pola hidup dan kesenian-kesenian tradisional yang harus dilestarikan.
"Kita upayakan memfasilitasi itu semua karena Desa Bensamar merupakan kampung tertua yang ada di Kukar," katanya.
Puji menjelaskan, sebelum Kerajaan Kutai masuk ke Kota Tenggarong, suku Kutai Kampung Bensamar sudah ada sejak 406 tahun yang lalu.
Warga suku Kutai Bensamar ini, kata dia, dahulunya bermukim di tepi sungai Mahakam. Kemudian saat Kerajaan Kutai Kertanegara masuk, mereka berpindah ke pedalaman Tenggarong, tepatnya di Desa Bensamar.
“Dulunya di sini telah terbentuk dusun. Kemudian menjadi desa bersama dengan suku lain di Desa Bensamar,” jelasnya.
Puji berharap masyarakat Kukar untuk terus merawat dan melestarikan kesenian serta kebudyaan Kutai Adat Lawas, khususnya kepada para pemuda.
Ia menekankan agar terus mempelajari budaya-budaya peninggalan nenek moyang suku Kutai.
“Sebagai generasi penerus, kita wajib mempertahankan dan melestarikan budaya ini. Apalagi Kaltim termasuk bagian dari wilayah IKN. Kesenian-kesenian tradisional di Kukar ini harus kita tonjolkan, mulai cara berpakaian maupun makanan-makanan khas Kutainya,” tutupnya.
Pembukaan Festival tersebut diawali tradisi penyambutan tamu, ritual Tepong Tawar, Pelas Kampong, serta penyalaan Obor Brong, pertunjukan tari dan musik tradisi maupun kreasi seperti Sri Bangun Art (Kota Bangun), Puandara (Kedang Ipil), Kelompok Musik Pelandok Bersayap hingga Orkes Sekar Kedaton.
(Sf/By)