Seputar Kaltim

    Bendungan Pengendali Banjir di Ampal Hulu Balikpapan Siap Dibangun Bulan Ini

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pastikan pembangunan bendungan pengendali (bendali) di kawasan Ampal Hulu, Balikpapan terealisasi. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat berdiskusi dilokasi bendali. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berusaha mengatasi masalah banjir. Salah satu proyek besar yang akan segera dimulai adalah pembangunan bendungan pengendali (bendali) di kawasan Ampal Hulu, tepatnya di sekitar Pasar Segar Balikpapan Baru.

    Proyek ini dilaksanakan di atas lahan seluas 10 hektare yang telah dibebaskan dan dipersiapkan untuk pembangunan. Bahkan untuk memastikan pembangunan, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud meninjau langsung lokasi Ampal Hulu.

    “Proyek ini akan segera dieksekusi bulan ini (Maret). Dan berfungsi sebagai tampungan air sementara dari aliran hulu seperti kawasan Wonorejo sebelum mengalir ke hilir menuju saluran samping Hotel Zurich,” ucap wali kota Balikpapan kepada awak media, Senin (10/3/2025).

    Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya Pemkot untuk mengurangi debit air yang mengalir langsung ke hilir dan menyebabkan banjir.

    "Alhamdulillah, semua lahan sudah dibebaskan. Kami siap mulai eksekusi proyek ini. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) juga telah mempersiapkan segala sesuatunya," terangnya.

    Rahmad berharap proyek ini dapat berjalan lancar dengan dukungan masyarakat. Meskipun ada beberapa titik pembebasan lahan yang masih dalam tahap penyelesaian administratif di pengadilan.

    Wali Kota memastikan hal itu tidak akan menghambat keseluruhan proyek. Karena Pemkot akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memastikan proyek ini berjalan lancar.

    Ia menjelaskan, meskipun secara teknis proyek ini menjadi tanggung jawab BWS, pihaknya akan memulai pembangunan terlebih dahulu untuk menangani masalah banjir. Bendali ini akan menjadi tempat penampungan air sementara, agar air sungai tidak langsung mengalir ke muara yang bisa menyebabkan banjir.

    "Ini adalah solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir. Kami juga akan terus memantau proyek ini untuk memastikan kapasitas bendali cukup menampung air saat hujan deras," tambahnya.

    Dengan adanya bendali ini, diharapkan pengendalian banjir di Balikpapan akan semakin efektif, terutama di musim hujan. Proyek ini diharapkan bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

    Selain itu, wali kota juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus turun ke lapangan untuk memantau langsung kondisi di berbagai titik rawan banjir. Di hari yang sama, rombongan Pemkot juga meninjau pembangunan Green Valley dan jembatan Klandasan untuk memastikan proyek tersebut berjalan sesuai rencana.

    “Dengan adanya bendali ini, diharapkan banjir di Balikpapan dapat diminimalisir, memberikan kenyamanan bagi warga. Pemkot berharap proyek ini bisa segera selesai dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bendungan Pengendali Banjir di Ampal Hulu Balikpapan Siap Dibangun Bulan Ini

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pastikan pembangunan bendungan pengendali (bendali) di kawasan Ampal Hulu, Balikpapan terealisasi. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat berdiskusi dilokasi bendali. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berusaha mengatasi masalah banjir. Salah satu proyek besar yang akan segera dimulai adalah pembangunan bendungan pengendali (bendali) di kawasan Ampal Hulu, tepatnya di sekitar Pasar Segar Balikpapan Baru.

    Proyek ini dilaksanakan di atas lahan seluas 10 hektare yang telah dibebaskan dan dipersiapkan untuk pembangunan. Bahkan untuk memastikan pembangunan, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud meninjau langsung lokasi Ampal Hulu.

    “Proyek ini akan segera dieksekusi bulan ini (Maret). Dan berfungsi sebagai tampungan air sementara dari aliran hulu seperti kawasan Wonorejo sebelum mengalir ke hilir menuju saluran samping Hotel Zurich,” ucap wali kota Balikpapan kepada awak media, Senin (10/3/2025).

    Menurutnya, ini adalah bagian dari upaya Pemkot untuk mengurangi debit air yang mengalir langsung ke hilir dan menyebabkan banjir.

    "Alhamdulillah, semua lahan sudah dibebaskan. Kami siap mulai eksekusi proyek ini. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) juga telah mempersiapkan segala sesuatunya," terangnya.

    Rahmad berharap proyek ini dapat berjalan lancar dengan dukungan masyarakat. Meskipun ada beberapa titik pembebasan lahan yang masih dalam tahap penyelesaian administratif di pengadilan.

    Wali Kota memastikan hal itu tidak akan menghambat keseluruhan proyek. Karena Pemkot akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memastikan proyek ini berjalan lancar.

    Ia menjelaskan, meskipun secara teknis proyek ini menjadi tanggung jawab BWS, pihaknya akan memulai pembangunan terlebih dahulu untuk menangani masalah banjir. Bendali ini akan menjadi tempat penampungan air sementara, agar air sungai tidak langsung mengalir ke muara yang bisa menyebabkan banjir.

    "Ini adalah solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir. Kami juga akan terus memantau proyek ini untuk memastikan kapasitas bendali cukup menampung air saat hujan deras," tambahnya.

    Dengan adanya bendali ini, diharapkan pengendalian banjir di Balikpapan akan semakin efektif, terutama di musim hujan. Proyek ini diharapkan bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

    Selain itu, wali kota juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus turun ke lapangan untuk memantau langsung kondisi di berbagai titik rawan banjir. Di hari yang sama, rombongan Pemkot juga meninjau pembangunan Green Valley dan jembatan Klandasan untuk memastikan proyek tersebut berjalan sesuai rencana.

    “Dengan adanya bendali ini, diharapkan banjir di Balikpapan dapat diminimalisir, memberikan kenyamanan bagi warga. Pemkot berharap proyek ini bisa segera selesai dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.

    (Sf/Rs)