Seputar Kaltim

    Bencana Banjir di Samarinda Terus Berulang, Wali Kota Ambil Langkah Tegas

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    24 Oktober 2025 pukul 14:13 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Upaya pengendalian banjir di Kota Samarinda terus berjalan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah mengambil langkah konkrit menuntaskan persoalan banjir yang menjadi momok di Kota Tepian.

    Menyoal hujan deras disertai badai yang melanda Kota Samarinda, Rabu (22/10/2025) lalu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan, Pemkot sudah mengambil langkah tegas.

    Perkembangan upaya pengendalian banjir yang tengah dilakukan pemerintah, sudah menunjukan progres yang baik. 

    Salah satunya, koordinasi antara Pemkot Samarinda dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terkait pembangunan kolam retensi dikawasan perbatasan dua wilyah ini.

    "Sudah ada komunikasi dengan Pemkab Kukar disampaikan Kukar bersedia membangun kolam retensi di perbatasan Kukar-Samarinda tepatnya di kawasan APT Pranoto," beber Andi Harun, Jumat (24/10/2025).

    Kemudian, Pemkot Samarinda juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait percepatan pengendalian banjir di Kalimantan Timur (Kaltim) terutama di wilayah Samarinda.

    Andi Harun menyebut, sejumlah usulan untuk pengendalian banjir sudah mendapat respon positif yang difokuskan untuk mitigasi bencana banjir.

    Adapun proyek yang diusulkan, salah satunya pembangunan sheet pile di Sungai Karang Mumus (SKM), pembangunan belasan pompa air dan rumah pompa serta penambahan kolam retensi baru di wilayah sekitar aliran SKM.

    "Usulan sudah disampaikan ke kementerian PUPR, dan mendapat tanggapan yang baik. Seluruh pembangunan akan difokuskan ke penanggulangan banjir," paparnya.

    Dengan demikian, diharapkan upaya pengendalian banjir di Samarinda bisa terus dimaksimalkan. Hal ini agar dapat menekan potensi banjir ketika curah hujan meningkat.

    Tak hanya itu, menurutnya, keberhasilan penanganan banjir di Samarinda dierlukan kolaborasi seluruh pihak, baik ditingkat pemerintah pusat, provinsi maupun daerah. Supaya tercipta upaya jangka panjang pengendalian banjir di Samarinda.

    "Upaya mengendalikan banjir perlu kerjasama seluruh pihak baik di pusat hingga ke daerah. Dengan begitu kita bisa menekan potensi hingga dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir," tutup Andi Harun.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bencana Banjir di Samarinda Terus Berulang, Wali Kota Ambil Langkah Tegas

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    24 Oktober 2025 pukul 14:13 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Upaya pengendalian banjir di Kota Samarinda terus berjalan. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah mengambil langkah konkrit menuntaskan persoalan banjir yang menjadi momok di Kota Tepian.

    Menyoal hujan deras disertai badai yang melanda Kota Samarinda, Rabu (22/10/2025) lalu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan, Pemkot sudah mengambil langkah tegas.

    Perkembangan upaya pengendalian banjir yang tengah dilakukan pemerintah, sudah menunjukan progres yang baik. 

    Salah satunya, koordinasi antara Pemkot Samarinda dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terkait pembangunan kolam retensi dikawasan perbatasan dua wilyah ini.

    "Sudah ada komunikasi dengan Pemkab Kukar disampaikan Kukar bersedia membangun kolam retensi di perbatasan Kukar-Samarinda tepatnya di kawasan APT Pranoto," beber Andi Harun, Jumat (24/10/2025).

    Kemudian, Pemkot Samarinda juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait percepatan pengendalian banjir di Kalimantan Timur (Kaltim) terutama di wilayah Samarinda.

    Andi Harun menyebut, sejumlah usulan untuk pengendalian banjir sudah mendapat respon positif yang difokuskan untuk mitigasi bencana banjir.

    Adapun proyek yang diusulkan, salah satunya pembangunan sheet pile di Sungai Karang Mumus (SKM), pembangunan belasan pompa air dan rumah pompa serta penambahan kolam retensi baru di wilayah sekitar aliran SKM.

    "Usulan sudah disampaikan ke kementerian PUPR, dan mendapat tanggapan yang baik. Seluruh pembangunan akan difokuskan ke penanggulangan banjir," paparnya.

    Dengan demikian, diharapkan upaya pengendalian banjir di Samarinda bisa terus dimaksimalkan. Hal ini agar dapat menekan potensi banjir ketika curah hujan meningkat.

    Tak hanya itu, menurutnya, keberhasilan penanganan banjir di Samarinda dierlukan kolaborasi seluruh pihak, baik ditingkat pemerintah pusat, provinsi maupun daerah. Supaya tercipta upaya jangka panjang pengendalian banjir di Samarinda.

    "Upaya mengendalikan banjir perlu kerjasama seluruh pihak baik di pusat hingga ke daerah. Dengan begitu kita bisa menekan potensi hingga dampak yang ditimbulkan oleh bencana banjir," tutup Andi Harun.

    (Sf/Rs)