Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Disperindagkop Paser, Yusuf (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Kini koperasi didorong untuk bermitra dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Bulog atau agen LPG 3 Kg, agar dapat menjalankan usaha tanpa bergantung pada modal pinjaman.
Koperasi Merah Putih (KMP) sampai hari ini masih belum menemukan titik terang terkait permodalan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Yusuf menyebut sementara ini KMP dianjurkan untuk bermitra dengan BUMN. Ketika koperasi telah menemukan alur bisnisnya, baru diarahkan kepada pinjaman.
"Saat ini dianjurkan bermitra dengan BUMN untuk menjualkan saja. Jadi terhindar dari pinjaman nantinya, setelah ketemu alur bisnisnya baru akan diarahkan ke pinjaman," kata Yusuf, Rabu (20/8/2025).
Sementara itu, terkait peminjaman permodalan dari Bank Nasional Indonesia (BNI), ia menjelaskan sampai kini pihaknya masih belum mendapat informasi lebih lanjut.
Namun demikian, pihaknya masih melakukan inventarisir terkait aset-aset yang dimiliki koperasi atau yang dipinjamkan oleh pihak desa.
"Rata-rata koperasi yang ada sampai saat ini masih belum memiliki kantor," tambahnya.
Ia berharap koperasi yang telah dibentuk nantinya dapat berkoordinasi dengan pihak desa untuk meminjam aset.
"Ini nanti jadi kerja-kerja satgas, karena ada satgas nasional sampai dengan satgas kabupaten yang ditugaskan," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Disperindagkop Paser, Yusuf (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Kini koperasi didorong untuk bermitra dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Bulog atau agen LPG 3 Kg, agar dapat menjalankan usaha tanpa bergantung pada modal pinjaman.
Koperasi Merah Putih (KMP) sampai hari ini masih belum menemukan titik terang terkait permodalan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Yusuf menyebut sementara ini KMP dianjurkan untuk bermitra dengan BUMN. Ketika koperasi telah menemukan alur bisnisnya, baru diarahkan kepada pinjaman.
"Saat ini dianjurkan bermitra dengan BUMN untuk menjualkan saja. Jadi terhindar dari pinjaman nantinya, setelah ketemu alur bisnisnya baru akan diarahkan ke pinjaman," kata Yusuf, Rabu (20/8/2025).
Sementara itu, terkait peminjaman permodalan dari Bank Nasional Indonesia (BNI), ia menjelaskan sampai kini pihaknya masih belum mendapat informasi lebih lanjut.
Namun demikian, pihaknya masih melakukan inventarisir terkait aset-aset yang dimiliki koperasi atau yang dipinjamkan oleh pihak desa.
"Rata-rata koperasi yang ada sampai saat ini masih belum memiliki kantor," tambahnya.
Ia berharap koperasi yang telah dibentuk nantinya dapat berkoordinasi dengan pihak desa untuk meminjam aset.
"Ini nanti jadi kerja-kerja satgas, karena ada satgas nasional sampai dengan satgas kabupaten yang ditugaskan," tutupnya.
(Sf/Lo)