Seputar Kaltim

    Belum Temui Titik Terang, Pemkot Balikpapan Jadwalkan Dialog Susulan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo temui masa pada aksi unjuk rasa. Tak temui titik terang, Pemerintah Kota Balikpapan jadwalkan ulang. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Puluhan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Melawan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (25/8/2025). Mereka menyuarakan berbagai persoalan kota, mulai dari kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga isu lingkungan dan pelayanan publik.

    Aksi yang berlangsung damai ini sempat diwarnai dialog singkat antara massa dan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. Dalam pertemuan, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk desakan agar kenaikan PBB dibatalkan serta penanganan atas sejumlah persoalan kota seperti kelangkaan air bersih, banjir, kemacetan, hingga isu kelangkaan beras dan dugaan peredaran beras oplosan.

    Namun dialog tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, karena massa menuntut agar wali kota Balikpapan hadir langsung menemui mereka. Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota menyatakan bahwa wali kota sedang tidak berada di tempat dan akan menjadwalkan pertemuan ulang.

    “Kami datang untuk mendengarkan aspirasi mereka. Namun mereka ingin bertemu langsung dengan wali kota. Karena beliau sedang tidak berada di tempat, maka akan dijadwalkan kembali untuk dialog bersama,” ujar Bagus Susetyo kepada awak media.

    Terkait isu kenaikan PBB, Bagus menjelaskan bahwa kebijakan tersebut saat ini ditunda dan belum akan diberlakukan dalam waktu dekat. Pemerintah kota, kata dia, masih akan melakukan kajian lebih lanjut sebelum mengambil keputusan akhir.

    “Kenaikan PBB masih ditunda, dan akan dikaji lebih lanjut. Tapi sayangnya, dalam dialog tadi, pembahasan melebar ke luar topik, sehingga belum ada titik terang,” tambahnya.

    Koordinator Lapangan Aksi, Hendrikus, menegaskan bahwa aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat Kota Balikpapan.

    “Kami menyuarakan tuntutan ini demi kesejahteraan rakyat. Kami ingin Balikpapan menjadi kota yang lebih baik, adil, dan sejahtera bagi semua warganya,” jelas Hendrikus.

    Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Balikpapan sudah mengumumkan bahwa pertemuan dengan wali kota Balikpapan akan dijadwalkan Jumat (29/8/2025).

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Belum Temui Titik Terang, Pemkot Balikpapan Jadwalkan Dialog Susulan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo temui masa pada aksi unjuk rasa. Tak temui titik terang, Pemerintah Kota Balikpapan jadwalkan ulang. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Puluhan mahasiswa dan warga yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Melawan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Balikpapan, Senin (25/8/2025). Mereka menyuarakan berbagai persoalan kota, mulai dari kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga isu lingkungan dan pelayanan publik.

    Aksi yang berlangsung damai ini sempat diwarnai dialog singkat antara massa dan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. Dalam pertemuan, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, termasuk desakan agar kenaikan PBB dibatalkan serta penanganan atas sejumlah persoalan kota seperti kelangkaan air bersih, banjir, kemacetan, hingga isu kelangkaan beras dan dugaan peredaran beras oplosan.

    Namun dialog tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, karena massa menuntut agar wali kota Balikpapan hadir langsung menemui mereka. Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota menyatakan bahwa wali kota sedang tidak berada di tempat dan akan menjadwalkan pertemuan ulang.

    “Kami datang untuk mendengarkan aspirasi mereka. Namun mereka ingin bertemu langsung dengan wali kota. Karena beliau sedang tidak berada di tempat, maka akan dijadwalkan kembali untuk dialog bersama,” ujar Bagus Susetyo kepada awak media.

    Terkait isu kenaikan PBB, Bagus menjelaskan bahwa kebijakan tersebut saat ini ditunda dan belum akan diberlakukan dalam waktu dekat. Pemerintah kota, kata dia, masih akan melakukan kajian lebih lanjut sebelum mengambil keputusan akhir.

    “Kenaikan PBB masih ditunda, dan akan dikaji lebih lanjut. Tapi sayangnya, dalam dialog tadi, pembahasan melebar ke luar topik, sehingga belum ada titik terang,” tambahnya.

    Koordinator Lapangan Aksi, Hendrikus, menegaskan bahwa aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat Kota Balikpapan.

    “Kami menyuarakan tuntutan ini demi kesejahteraan rakyat. Kami ingin Balikpapan menjadi kota yang lebih baik, adil, dan sejahtera bagi semua warganya,” jelas Hendrikus.

    Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Balikpapan sudah mengumumkan bahwa pertemuan dengan wali kota Balikpapan akan dijadwalkan Jumat (29/8/2025).

    (Sf/Rs)