Cari disini...
Seputar Kaltim
Anak-anak mengikuti latihan seni tari di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, PPU. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Rumah Adat Kuta Rekan Tatau di Penajam Paser Utara (PPU) belum sepenuhnya rampung. Progres pembangunannya baru sekitar 35 persen. Namun, aktivitas budaya tetap digelar setiap Jumat untuk menjaga rumah adat tetap berfungsi sebagai ruang seni dan budaya.
Plh Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudpar) PPU, Budi Setyo, mengatakan setiap Jumat rumah adat dimanfaatkan untuk kegiatan seni, termasuk latihan tari anak-anak dan kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM serta seni budaya.
Salah satunya melalui Pakot Ngeno', yang digelar setiap Jumat sore. Kegiatan yang berarti pasar kangen tersebut menghadirkan UMKM sekaligus ruang partisipasi bagi pelaku seni dan budaya daerah.
"Jadi meskipun pembangunannya belum selesai, aktivitas di sana jangan sampai terputus. Setiap Jumat tetap ada kegiatan seni, budaya dan UMKM," kata Budi, Jumat (28/8/2026).
Menariknya, transaksi di Pakot Ngeno' tidak menggunakan uang tunai secara langsung. Pengunjung berbelanja menggunakan alat pembayaran berbentuk kayu yang ditukarkan di loket dengan nominal mulai Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 dan seterusnya.
Pengunjung menggunakan potongan kayu sebagai alat transaksi saat berbelanja di Pakot Ngeno' di Rumah Adat Rekan Tatau, PPU. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Kegiatan tersebut telah berjalan sekitar dua bulan atas inisiatif salah satu pengurus lembaga adat.
Budi mengatakan rumah adat tersebut nantinya tidak diarahkan hanya untuk satu kelompok adat. Pemanfaatannya diharapkan lebih luas sebagai ruang apresiasi pelaku seni dan budaya daerah, sekaligus dapat dikembangkan menjadi taman budaya.
"Rumah adat ini peruntukannya bukan hanya untuk satu adat. Ke depan kami harapkan bisa menjadi taman budaya dan wadah apresiasi bagi pelaku seni budaya," ujarnya.
Pemkab PPU juga telah mengajukan pembangunan lanjutan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau kepada Kementerian Kebudayaan.
Jika mendapat dukungan anggaran lanjutan, pembangunan diharapkan dapat dipercepat sekaligus memperluas fungsi bangunan, termasuk sebagai ruang pamer atau museum kecil untuk menampilkan budaya daerah.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Anak-anak mengikuti latihan seni tari di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau, PPU. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Rumah Adat Kuta Rekan Tatau di Penajam Paser Utara (PPU) belum sepenuhnya rampung. Progres pembangunannya baru sekitar 35 persen. Namun, aktivitas budaya tetap digelar setiap Jumat untuk menjaga rumah adat tetap berfungsi sebagai ruang seni dan budaya.
Plh Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudpar) PPU, Budi Setyo, mengatakan setiap Jumat rumah adat dimanfaatkan untuk kegiatan seni, termasuk latihan tari anak-anak dan kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM serta seni budaya.
Salah satunya melalui Pakot Ngeno', yang digelar setiap Jumat sore. Kegiatan yang berarti pasar kangen tersebut menghadirkan UMKM sekaligus ruang partisipasi bagi pelaku seni dan budaya daerah.
"Jadi meskipun pembangunannya belum selesai, aktivitas di sana jangan sampai terputus. Setiap Jumat tetap ada kegiatan seni, budaya dan UMKM," kata Budi, Jumat (28/8/2026).
Menariknya, transaksi di Pakot Ngeno' tidak menggunakan uang tunai secara langsung. Pengunjung berbelanja menggunakan alat pembayaran berbentuk kayu yang ditukarkan di loket dengan nominal mulai Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000 dan seterusnya.
Pengunjung menggunakan potongan kayu sebagai alat transaksi saat berbelanja di Pakot Ngeno' di Rumah Adat Rekan Tatau, PPU. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Kegiatan tersebut telah berjalan sekitar dua bulan atas inisiatif salah satu pengurus lembaga adat.
Budi mengatakan rumah adat tersebut nantinya tidak diarahkan hanya untuk satu kelompok adat. Pemanfaatannya diharapkan lebih luas sebagai ruang apresiasi pelaku seni dan budaya daerah, sekaligus dapat dikembangkan menjadi taman budaya.
"Rumah adat ini peruntukannya bukan hanya untuk satu adat. Ke depan kami harapkan bisa menjadi taman budaya dan wadah apresiasi bagi pelaku seni budaya," ujarnya.
Pemkab PPU juga telah mengajukan pembangunan lanjutan Rumah Adat Kuta Rekan Tatau kepada Kementerian Kebudayaan.
Jika mendapat dukungan anggaran lanjutan, pembangunan diharapkan dapat dipercepat sekaligus memperluas fungsi bangunan, termasuk sebagai ruang pamer atau museum kecil untuk menampilkan budaya daerah.
(Sf/Rs)