Cari disini...
Seputar Kaltim
TPI Tanjung Batu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kabupaten Berau memiliki potensi penghasil sektor kelautan yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan.
Kabupaten ini memiliki beberapa wilayah yang letak geografisnya berada di kawasan pesisir, seperti Kampung Tanjung Batu.
Kekayaan laut di sekitarnya memberikan peluang bagi masyarakat setempat untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, seperti kekayaan sumber daya ikan dan juga pengolahan hasil laut. Namun, keterbatasan fasilitas dasar membuat operasional Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu belum berjalan secara optimal.
Salah satu kendala utama yakni sarana dan prasarana yang blum memadai, seperti belum tersedianya gudang pendingin (cold storage) dan pabrik es di kawasan tersebut. Kondisi ini berdampak langsung pada pengelolaan hasil tangkapan nelayan yang tidak dapat disimpan dalam jangka waktu lama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPI Sambaliung, Frederik Sibulo mengatakan ketiadaan fasilitas tersebut menjadi hambatan terbesar dalam mengoptimalkan fungsi TPI sebagai pusat distribusi hasil laut.
"Kita belum memiliki cold storage dan pabrik es. Jadi saat ini ikan hanya bisa ditampung sementara tanpa sistem pengawetan yang memadai," ujar Frederik.
Menurutnya, tanpa fasilitas pendingin, hasil tangkapan nelayan harus segera dijual untuk menghindari penurunan kualitas. Hal ini membuat posisi tawar nelayan menjadi lemah dalam menentukan harga jual di pasar.
"Ikan harus cepat dijual agar tidak rusak. Akibatnya, harga sering kali ditekan karena keterbatasan waktu penyimpanan," tuturnya.
Menurutnya keberadaan cold storage dan pabrik es sangat penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan dalam waktu lebih lama, sehingga nelayan memiliki peluang mendapatkan nilai jual yang lebih baik.
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjaga aktivitas nelayan agar terus berjalan. Beberapa bantuan telah diberikan, seperti cool box untuk penyimpanan sementara serta kendaraan roda tiga untuk memperlancar distribusi hasil tangkapan.
Selain itu, ia pun menyampaikan ke depannya akan dilakukan penataan sistem pemasaran hasil tangkapan nelayan yang akan di pusatkan di TPI Tanjung Batu.
"Ini bertujuan agar sistem pemasaran lebih tertata dan transparan," tambahnya.
Frederik menegaskan potensi hasil laut yang melimpah merupakan modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan di Kabupaten Berau.
"Saya berharap dukungan infrastruktur yang memadai dapat segera direalisasikan agar kesejahteraan nelayan dapat meningkat," tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

TPI Tanjung Batu. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Kabupaten Berau memiliki potensi penghasil sektor kelautan yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan.
Kabupaten ini memiliki beberapa wilayah yang letak geografisnya berada di kawasan pesisir, seperti Kampung Tanjung Batu.
Kekayaan laut di sekitarnya memberikan peluang bagi masyarakat setempat untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, seperti kekayaan sumber daya ikan dan juga pengolahan hasil laut. Namun, keterbatasan fasilitas dasar membuat operasional Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Batu belum berjalan secara optimal.
Salah satu kendala utama yakni sarana dan prasarana yang blum memadai, seperti belum tersedianya gudang pendingin (cold storage) dan pabrik es di kawasan tersebut. Kondisi ini berdampak langsung pada pengelolaan hasil tangkapan nelayan yang tidak dapat disimpan dalam jangka waktu lama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPI Sambaliung, Frederik Sibulo mengatakan ketiadaan fasilitas tersebut menjadi hambatan terbesar dalam mengoptimalkan fungsi TPI sebagai pusat distribusi hasil laut.
"Kita belum memiliki cold storage dan pabrik es. Jadi saat ini ikan hanya bisa ditampung sementara tanpa sistem pengawetan yang memadai," ujar Frederik.
Menurutnya, tanpa fasilitas pendingin, hasil tangkapan nelayan harus segera dijual untuk menghindari penurunan kualitas. Hal ini membuat posisi tawar nelayan menjadi lemah dalam menentukan harga jual di pasar.
"Ikan harus cepat dijual agar tidak rusak. Akibatnya, harga sering kali ditekan karena keterbatasan waktu penyimpanan," tuturnya.
Menurutnya keberadaan cold storage dan pabrik es sangat penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan dalam waktu lebih lama, sehingga nelayan memiliki peluang mendapatkan nilai jual yang lebih baik.
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjaga aktivitas nelayan agar terus berjalan. Beberapa bantuan telah diberikan, seperti cool box untuk penyimpanan sementara serta kendaraan roda tiga untuk memperlancar distribusi hasil tangkapan.
Selain itu, ia pun menyampaikan ke depannya akan dilakukan penataan sistem pemasaran hasil tangkapan nelayan yang akan di pusatkan di TPI Tanjung Batu.
"Ini bertujuan agar sistem pemasaran lebih tertata dan transparan," tambahnya.
Frederik menegaskan potensi hasil laut yang melimpah merupakan modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan di Kabupaten Berau.
"Saya berharap dukungan infrastruktur yang memadai dapat segera direalisasikan agar kesejahteraan nelayan dapat meningkat," tandasnya.
(Sf/Lo)