Seputar Kaltim

    Belum Masuk Prioritas Pusat Tapi Hotspot Tembus Ribuan, Kaltim Siagakan Darurat Karhutla

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    21 September 2026 pukul 17:10 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, angkat bicara terkait peningkatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kaltim.

    Ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/9/2026), Rudy mengungkapkan bahwa Kaltim sebenarnya masih di luar dari enam provinsi yang menjadi perhatian pemerintah pusat terkait Karhutla.

    "Karhutla hari ini tadi kita bahas sebenarnya provinsi Kalimantan Timur ini masih di luar daripada enam provinsi yang hari ini yang menjadi perhatian pemerintah pusat di luar daripada Kalbar, Kalteng, Kalsel, Riau, Jambi dan Sumsel," ujar Rudy.

    Namun demikian, ia menegaskan perlunya langkah antisipasi karena jumlah titik spot panas di Kaltim saat ini sudah hampir melampaui Provinsi Jambi.

    "Tapi kita perlu mengantisipasi karena hari ini titik spot panas yang terjadi sudah hampir melampaui Jambi sehingga kita perlu mengantisipasi terkait dengan karhutla di Kaltim," jelasnya.

    Rudy juga berharap hujan segera turun, mengingat kondisi sungai di Kaltim yang mulai mengering akibat kemarau.

    "Kita berdoa semoga hujan segera turun ya apalagi sungai kita kering, mudah-mudahan kalau hujan segera turun titik spot-spot panas yang ada di Kaltim ini bisa dihentikan," katanya.

    Ia menambahkan, masih banyak titik panas krusial dengan jumlah yang mencapai ribuan, meski kondisinya masih lebih baik dibandingkan enam provinsi yang menjadi fokus utama pemerintah pusat.

    "Masih banyak spot panas yang krusial kalau nggak salah tadi jumlahnya berapa ribuan ya tetapi masih lebih baik dibandingkan enam provinsi tadi, kita berdoa semuanya," ungkapnya.

    Rudy pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, terutama di area yang mudah terbakar.

    "Kita imbau kepada masyarakat untuk saat ini tidak melakukan pembakaran lahan ataupun pembakaran sampah itu di sekitaran area-area yang mudah terbakar," tegasnya.

    Terlebih untuk pembukaan lahan baru, ia meminta agar ditunda hingga musim penghujan tiba dan izin diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    "Terutama lagi untuk pembukaan lahan, nanti pembukaan lahan baru diberikan izin oleh Kemendagri setelah nanti masuk musim penghujan kalau sekarang jangan dulu karena dampaknya darurat hari ini," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Belum Masuk Prioritas Pusat Tapi Hotspot Tembus Ribuan, Kaltim Siagakan Darurat Karhutla

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    21 September 2026 pukul 17:10 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, angkat bicara terkait peningkatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kaltim.

    Ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (21/9/2026), Rudy mengungkapkan bahwa Kaltim sebenarnya masih di luar dari enam provinsi yang menjadi perhatian pemerintah pusat terkait Karhutla.

    "Karhutla hari ini tadi kita bahas sebenarnya provinsi Kalimantan Timur ini masih di luar daripada enam provinsi yang hari ini yang menjadi perhatian pemerintah pusat di luar daripada Kalbar, Kalteng, Kalsel, Riau, Jambi dan Sumsel," ujar Rudy.

    Namun demikian, ia menegaskan perlunya langkah antisipasi karena jumlah titik spot panas di Kaltim saat ini sudah hampir melampaui Provinsi Jambi.

    "Tapi kita perlu mengantisipasi karena hari ini titik spot panas yang terjadi sudah hampir melampaui Jambi sehingga kita perlu mengantisipasi terkait dengan karhutla di Kaltim," jelasnya.

    Rudy juga berharap hujan segera turun, mengingat kondisi sungai di Kaltim yang mulai mengering akibat kemarau.

    "Kita berdoa semoga hujan segera turun ya apalagi sungai kita kering, mudah-mudahan kalau hujan segera turun titik spot-spot panas yang ada di Kaltim ini bisa dihentikan," katanya.

    Ia menambahkan, masih banyak titik panas krusial dengan jumlah yang mencapai ribuan, meski kondisinya masih lebih baik dibandingkan enam provinsi yang menjadi fokus utama pemerintah pusat.

    "Masih banyak spot panas yang krusial kalau nggak salah tadi jumlahnya berapa ribuan ya tetapi masih lebih baik dibandingkan enam provinsi tadi, kita berdoa semuanya," ungkapnya.

    Rudy pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah, terutama di area yang mudah terbakar.

    "Kita imbau kepada masyarakat untuk saat ini tidak melakukan pembakaran lahan ataupun pembakaran sampah itu di sekitaran area-area yang mudah terbakar," tegasnya.

    Terlebih untuk pembukaan lahan baru, ia meminta agar ditunda hingga musim penghujan tiba dan izin diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    "Terutama lagi untuk pembukaan lahan, nanti pembukaan lahan baru diberikan izin oleh Kemendagri setelah nanti masuk musim penghujan kalau sekarang jangan dulu karena dampaknya darurat hari ini," pungkasnya.

    (Sf/Lo)