Belum Capai Target, Disdik Berau Perkuat SDM Guru PAUD

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    25 April 2026 12:10 WIB

    Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyusul capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) yang belum mencapai target.

    Berdasarkan data Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), APK PAUD Berau pada 2025 berada di angka 96,84 persen dengan jumlah peserta didik mencapai 13.558 siswa dari berbagai satuan pendidikan, seperti Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

    Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, menegaskan bahwa peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi fokus utama untuk mendorong peningkatan partisipasi pendidikan anak usia dini.

    "Program peningkatan kompetensi kini difokuskan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik minimal Diploma IV atau Sarjana. Guru PAUD kita rata-rata belum sarjana," ujar Mardiatul.

    Ia menjelaskan, belum optimalnya capaian APK PAUD dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi pendidikan maupun kondisi sosial masyarakat. Rendahnya kesadaran akan pentingnya PAUD, belum adanya kewajiban lulusan PAUD sebagai syarat masuk sekolah dasar, serta keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama.

    "Persoalan kelembagaan juga menjadi tantangan. Masih terdapat satuan PAUD yang belum memiliki izin operasional dan dominasi lembaga swasta dalam penyelenggaraan pendidikan prasekolah," tuturnya. 

    Sementara itu, dirinya mengatakan Data Disdik pun mencatat, dari total 242 lembaga pendidikan prasekolah di Berau, hanya 15 TK berstatus negeri, sementara seluruh PAUD dikelola oleh pihak swasta. Kondisi ini berdampak pada kualitas tenaga pengajar yang sebagian besar belum memenuhi kualifikasi akademik.

    "Mayoritas guru di lembaga non-negeri inilah yang belum mengantongi ijazah sarjana," jelasnya.

    ia pun menyampaikan sebagai langkah konkret, pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi data guru melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebelum menetapkan peserta program peningkatan kompetensi.

    "Nanti kami verifikasi, tergantung kuotanya berapa serta validasi di Disdik," tambahnya.

    Dirinya mengatakan bahwa program ini terbuka bagi guru di sekolah negeri maupun swasta yang memenuhi persyaratan, dengan kuota yang disesuaikan kemampuan anggaran daerah.

    Mardiatul juga menegaskan, upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat SDM di sektor pendidikan, sekaligus menjadi strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Berau dalam membangun fondasi pendidikan sejak usia dini.

    "Ini juga menjadi target pemerintah daerah untuk menciptakan SDM yang berkualitas demi masa depan pembangunan daerah," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Belum Capai Target, Disdik Berau Perkuat SDM Guru PAUD

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Seputar Kaltim

    25 April 2026 12:10 WIB

    Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyusul capaian Angka Partisipasi Kasar (APK) yang belum mencapai target.

    Berdasarkan data Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), APK PAUD Berau pada 2025 berada di angka 96,84 persen dengan jumlah peserta didik mencapai 13.558 siswa dari berbagai satuan pendidikan, seperti Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).

    Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, menegaskan bahwa peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi fokus utama untuk mendorong peningkatan partisipasi pendidikan anak usia dini.

    "Program peningkatan kompetensi kini difokuskan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik minimal Diploma IV atau Sarjana. Guru PAUD kita rata-rata belum sarjana," ujar Mardiatul.

    Ia menjelaskan, belum optimalnya capaian APK PAUD dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi pendidikan maupun kondisi sosial masyarakat. Rendahnya kesadaran akan pentingnya PAUD, belum adanya kewajiban lulusan PAUD sebagai syarat masuk sekolah dasar, serta keterbatasan ekonomi menjadi kendala utama.

    "Persoalan kelembagaan juga menjadi tantangan. Masih terdapat satuan PAUD yang belum memiliki izin operasional dan dominasi lembaga swasta dalam penyelenggaraan pendidikan prasekolah," tuturnya. 

    Sementara itu, dirinya mengatakan Data Disdik pun mencatat, dari total 242 lembaga pendidikan prasekolah di Berau, hanya 15 TK berstatus negeri, sementara seluruh PAUD dikelola oleh pihak swasta. Kondisi ini berdampak pada kualitas tenaga pengajar yang sebagian besar belum memenuhi kualifikasi akademik.

    "Mayoritas guru di lembaga non-negeri inilah yang belum mengantongi ijazah sarjana," jelasnya.

    ia pun menyampaikan sebagai langkah konkret, pihaknya akan melakukan verifikasi dan validasi data guru melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebelum menetapkan peserta program peningkatan kompetensi.

    "Nanti kami verifikasi, tergantung kuotanya berapa serta validasi di Disdik," tambahnya.

    Dirinya mengatakan bahwa program ini terbuka bagi guru di sekolah negeri maupun swasta yang memenuhi persyaratan, dengan kuota yang disesuaikan kemampuan anggaran daerah.

    Mardiatul juga menegaskan, upaya ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat SDM di sektor pendidikan, sekaligus menjadi strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Berau dalam membangun fondasi pendidikan sejak usia dini.

    "Ini juga menjadi target pemerintah daerah untuk menciptakan SDM yang berkualitas demi masa depan pembangunan daerah," tandasnya.

    (Sf/Rs)