Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Samarinda, Andi Haru melakukan tinjauan Teras Samarinda Tahap 2. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Masyarakat Samarinda yang berharap dapat menikmati Teras Samarinda tahap dua di momen libur Tahun Baru 2026 harus sedikit bersabar.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan bahwa kawasan ikonik tersebut belum akan dibuka untuk umum saat perayaan pergantian tahun.
Keputusan ini diambil karena Teras Samarinda tahap dua masih dalam masa pemeliharaan dan harus melalui serangkaian uji coba untuk menjamin keamanan serta fungsionalitasnya.
"Libur Tahun Baru saya kira kita masih harus uji coba dulu, ya. Karena masih masuk masa pemeliharaan. Kita harus menguji coba tingkat keamanannya dan untuk memastikan bahwa pekerjaan pihak penyedia jasa tidak terganggu akibat pembukaan," jelas Wali Kota Andi Harun usai keliling Teras Samarinda, Jumat (5/12/2025).
Penundaan pembukaan ini juga berkaitan dengan progres pembangunan Teras Samarinda Tahap 2 yang terbagi menjadi empat segmen.
Meskipun Segmen 1, 2, dan 3 ditargetkan selesai pada Desember 2025, Segmen 4 mengalami hambatan signifikan.
Wali Kota Andi Harun membeberkan bahwa Segmen 4 diperkirakan akan mengalami keterlambatan penyelesaian.
"Khusus untuk Segmen 4 diperkirakan akan mengalami keterlambatan. Itu disebabkan dulu karena ada lelang ulang. Karena ada yang tidak memenuhi ketentuan hukum, proses lelangnya dibatalkan, dan akhirnya akan memakan waktu mundur," terangnya.
Meskipun terjadi keterlambatan, Wali Kota memastikan bahwa pihak kontraktor akan tetap mengikuti ketentuan hukum.
"Apapun sebab keterlambatannya, terutama di Segmen 4, maka tetap harus kita jalankan ketentuan hukum, di mana apabila terjadi kelambatan maka diperlakukan denda," tegasnya.
Keterlambatan di Segmen 4 bukan hanya disebabkan masalah administrasi, tetapi juga kompleksitas teknis. Segmen tersebut berfokus pada aspek drainase, yang melibatkan pemasangan precast dari Balikpapan serta upaya koneksi yang rumit.
"Segmen 4 itu relatif lebih rumit dari sisi teknik karena itu lebih banyak pekerjaannya pada aspek drainase," katanya.
Pekerjaan drainase ini mencakup penyambungan saluran air yang sudah ada (existing) dengan saluran baru, serta pembuangan air dari arah darat ke arah sungai agar tetap fungsional. Tantangan terbesar lainnya adalah konstruksi bangunan yang sebagian besar berada di atas air.
Secara umum, Andi Harun menilai kualitas pekerjaan sudah bagus dengan deviasi yang tidak terlalu banyak. Namun, ia telah meminta kontraktor untuk memperbaiki beberapa temuan minor, termasuk kelandaian underseed untuk menghindari genangan air hujan. Kemudian, pengecatan dan perbaikan kelonggaran pasangan besi.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Samarinda, Andi Haru melakukan tinjauan Teras Samarinda Tahap 2. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Masyarakat Samarinda yang berharap dapat menikmati Teras Samarinda tahap dua di momen libur Tahun Baru 2026 harus sedikit bersabar.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memastikan bahwa kawasan ikonik tersebut belum akan dibuka untuk umum saat perayaan pergantian tahun.
Keputusan ini diambil karena Teras Samarinda tahap dua masih dalam masa pemeliharaan dan harus melalui serangkaian uji coba untuk menjamin keamanan serta fungsionalitasnya.
"Libur Tahun Baru saya kira kita masih harus uji coba dulu, ya. Karena masih masuk masa pemeliharaan. Kita harus menguji coba tingkat keamanannya dan untuk memastikan bahwa pekerjaan pihak penyedia jasa tidak terganggu akibat pembukaan," jelas Wali Kota Andi Harun usai keliling Teras Samarinda, Jumat (5/12/2025).
Penundaan pembukaan ini juga berkaitan dengan progres pembangunan Teras Samarinda Tahap 2 yang terbagi menjadi empat segmen.
Meskipun Segmen 1, 2, dan 3 ditargetkan selesai pada Desember 2025, Segmen 4 mengalami hambatan signifikan.
Wali Kota Andi Harun membeberkan bahwa Segmen 4 diperkirakan akan mengalami keterlambatan penyelesaian.
"Khusus untuk Segmen 4 diperkirakan akan mengalami keterlambatan. Itu disebabkan dulu karena ada lelang ulang. Karena ada yang tidak memenuhi ketentuan hukum, proses lelangnya dibatalkan, dan akhirnya akan memakan waktu mundur," terangnya.
Meskipun terjadi keterlambatan, Wali Kota memastikan bahwa pihak kontraktor akan tetap mengikuti ketentuan hukum.
"Apapun sebab keterlambatannya, terutama di Segmen 4, maka tetap harus kita jalankan ketentuan hukum, di mana apabila terjadi kelambatan maka diperlakukan denda," tegasnya.
Keterlambatan di Segmen 4 bukan hanya disebabkan masalah administrasi, tetapi juga kompleksitas teknis. Segmen tersebut berfokus pada aspek drainase, yang melibatkan pemasangan precast dari Balikpapan serta upaya koneksi yang rumit.
"Segmen 4 itu relatif lebih rumit dari sisi teknik karena itu lebih banyak pekerjaannya pada aspek drainase," katanya.
Pekerjaan drainase ini mencakup penyambungan saluran air yang sudah ada (existing) dengan saluran baru, serta pembuangan air dari arah darat ke arah sungai agar tetap fungsional. Tantangan terbesar lainnya adalah konstruksi bangunan yang sebagian besar berada di atas air.
Secara umum, Andi Harun menilai kualitas pekerjaan sudah bagus dengan deviasi yang tidak terlalu banyak. Namun, ia telah meminta kontraktor untuk memperbaiki beberapa temuan minor, termasuk kelandaian underseed untuk menghindari genangan air hujan. Kemudian, pengecatan dan perbaikan kelonggaran pasangan besi.
(Sf/Rs)