Seputar Kaltim

    Belum Banyak Warga yang Pakai Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Samarinda 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    11 Februari 2025 pukul 14:18 WITA

    Komisi IV DPRD Samarinda tinjau pelayanan di Puskesmas Pasundan, Samarinda Ulu, Selasa (11/2/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Komisi IV DPRD Samarinda melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah puskesmas pada Selasa (11/2/2025) pagi. Kunjungan ini bertujuan meninjau pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), baik di pusat kota maupun kawasan pinggiran.  

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan, mengungkapkan bahwa hampir seluruh dari 26 puskesmas di Samarinda telah masuk kategori paripurna, artinya memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan. 

    Namun, ia mencatat masih ada beberapa kebutuhan khusus di beberapa puskesmas.  

    "Salah satu contohnya Puskesmas Pasundan yang masih membutuhkan gudang penyimpanan. Selain itu, fasilitas kendaraan operasional juga masih kurang. Idealnya, setiap puskesmas memiliki minimal dua unit kendaraan, sementara saat ini baru tersedia satu unit," ujar Novan.  

    Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan program pemeriksaan gratis dari pemerintah pusat. Dalam tinjauan di dua lokasi, yakni di Puskesmas Sambutan dan Pasundan, pihaknya menemukan bahwa belum ada masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut.  

    Program yang baru dimulai sejak 10 Februari ini belum banyak masyarakat yang mengikuti. Karenanya ia ingin agar sosialisasi semakin dimasifkan hingga tingkat RT agar masyarakat, terutama lansia, bisa benar-benar memanfaatkannya. 

    Poltisi Partai Golkar ini menilai, secara umum, pelayanan di puskesmas sudah berjalan dengan baik. Selain melayani di fasilitas utama, tenaga kesehatan juga aktif berkeliling ke posyandu di berbagai wilayah Samarinda. Apalagi soal pemeriksaan gratis, menurutnya standar sudah terpenuhi, tinggal bagaimana agar masyarakat memanfaatkannya. 

    "Di hari kedua ini belum ada yang menggunakan layanan tersebut. Apakah karena masyarakat belum punya waktu atau sosialisasinya kurang masif, ini yang akan kami pantau," tambahnya.  

    Karenanya ia akan mengevaluasi efektivitas sosialisasi program ini selama satu pekan ke depan. Jika diperlukan, pihaknya akan mengambil langkah untuk membantu meningkatkan penyebaran informasi.  

    Ia menegaskan, ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab rendahnya pemanfaatan pemeriksaan gratis. "Bisa jadi masyarakat memang dalam kondisi sehat, atau justru kesadarannya masih rendah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Harapannya, dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesadaran kesehatan di Samarinda juga ikut naik," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Belum Banyak Warga yang Pakai Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Samarinda 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    11 Februari 2025 pukul 14:18 WITA

    Komisi IV DPRD Samarinda tinjau pelayanan di Puskesmas Pasundan, Samarinda Ulu, Selasa (11/2/2025). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Komisi IV DPRD Samarinda melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah puskesmas pada Selasa (11/2/2025) pagi. Kunjungan ini bertujuan meninjau pelayanan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), baik di pusat kota maupun kawasan pinggiran.  

    Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan, mengungkapkan bahwa hampir seluruh dari 26 puskesmas di Samarinda telah masuk kategori paripurna, artinya memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan. 

    Namun, ia mencatat masih ada beberapa kebutuhan khusus di beberapa puskesmas.  

    "Salah satu contohnya Puskesmas Pasundan yang masih membutuhkan gudang penyimpanan. Selain itu, fasilitas kendaraan operasional juga masih kurang. Idealnya, setiap puskesmas memiliki minimal dua unit kendaraan, sementara saat ini baru tersedia satu unit," ujar Novan.  

    Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan program pemeriksaan gratis dari pemerintah pusat. Dalam tinjauan di dua lokasi, yakni di Puskesmas Sambutan dan Pasundan, pihaknya menemukan bahwa belum ada masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut.  

    Program yang baru dimulai sejak 10 Februari ini belum banyak masyarakat yang mengikuti. Karenanya ia ingin agar sosialisasi semakin dimasifkan hingga tingkat RT agar masyarakat, terutama lansia, bisa benar-benar memanfaatkannya. 

    Poltisi Partai Golkar ini menilai, secara umum, pelayanan di puskesmas sudah berjalan dengan baik. Selain melayani di fasilitas utama, tenaga kesehatan juga aktif berkeliling ke posyandu di berbagai wilayah Samarinda. Apalagi soal pemeriksaan gratis, menurutnya standar sudah terpenuhi, tinggal bagaimana agar masyarakat memanfaatkannya. 

    "Di hari kedua ini belum ada yang menggunakan layanan tersebut. Apakah karena masyarakat belum punya waktu atau sosialisasinya kurang masif, ini yang akan kami pantau," tambahnya.  

    Karenanya ia akan mengevaluasi efektivitas sosialisasi program ini selama satu pekan ke depan. Jika diperlukan, pihaknya akan mengambil langkah untuk membantu meningkatkan penyebaran informasi.  

    Ia menegaskan, ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab rendahnya pemanfaatan pemeriksaan gratis. "Bisa jadi masyarakat memang dalam kondisi sehat, atau justru kesadarannya masih rendah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Harapannya, dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesadaran kesehatan di Samarinda juga ikut naik," pungkasnya.

    (Sf/Rs)