Seputar Kaltim

    Belum Ada Tanda-Tanda di Hari Kedua, Keluarga Menanti Kabar Arani yang Hilang Pascainsiden Kapal

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 Januari 2026 pukul 21:47 WITA

    Tim SAR melakukan pencarian terhadap korban yang tenggelam. (Foto: Basarnas Kaltim)

    Samarinda - Aliran Sungai Belayan di Desa Long Beleh Modang, Kutai Kartanegara, masih menyimpan misteri keberadaan Arani. Pria paruh baya berusia 58 tahun, warga Muara Penon itu, belum juga menampakkan diri hingga hari kedua operasi pencarian, usai perahu ketinting yang ditumpanginya mengalami insiden dengan kapal LCT.

    Kecemasan kian meliputi keluarga dan kerabat yang menanti di daratan. Harapan mereka sempat tumbuh ketika Ilan yang berusia 21 tahun, yakni rekan seperjalanan Arani, berhasil selamat dari peristiwa nahas tersebut. 

    Namun, nasib Arani hingga Rabu (14/1/2026) sore, masih belum menemui titik terang.

    Tim SAR Gabungan yang tiba di lokasi pada tengah hari langsung bergerak cepat. Dengan menggunakan perahu karet, mereka menyisir setiap jengkal sisi sungai sejauh kurang lebih 3 kilometer dari lokasi awal kejadian, berharap menemukan tanda-tanda keberadaan sang bapak.

    Namun, upaya keras tim di lapangan menghadapi tantangan alam yang tidak ringan. Dantim SAR, Nur Ngalim, menggambarkan betapa sulitnya medan pencarian kali ini.

    "Kondisi arus sungai yang cukup kuat menjadi kendala utama. Selain itu, akses menuju lokasi juga sempat terhambat banjir, ditambah potensi ancaman satwa liar di sekitar sungai," ungkapnya.

    Hingga pukul 17.30 WITA, penyisiran belum membuahkan hasil. Dengan pertimbangan keselamatan tim di tengah kondisi yang semakin gelap dan berisiko, operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara. 

    Tim SAR gabungan kini berposko di Dermaga Penyeberangan Desa Pulau Pinang, menyusun rencana untuk melanjutkan misi kemanusiaan ini esok pagi, dengan harapan besar dapat segera membawa Arani pulang kepada keluarganya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Belum Ada Tanda-Tanda di Hari Kedua, Keluarga Menanti Kabar Arani yang Hilang Pascainsiden Kapal

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    14 Januari 2026 pukul 21:47 WITA

    Tim SAR melakukan pencarian terhadap korban yang tenggelam. (Foto: Basarnas Kaltim)

    Samarinda - Aliran Sungai Belayan di Desa Long Beleh Modang, Kutai Kartanegara, masih menyimpan misteri keberadaan Arani. Pria paruh baya berusia 58 tahun, warga Muara Penon itu, belum juga menampakkan diri hingga hari kedua operasi pencarian, usai perahu ketinting yang ditumpanginya mengalami insiden dengan kapal LCT.

    Kecemasan kian meliputi keluarga dan kerabat yang menanti di daratan. Harapan mereka sempat tumbuh ketika Ilan yang berusia 21 tahun, yakni rekan seperjalanan Arani, berhasil selamat dari peristiwa nahas tersebut. 

    Namun, nasib Arani hingga Rabu (14/1/2026) sore, masih belum menemui titik terang.

    Tim SAR Gabungan yang tiba di lokasi pada tengah hari langsung bergerak cepat. Dengan menggunakan perahu karet, mereka menyisir setiap jengkal sisi sungai sejauh kurang lebih 3 kilometer dari lokasi awal kejadian, berharap menemukan tanda-tanda keberadaan sang bapak.

    Namun, upaya keras tim di lapangan menghadapi tantangan alam yang tidak ringan. Dantim SAR, Nur Ngalim, menggambarkan betapa sulitnya medan pencarian kali ini.

    "Kondisi arus sungai yang cukup kuat menjadi kendala utama. Selain itu, akses menuju lokasi juga sempat terhambat banjir, ditambah potensi ancaman satwa liar di sekitar sungai," ungkapnya.

    Hingga pukul 17.30 WITA, penyisiran belum membuahkan hasil. Dengan pertimbangan keselamatan tim di tengah kondisi yang semakin gelap dan berisiko, operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara. 

    Tim SAR gabungan kini berposko di Dermaga Penyeberangan Desa Pulau Pinang, menyusun rencana untuk melanjutkan misi kemanusiaan ini esok pagi, dengan harapan besar dapat segera membawa Arani pulang kepada keluarganya.

    (Sf/Rs)