Seputar Kaltim

    BEI Gandeng MES Balikpapan Tingkatkan Literasi Pasar Modal Syariah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara), Ferdinan Sihombing saat menghadiri roadshow Pasar Modal Syariah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Bursa Efek Indonesia (BEI) wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) terus mendorong peningkatan literasi masyarakat tentang investasi, khususnya di sektor pasar modal syariah.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala BEI Kaltim-Kaltara, Ferdinan Sihombing dalam kegiatan edukasi pasar modal syariah bertema Gaya Investasi Kekinian untuk Semua Kalangan yang digelar di Balikpapan. Ia menegaskan pentingnya edukasi investasi kepada masyarakat.

    "Peningkatan literasi dan jumlah investor lokal merupakan pekerjaan rumah bersama. Karena itu, BEI aktif bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk MES, untuk mengedukasi masyarakat, bukan hanya di pasar modal tetapi juga di sektor keuangan lainnya," ucap Ferdinan yang juga merupakan Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Balikpapan, Rabu (8/10/2025).

    Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara berinvestasi yang benar dan sesuai prinsip syariah. Edukasi ini dinilai penting mengingat maraknya praktik investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga judi online yang menyasar generasi muda.

    “Banyak anak muda yang terjerat investasi dan pinjaman ilegal. Padahal, niat mereka sebenarnya ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Maka dari itu, penting bagi kami untuk hadir memberikan informasi dan edukasi yang tepat,” jelasnya.

    Ia menyebutkan, bahwa pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Per Oktober 2025, jumlah investor pasar modal nasional telah mencapai lebih dari 18,7 juta orang, dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp15,7 triliun sepanjang tahun ini.

    “Sementara di Kaltim, jumlah investor tercatat mencapai 217 ribu orang. Kota Balikpapan menjadi penyumbang terbesar dengan lebih dari 78 ribu investor, menjadikannya salah satu kota dengan investor terbanyak di Pulau Kalimantan,” lanjutnya.

    Dengan lebih dari 90 persen penduduk Balikpapan beragama Islam, dirinya melihat potensi besar dalam pengembangan pasar modal syariah di wilayah ini. Potensi pasar modal syariah di Balikpapan sangat besar.

    “Karena itu, kami berharap sinergi antara BEI, MES, dan MUI terus terjalin untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat," terangnya.

    Melalui program edukasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, BEI dan MES optimistis dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui penguatan pasar modal syariah di daerah.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    BEI Gandeng MES Balikpapan Tingkatkan Literasi Pasar Modal Syariah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara), Ferdinan Sihombing saat menghadiri roadshow Pasar Modal Syariah. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Bursa Efek Indonesia (BEI) wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) terus mendorong peningkatan literasi masyarakat tentang investasi, khususnya di sektor pasar modal syariah.

    Hal ini disampaikan oleh Kepala BEI Kaltim-Kaltara, Ferdinan Sihombing dalam kegiatan edukasi pasar modal syariah bertema Gaya Investasi Kekinian untuk Semua Kalangan yang digelar di Balikpapan. Ia menegaskan pentingnya edukasi investasi kepada masyarakat.

    "Peningkatan literasi dan jumlah investor lokal merupakan pekerjaan rumah bersama. Karena itu, BEI aktif bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk MES, untuk mengedukasi masyarakat, bukan hanya di pasar modal tetapi juga di sektor keuangan lainnya," ucap Ferdinan yang juga merupakan Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Balikpapan, Rabu (8/10/2025).

    Ia menambahkan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara berinvestasi yang benar dan sesuai prinsip syariah. Edukasi ini dinilai penting mengingat maraknya praktik investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga judi online yang menyasar generasi muda.

    “Banyak anak muda yang terjerat investasi dan pinjaman ilegal. Padahal, niat mereka sebenarnya ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Maka dari itu, penting bagi kami untuk hadir memberikan informasi dan edukasi yang tepat,” jelasnya.

    Ia menyebutkan, bahwa pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Per Oktober 2025, jumlah investor pasar modal nasional telah mencapai lebih dari 18,7 juta orang, dengan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp15,7 triliun sepanjang tahun ini.

    “Sementara di Kaltim, jumlah investor tercatat mencapai 217 ribu orang. Kota Balikpapan menjadi penyumbang terbesar dengan lebih dari 78 ribu investor, menjadikannya salah satu kota dengan investor terbanyak di Pulau Kalimantan,” lanjutnya.

    Dengan lebih dari 90 persen penduduk Balikpapan beragama Islam, dirinya melihat potensi besar dalam pengembangan pasar modal syariah di wilayah ini. Potensi pasar modal syariah di Balikpapan sangat besar.

    “Karena itu, kami berharap sinergi antara BEI, MES, dan MUI terus terjalin untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat," terangnya.

    Melalui program edukasi dan kolaborasi yang berkelanjutan, BEI dan MES optimistis dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui penguatan pasar modal syariah di daerah.

    (Sf/Rs)