Seputar Kaltim

    Begini Skema Pengamanan di Teras Samarinda saat sudah Dibuka

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    14 Agustus 2024 pukul 19:27 WITA

    Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini saat diwawancara pada Selasa (13/8/2024) malam. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam upaya memperketat pengamanan terhadap aset-aset pemerintah yang ada di Teras Samarinda, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda akan menerapkan skema tiga shift ketika destinasi wisata itu telah resmi dibuka. 

    Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan bahwa aset pemerintah yang berada di Teras Samarinda tetap aman dari potensi kehilangan atau kerusakan.

    "Kami memandang penting untuk mengamankan aset pemerintah dengan sebaik mungkin, dan oleh karena itu, kami akan menjaga aset tersebut dengan skema tiga shift di area Teras Samarinda," kata Anis, Selasa (13/8/2024) malam. 

    Ia juga menambahkan bahwa setiap shift akan melibatkan sepuluh personel Satpol PP, yang merupakan peningkatan dari rencana awal yang hanya melibatkan lima personel per shift.

    Keputusan untuk menambah jumlah personel per shift, menurut Anis, didasarkan pada pertimbangan bahwa jumlah aset yang perlu diamankan cukup banyak. 

    "Awalnya, kami berpikir bahwa pengamanan tidak akan memerlukan lebih dari lima personel per shift karena tidak diperkirakan berlangsung selama 24 jam penuh. Namun, setelah melihat banyaknya aset yang harus diamankan, kami memutuskan untuk menggandakan jumlah personel menjadi sepuluh orang per shift," jelasnya.

    Saat ini, Satpol PP Samarinda memiliki total 368 personel yang siap dikerahkan untuk mengamankan aset-aset tersebut. Anis merasa yakin bahwa jumlah ini cukup untuk memastikan pengamanan yang optimal. 

    "Kami akan mencoba merotasi personel secara bergantian, dan di setiap kecamatan juga akan ditempatkan Satpol PP yang diperbantukan," ujarnya.

    Terkait penempatan personel perempuan, Anis menyebutkan bahwa mereka kemungkinan akan ditempatkan pada shift pagi atau siang. Hal ini dipertimbangkan karena tugas pengamanan di malam hari membutuhkan tenaga yang lebih besar dan berisiko lebih tinggi. 

    "Untuk shift malam, dibutuhkan tenaga yang ekstra, sehingga kami mempertimbangkan penempatan personel perempuan pada waktu yang lebih aman," tambahnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Begini Skema Pengamanan di Teras Samarinda saat sudah Dibuka

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    14 Agustus 2024 pukul 19:27 WITA

    Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini saat diwawancara pada Selasa (13/8/2024) malam. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dalam upaya memperketat pengamanan terhadap aset-aset pemerintah yang ada di Teras Samarinda, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda akan menerapkan skema tiga shift ketika destinasi wisata itu telah resmi dibuka. 

    Kepala Satpol PP Samarinda, Anis Siswantini, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan bahwa aset pemerintah yang berada di Teras Samarinda tetap aman dari potensi kehilangan atau kerusakan.

    "Kami memandang penting untuk mengamankan aset pemerintah dengan sebaik mungkin, dan oleh karena itu, kami akan menjaga aset tersebut dengan skema tiga shift di area Teras Samarinda," kata Anis, Selasa (13/8/2024) malam. 

    Ia juga menambahkan bahwa setiap shift akan melibatkan sepuluh personel Satpol PP, yang merupakan peningkatan dari rencana awal yang hanya melibatkan lima personel per shift.

    Keputusan untuk menambah jumlah personel per shift, menurut Anis, didasarkan pada pertimbangan bahwa jumlah aset yang perlu diamankan cukup banyak. 

    "Awalnya, kami berpikir bahwa pengamanan tidak akan memerlukan lebih dari lima personel per shift karena tidak diperkirakan berlangsung selama 24 jam penuh. Namun, setelah melihat banyaknya aset yang harus diamankan, kami memutuskan untuk menggandakan jumlah personel menjadi sepuluh orang per shift," jelasnya.

    Saat ini, Satpol PP Samarinda memiliki total 368 personel yang siap dikerahkan untuk mengamankan aset-aset tersebut. Anis merasa yakin bahwa jumlah ini cukup untuk memastikan pengamanan yang optimal. 

    "Kami akan mencoba merotasi personel secara bergantian, dan di setiap kecamatan juga akan ditempatkan Satpol PP yang diperbantukan," ujarnya.

    Terkait penempatan personel perempuan, Anis menyebutkan bahwa mereka kemungkinan akan ditempatkan pada shift pagi atau siang. Hal ini dipertimbangkan karena tugas pengamanan di malam hari membutuhkan tenaga yang lebih besar dan berisiko lebih tinggi. 

    "Untuk shift malam, dibutuhkan tenaga yang ekstra, sehingga kami mempertimbangkan penempatan personel perempuan pada waktu yang lebih aman," tambahnya.

    (Sf/Rs)