Seputar Kaltim

    Begini Kata DLH Soal TPS Teuku Umar yang Sering Meluap ke Jalan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 April 2025 pukul 13:37 WITA

    Kondisi TPS di Jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang, Jumat (11/4/2025). (Foto: Dokumentasi Seputarfakta.com)

    Samarinda — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda menyoroti rendahnya kepatuhan warga terhadap jadwal buang sampah sebagai penyebab utama melubernya sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Jalan Teuku Umar ke badan jalan.

    Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, menegaskan bahwa persoalan ini bukan terletak pada kapasitas TPS, melainkan pada kebiasaan warga yang membuang sampah di luar jam yang telah ditentukan.

    Kondisi TPS yang kerap membludak dan menyebabkan kemacetan telah menuai protes dari warga dan pengguna jalan, terutama mereka yang beraktivitas di sekitar lokasi. 

    Apalagi, TPS ini terletak di titik strategis, tepat di antara Kantor DPRD dan Dinas PUPR-PERA Provinsi Kalimantan Timur, serta berada di simpang jalan yang padat lalu lintas.

    “Sebenarnya faktor melubernya ini bukan karena daya tampung tempatnya yang kurang, tetapi karena kurang taatnya masyarakat terhadap jam buang sampah,” ujar Boy. 

    DLH Samarinda juga telah menetapkan jam buang sampah dari pukul 18.00 hingga 06.00 WITA. Sementara itu, pengangkutan dilakukan satu kali pada siang hari dan dua kali pada malam hari untuk menyesuaikan dengan jadwal tersebut.

    TPS Teuku Umar diketahui melayani dua kelurahan sekaligus, yaitu Kelurahan Karang Anyar dan Teluk Lerong Ulu. 

    Meski imbauan terus dilakukan, DLH mengakui masih banyak masyarakat yang belum disiplin dalam membuang sampah, sehingga memicu penumpukan hingga ke jalan raya.

    Padahal dengan aturan itu, pemerintah kota melalui DLH berupaya menertibkan pengelolaan sampah. Karena itu ia mengimbau masyarakat agar mematuhi jadwal yang telah ditetapkan demi menjaga kebersihan dan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.

    “Ketika itu tidak dipatuhi, jadinya tidak efektif, apalagi mereka menaruh di luar. Jadi pengangkutan satu kali yang harusnya cukup, ini malah kurang,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Begini Kata DLH Soal TPS Teuku Umar yang Sering Meluap ke Jalan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    15 April 2025 pukul 13:37 WITA

    Kondisi TPS di Jalan Teuku Umar, Sungai Kunjang, Jumat (11/4/2025). (Foto: Dokumentasi Seputarfakta.com)

    Samarinda — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda menyoroti rendahnya kepatuhan warga terhadap jadwal buang sampah sebagai penyebab utama melubernya sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Jalan Teuku Umar ke badan jalan.

    Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, menegaskan bahwa persoalan ini bukan terletak pada kapasitas TPS, melainkan pada kebiasaan warga yang membuang sampah di luar jam yang telah ditentukan.

    Kondisi TPS yang kerap membludak dan menyebabkan kemacetan telah menuai protes dari warga dan pengguna jalan, terutama mereka yang beraktivitas di sekitar lokasi. 

    Apalagi, TPS ini terletak di titik strategis, tepat di antara Kantor DPRD dan Dinas PUPR-PERA Provinsi Kalimantan Timur, serta berada di simpang jalan yang padat lalu lintas.

    “Sebenarnya faktor melubernya ini bukan karena daya tampung tempatnya yang kurang, tetapi karena kurang taatnya masyarakat terhadap jam buang sampah,” ujar Boy. 

    DLH Samarinda juga telah menetapkan jam buang sampah dari pukul 18.00 hingga 06.00 WITA. Sementara itu, pengangkutan dilakukan satu kali pada siang hari dan dua kali pada malam hari untuk menyesuaikan dengan jadwal tersebut.

    TPS Teuku Umar diketahui melayani dua kelurahan sekaligus, yaitu Kelurahan Karang Anyar dan Teluk Lerong Ulu. 

    Meski imbauan terus dilakukan, DLH mengakui masih banyak masyarakat yang belum disiplin dalam membuang sampah, sehingga memicu penumpukan hingga ke jalan raya.

    Padahal dengan aturan itu, pemerintah kota melalui DLH berupaya menertibkan pengelolaan sampah. Karena itu ia mengimbau masyarakat agar mematuhi jadwal yang telah ditetapkan demi menjaga kebersihan dan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.

    “Ketika itu tidak dipatuhi, jadinya tidak efektif, apalagi mereka menaruh di luar. Jadi pengangkutan satu kali yang harusnya cukup, ini malah kurang,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)