Cari disini...
Seputar Kaltim
Arief, saat memandu praktik langsung proses penyuntingan naskah konten lokal. (Istimewa)
Samarinda - Upaya memperkuat dokumentasi pengetahuan lokal di Kalimantan Timur terus digalakkan para sukarelawan Wikipedia melalui program kolaboratif WikiBanua 3.0. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi para Wikipediawan Samarinda dan sekitarnya untuk bekerja sama memperkaya artikel bertema cagar budaya, sejarah lokal, dan tempat-tempat ikonik yang selama ini masih minim representasi di Wikipedia bahasa Indonesia.
Dalam salah satu sesi kopi darat yang digelar di sebuah kafe kawasan Siradj Salman, Kota Samarinda, para peserta yang merupakan sukarelawan aktif maupun kontributor baru mendapat pendampingan intensif dari Arief selaku fasilitator kegiatan. Ia memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar penyuntingan, tata cara penggunaan sumber tepercaya, serta pentingnya menjaga netralitas dan akurasi informasi dalam setiap artikel.
Pendampingan tersebut tidak berhenti pada teknis penyuntingan semata. Arief juga menekankan peran penting masyarakat lokal dalam mengisi kesenjangan informasi mengenai Kalimantan Timur. Menurutnya, banyak cagar budaya, bangunan bersejarah, tradisi, hingga lokasi wisata yang belum terdokumentasi dengan baik di platform pengetahuan bebas.
“Kekuatan Wikipedia ada pada kolaborasi manusia. Teknologi mungkin membantu menemukan informasi dengan cepat, tetapi pengetahuan lokal, verifikasi lapangan, dan kontribusi sukarelawan tetap menjadi inti dari penyusunan informasi yang dapat dipercaya,” ujar Arief.
Melalui sesi praktik penyuntingan, para peserta mulai memperkaya sejumlah artikel terkait Kaltim mulai dari bangunan bersejarah di Samarinda, situs budaya di Kutai Kartanegara, hingga biografi tokoh lokal yang selama ini belum terdokumentasi. Kegiatan ini juga membuka diskusi mengenai cara memastikan bahwa pengetahuan lokal tidak hanya tersimpan dalam ingatan kolektif masyarakat, tetapi juga terdigitalisasi secara rapi dan dapat diakses siapa pun di seluruh dunia.
Inisiatif ini menjadi bagian dari kampanye yang mendorong masyarakat di berbagai daerah untuk aktif berkontribusi dalam pelestarian pengetahuan. Di Kalimantan Timur sendiri, tantangan terbesar bukan hanya kekurangan dokumentasi tertulis, tetapi juga kurangnya keterlibatan masyarakat dalam memperbarui informasi lokal di ruang digital.
Dengan adanya kolaborasi seperti WikiBanua 3.0, para sukarelawan berharap semakin banyak orang yang menyadari bahwa kontribusi kecil seperti memperbaiki satu artikel atau menambahkan satu sumber dapat memberi dampak besar bagi pelestarian sejarah dan budaya daerah. Melalui gerakan berbasis sukarela ini, Kalimantan Timur diharapkan semakin memiliki representasi yang layak dalam ekosistem pengetahuan bebas, sekaligus memperkuat identitas budaya di era digital.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Arief, saat memandu praktik langsung proses penyuntingan naskah konten lokal. (Istimewa)
Samarinda - Upaya memperkuat dokumentasi pengetahuan lokal di Kalimantan Timur terus digalakkan para sukarelawan Wikipedia melalui program kolaboratif WikiBanua 3.0. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi para Wikipediawan Samarinda dan sekitarnya untuk bekerja sama memperkaya artikel bertema cagar budaya, sejarah lokal, dan tempat-tempat ikonik yang selama ini masih minim representasi di Wikipedia bahasa Indonesia.
Dalam salah satu sesi kopi darat yang digelar di sebuah kafe kawasan Siradj Salman, Kota Samarinda, para peserta yang merupakan sukarelawan aktif maupun kontributor baru mendapat pendampingan intensif dari Arief selaku fasilitator kegiatan. Ia memberikan pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar penyuntingan, tata cara penggunaan sumber tepercaya, serta pentingnya menjaga netralitas dan akurasi informasi dalam setiap artikel.
Pendampingan tersebut tidak berhenti pada teknis penyuntingan semata. Arief juga menekankan peran penting masyarakat lokal dalam mengisi kesenjangan informasi mengenai Kalimantan Timur. Menurutnya, banyak cagar budaya, bangunan bersejarah, tradisi, hingga lokasi wisata yang belum terdokumentasi dengan baik di platform pengetahuan bebas.
“Kekuatan Wikipedia ada pada kolaborasi manusia. Teknologi mungkin membantu menemukan informasi dengan cepat, tetapi pengetahuan lokal, verifikasi lapangan, dan kontribusi sukarelawan tetap menjadi inti dari penyusunan informasi yang dapat dipercaya,” ujar Arief.
Melalui sesi praktik penyuntingan, para peserta mulai memperkaya sejumlah artikel terkait Kaltim mulai dari bangunan bersejarah di Samarinda, situs budaya di Kutai Kartanegara, hingga biografi tokoh lokal yang selama ini belum terdokumentasi. Kegiatan ini juga membuka diskusi mengenai cara memastikan bahwa pengetahuan lokal tidak hanya tersimpan dalam ingatan kolektif masyarakat, tetapi juga terdigitalisasi secara rapi dan dapat diakses siapa pun di seluruh dunia.
Inisiatif ini menjadi bagian dari kampanye yang mendorong masyarakat di berbagai daerah untuk aktif berkontribusi dalam pelestarian pengetahuan. Di Kalimantan Timur sendiri, tantangan terbesar bukan hanya kekurangan dokumentasi tertulis, tetapi juga kurangnya keterlibatan masyarakat dalam memperbarui informasi lokal di ruang digital.
Dengan adanya kolaborasi seperti WikiBanua 3.0, para sukarelawan berharap semakin banyak orang yang menyadari bahwa kontribusi kecil seperti memperbaiki satu artikel atau menambahkan satu sumber dapat memberi dampak besar bagi pelestarian sejarah dan budaya daerah. Melalui gerakan berbasis sukarela ini, Kalimantan Timur diharapkan semakin memiliki representasi yang layak dalam ekosistem pengetahuan bebas, sekaligus memperkuat identitas budaya di era digital.
(Sf/Rs)