Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Ikapakarti periode 2026-2031, Seno Aji terpilih secara aklamasi. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Musyawarah Besar (Mubes) ke-V DPP Ikapakarti (Ikatan Keluarga Paguyuban Tanah Jawi) Kalimantan Timur di Hotel Grand Verona, Samarinda, Sabtu (2/5/2026), menjadi panggung penting bagi perjalanan organisasi tersebut.
Hadir membuka acara dalam kapasitasnya sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji akhirnya justru mendapat mandat mutlak untuk menakhodai paguyuban tersebut untuk periode 2026–2031.
Di hadapan sekitar 300 tamu undangan dari berbagai daerah, Wagub Seno Aji mengapresiasi pelaksanaan Mubes V yang mengangkat tema “Berbudaya Luhur, Berdaya Ekonomi, Guyub Rukun Mbangun Bumi Etam”.
Ia menilai Ikapakarti memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban, membantu pemerintah, serta bersinergi mendukung penyelenggaraan pembangunan daerah.
“Atas nama Pemprov Kaltim, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Ikapakarti yang telah berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai budaya, mempererat tali persaudaraan, serta turut mendukung pembangunan daerah,” ucap Seno Aji.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Kaltim adalah rumah besar bagi berbagai suku dan budaya yang disatukan oleh kekuatan Bhinneka Tunggal Ika. Kehidupan masyarakat yang aman dan rukun dinilainya tidak lepas dari komitmen menjaga toleransi.
Semangat persatuan itu pula yang tampaknya tercermin dalam jalannya pemilihan ketua Ikapakarti yang baru. Dalam sidang pleno yang dipimpin oleh Anggota DPRD Kaltim Muhammad Samsun dan anggota TGUPP Sudarno, dinamika suksesi berjalan sangat mulus.
Berdasarkan mekanisme pencalonan, setiap kandidat diwajibkan memperoleh dukungan minimal dari lima kabupaten/kota dari total sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur.
Hasilnya, Seno Aji maju sebagai calon tunggal dan secara aklamasi disepakati memimpin Ikapakarti.
Proses aklamasi ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan dinamika pemilihan pada periode sebelumnya. Pada Musda IV Ikapakarti tahun 2021 lalu, bursa pencalonan berlangsung sangat kompetitif namun tetap bernuansa kekeluargaan.
Mengutip dari unggahan Rusmadi Wongso kala itu, terdapat delapan calon ketua yang maju bersaing. Jumlah tersebut tercatat sebagai yang terbanyak dalam sejarah organisasi, menunjukkan tingginya antusiasme keluarga besar paguyuban sebelum akhirnya keputusan diserahkan kepada DPP, atau yang diistilahkan dengan "ketimban sampur".
Kini, duduk sebagai nakhoda baru sekaligus pejabat publik, Seno Aji dihadapkan pada tantangan untuk terus merawat objektivitas dan inklusivitas di Bumi Etam.
Salah satu ujian kepemimpinannya sempat mencuat sebelum Mubes, yakni terkait wacana aspirasi pembangunan Pendopo Kesenian Jawa yang memicu pro dan kontra di media sosial karena dinilai hanya mengacu pada satu etnis tertentu. Seno Aji pun merespons polemik tersebut dengan proporsional.
Terkait rumor anggaran Rp 2 hingga 3 miliar, Seno menegaskan bahwa angka tersebut hanyalah estimasi sepihak dari seniman saat melakukan audiensi.
"Namanya juga aspirasi, tentu boleh saja disampaikan dan kami tampung. Namun bukan berarti pemerintah langsung berencana membangunnya, karena hingga kini belum ada perencanaan maupun anggaran yang disiapkan untuk itu," tegasnya.
Ia pun memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim saat ini justru berfokus pada pembenahan Taman Budaya, fasilitas umum yang dapat digunakan oleh seluruh etnis dari Kutai, Banjar, Dayak, hingga suku lainnya.
Pemahaman mendalam Seno Aji mengenai pentingnya membaur di tanah perantauan ini tidak lepas dari rekam jejak pribadinya.
Lahir di Semarang, Jawa Tengah dari keluarga pegawai negeri sipil, ia memutuskan untuk merantau ke Kalimantan Timur usai menamatkan pendidikan tinggi.
Pada tahun 1995, ia memulai karier sebagai ahli geologi di sebuah perusahaan pertambangan emas di Kutai Barat. Setelah belasan tahun merantau, tepatnya pada tahun 2006, ia mantap memboyong keluarganya dari Semarang untuk pindah ke Samarinda, merintis bisnis pertambangan dan alat berat.
Hingga kini dipercaya menjadi Wakil Gubernur sekaligus pemimpin paguyuban tanah kelahirannya di tanah rantau.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Ikapakarti periode 2026-2031, Seno Aji terpilih secara aklamasi. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Musyawarah Besar (Mubes) ke-V DPP Ikapakarti (Ikatan Keluarga Paguyuban Tanah Jawi) Kalimantan Timur di Hotel Grand Verona, Samarinda, Sabtu (2/5/2026), menjadi panggung penting bagi perjalanan organisasi tersebut.
Hadir membuka acara dalam kapasitasnya sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji akhirnya justru mendapat mandat mutlak untuk menakhodai paguyuban tersebut untuk periode 2026–2031.
Di hadapan sekitar 300 tamu undangan dari berbagai daerah, Wagub Seno Aji mengapresiasi pelaksanaan Mubes V yang mengangkat tema “Berbudaya Luhur, Berdaya Ekonomi, Guyub Rukun Mbangun Bumi Etam”.
Ia menilai Ikapakarti memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban, membantu pemerintah, serta bersinergi mendukung penyelenggaraan pembangunan daerah.
“Atas nama Pemprov Kaltim, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Ikapakarti yang telah berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai budaya, mempererat tali persaudaraan, serta turut mendukung pembangunan daerah,” ucap Seno Aji.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Kaltim adalah rumah besar bagi berbagai suku dan budaya yang disatukan oleh kekuatan Bhinneka Tunggal Ika. Kehidupan masyarakat yang aman dan rukun dinilainya tidak lepas dari komitmen menjaga toleransi.
Semangat persatuan itu pula yang tampaknya tercermin dalam jalannya pemilihan ketua Ikapakarti yang baru. Dalam sidang pleno yang dipimpin oleh Anggota DPRD Kaltim Muhammad Samsun dan anggota TGUPP Sudarno, dinamika suksesi berjalan sangat mulus.
Berdasarkan mekanisme pencalonan, setiap kandidat diwajibkan memperoleh dukungan minimal dari lima kabupaten/kota dari total sepuluh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur.
Hasilnya, Seno Aji maju sebagai calon tunggal dan secara aklamasi disepakati memimpin Ikapakarti.
Proses aklamasi ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan dinamika pemilihan pada periode sebelumnya. Pada Musda IV Ikapakarti tahun 2021 lalu, bursa pencalonan berlangsung sangat kompetitif namun tetap bernuansa kekeluargaan.
Mengutip dari unggahan Rusmadi Wongso kala itu, terdapat delapan calon ketua yang maju bersaing. Jumlah tersebut tercatat sebagai yang terbanyak dalam sejarah organisasi, menunjukkan tingginya antusiasme keluarga besar paguyuban sebelum akhirnya keputusan diserahkan kepada DPP, atau yang diistilahkan dengan "ketimban sampur".
Kini, duduk sebagai nakhoda baru sekaligus pejabat publik, Seno Aji dihadapkan pada tantangan untuk terus merawat objektivitas dan inklusivitas di Bumi Etam.
Salah satu ujian kepemimpinannya sempat mencuat sebelum Mubes, yakni terkait wacana aspirasi pembangunan Pendopo Kesenian Jawa yang memicu pro dan kontra di media sosial karena dinilai hanya mengacu pada satu etnis tertentu. Seno Aji pun merespons polemik tersebut dengan proporsional.
Terkait rumor anggaran Rp 2 hingga 3 miliar, Seno menegaskan bahwa angka tersebut hanyalah estimasi sepihak dari seniman saat melakukan audiensi.
"Namanya juga aspirasi, tentu boleh saja disampaikan dan kami tampung. Namun bukan berarti pemerintah langsung berencana membangunnya, karena hingga kini belum ada perencanaan maupun anggaran yang disiapkan untuk itu," tegasnya.
Ia pun memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim saat ini justru berfokus pada pembenahan Taman Budaya, fasilitas umum yang dapat digunakan oleh seluruh etnis dari Kutai, Banjar, Dayak, hingga suku lainnya.
Pemahaman mendalam Seno Aji mengenai pentingnya membaur di tanah perantauan ini tidak lepas dari rekam jejak pribadinya.
Lahir di Semarang, Jawa Tengah dari keluarga pegawai negeri sipil, ia memutuskan untuk merantau ke Kalimantan Timur usai menamatkan pendidikan tinggi.
Pada tahun 1995, ia memulai karier sebagai ahli geologi di sebuah perusahaan pertambangan emas di Kutai Barat. Setelah belasan tahun merantau, tepatnya pada tahun 2006, ia mantap memboyong keluarganya dari Semarang untuk pindah ke Samarinda, merintis bisnis pertambangan dan alat berat.
Hingga kini dipercaya menjadi Wakil Gubernur sekaligus pemimpin paguyuban tanah kelahirannya di tanah rantau.
(Sf/Rs)