Seputar Kaltim

    Beasiswa Kutim Tuntas Aman, Pemkab Pastikan Tak Berkurang Meski Ada Efisiensi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    27 April 2026 pukul 12:12 WITA

    Ilustrasi program beasiswa Kutim tuntas. (Ilustrasi Al)

    Sangatta - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, program Beasiswa Kutim Tuntas tetap aman dan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim).

    Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim, Norhadi, menegaskan bahwa anggaran beasiswa tidak mengalami pengurangan meski ada penyesuaian di sektor lain.

    “Tidak ada perubahan untuk di Kutim Tuntas. Kalau yang lain pasti ada dikurangi. Tapi di Kutim Tuntas, alhamdulillah aman,” ujar Norhadi.

    Ia menjelaskan, keputusan mempertahankan anggaran beasiswa didasarkan pada pentingnya investasi di bidang pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kutim.

    Program Beasiswa Kutim Tuntas dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik bagi mahasiswa berprestasi maupun mereka yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

    Data tahun 2025 mencatat sebanyak 331 mahasiswa menerima beasiswa utama dengan nominal sekitar Rp10 juta per orang. Selain itu, Beasiswa Stimulan juga diberikan kepada 848 mahasiswa, masing-masing Rp6 juta untuk jenjang S1 dan Rp10 juta untuk S2.

    Sementara di tingkat pelajar, sebanyak 2.565 siswa SMA menerima bantuan dengan nilai Rp2,5 juta per orang.

    Di sisi lain, Pemkab Kutim juga mematangkan pembukaan pendaftaran Beasiswa Kutim Tuntas 2026 yang dijadwalkan Mei mendatang. Proses ini mencakup penyempurnaan sistem pendaftaran hingga penataan prosedur seleksi agar lebih transparan.

    Norhadi menilai, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah harus tetap selektif dalam menentukan program prioritas yang berdampak luas bagi masyarakat.

    Ia menegaskan keberlanjutan Beasiswa Kutim Tuntas merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata.

    “Harapan kami mereka kembali ke Kutim, bersama-sama membangun daerah agar lebih maju dan bermartabat,” tutupnya.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    Beasiswa Kutim Tuntas Aman, Pemkab Pastikan Tak Berkurang Meski Ada Efisiensi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    27 April 2026 pukul 12:12 WITA

    Ilustrasi program beasiswa Kutim tuntas. (Ilustrasi Al)

    Sangatta - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, program Beasiswa Kutim Tuntas tetap aman dan menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim).

    Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kutim, Norhadi, menegaskan bahwa anggaran beasiswa tidak mengalami pengurangan meski ada penyesuaian di sektor lain.

    “Tidak ada perubahan untuk di Kutim Tuntas. Kalau yang lain pasti ada dikurangi. Tapi di Kutim Tuntas, alhamdulillah aman,” ujar Norhadi.

    Ia menjelaskan, keputusan mempertahankan anggaran beasiswa didasarkan pada pentingnya investasi di bidang pendidikan, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kutim.

    Program Beasiswa Kutim Tuntas dinilai memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik bagi mahasiswa berprestasi maupun mereka yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

    Data tahun 2025 mencatat sebanyak 331 mahasiswa menerima beasiswa utama dengan nominal sekitar Rp10 juta per orang. Selain itu, Beasiswa Stimulan juga diberikan kepada 848 mahasiswa, masing-masing Rp6 juta untuk jenjang S1 dan Rp10 juta untuk S2.

    Sementara di tingkat pelajar, sebanyak 2.565 siswa SMA menerima bantuan dengan nilai Rp2,5 juta per orang.

    Di sisi lain, Pemkab Kutim juga mematangkan pembukaan pendaftaran Beasiswa Kutim Tuntas 2026 yang dijadwalkan Mei mendatang. Proses ini mencakup penyempurnaan sistem pendaftaran hingga penataan prosedur seleksi agar lebih transparan.

    Norhadi menilai, di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah harus tetap selektif dalam menentukan program prioritas yang berdampak luas bagi masyarakat.

    Ia menegaskan keberlanjutan Beasiswa Kutim Tuntas merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata.

    “Harapan kami mereka kembali ke Kutim, bersama-sama membangun daerah agar lebih maju dan bermartabat,” tutupnya.

    (Sf/RS)