Seputar Kaltim

    Bea Cukai Balikpapan Gagalkan 3 Kasus Penyelundupan Narkotika oleh WNA Malaysia Sepanjang 2025

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Kantor Bea Cukai Balikpapan, RM Agus Eka Wijaya saat ditemui di Polda Kaltim. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan mencatat telah menggagalkan tiga upaya penyelundupan narkotika jenis sabu oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia sepanjang tahun 2025.

    Kepala Kantor Bea Cukai Balikpapan, RM Agus Eka Wijaya mengungkapkan, bahwa dua kasus pertama terjadi pada awal Juni 2025. Dalam dua penindakan tersebut, pelaku mencoba menyelundupkan sabu seberat total 4 kilogram dengan modus body stripping, yaitu menyembunyikan narkotika dengan cara ditempelkan ke tubuh.

    “Kedua pelaku merupakan WNA asal Malaysia dan menggunakan penerbangan yang sama, yakni hari Jumat pada sore hari,” ucap Agus saat ditemui awak media, Kamis (16/10/2025).

    Sementara itu, kasus ketiga terjadi pada Oktober 2025. Kali ini, pelaku juga WNA asal Malaysia, namun menggunakan modus berbeda, yaitu menyembunyikan sabu seberat 1 kilogram di dalam koper.

    “Hingga kini kami masih mendalami alasan pelaku memilih jadwal penerbangan Jumat sore sebagai pola pergerakan mereka,” jelasnya.

    Meski demikian, Bea Cukai menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak segan menindak tegas pelaku penyelundupan narkoba.

    “Kami belum tahu pasti mengapa selalu memilih Jumat sore, tetapi yang jelas kami siap mengantisipasi dengan berbagai metode pengawasan,” tegasnya.

    Bea Cukai Balikpapan bekerja sama dengan tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Bea Cukai Kaltim untuk memperkuat pengawasan di pintu masuk Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.

    Menurut Agus, pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari kombinasi berbagai metode, mulai dari analisis profil penumpang, pengamatan gerak-gerik mencurigakan saat menunggu bagasi, hingga pemeriksaan menggunakan mesin X-ray.

    “Kami terus mengasah insting dan memanfaatkan teknologi untuk mencegah masuknya narkotika ke wilayah Balikpapan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bea Cukai Balikpapan Gagalkan 3 Kasus Penyelundupan Narkotika oleh WNA Malaysia Sepanjang 2025

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Kantor Bea Cukai Balikpapan, RM Agus Eka Wijaya saat ditemui di Polda Kaltim. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Balikpapan mencatat telah menggagalkan tiga upaya penyelundupan narkotika jenis sabu oleh Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia sepanjang tahun 2025.

    Kepala Kantor Bea Cukai Balikpapan, RM Agus Eka Wijaya mengungkapkan, bahwa dua kasus pertama terjadi pada awal Juni 2025. Dalam dua penindakan tersebut, pelaku mencoba menyelundupkan sabu seberat total 4 kilogram dengan modus body stripping, yaitu menyembunyikan narkotika dengan cara ditempelkan ke tubuh.

    “Kedua pelaku merupakan WNA asal Malaysia dan menggunakan penerbangan yang sama, yakni hari Jumat pada sore hari,” ucap Agus saat ditemui awak media, Kamis (16/10/2025).

    Sementara itu, kasus ketiga terjadi pada Oktober 2025. Kali ini, pelaku juga WNA asal Malaysia, namun menggunakan modus berbeda, yaitu menyembunyikan sabu seberat 1 kilogram di dalam koper.

    “Hingga kini kami masih mendalami alasan pelaku memilih jadwal penerbangan Jumat sore sebagai pola pergerakan mereka,” jelasnya.

    Meski demikian, Bea Cukai menegaskan akan terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak segan menindak tegas pelaku penyelundupan narkoba.

    “Kami belum tahu pasti mengapa selalu memilih Jumat sore, tetapi yang jelas kami siap mengantisipasi dengan berbagai metode pengawasan,” tegasnya.

    Bea Cukai Balikpapan bekerja sama dengan tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Kanwil Bea Cukai Kaltim untuk memperkuat pengawasan di pintu masuk Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.

    Menurut Agus, pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari kombinasi berbagai metode, mulai dari analisis profil penumpang, pengamatan gerak-gerik mencurigakan saat menunggu bagasi, hingga pemeriksaan menggunakan mesin X-ray.

    “Kami terus mengasah insting dan memanfaatkan teknologi untuk mencegah masuknya narkotika ke wilayah Balikpapan,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)