Seputar Kaltim

    BBM Non Subsidi Naik Rp10 Ribu per Liter, Biaya Travel Sangatta Balikpapan Tembus Rp1,4 Juta

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    20 April 2026 pukul 20:18 WITA

    Ilustrasi Pengisian bahan bakar kendaraan di SPBU. (Foto: Freepik)

    Sangatta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex dikeluhkan pelaku usaha transportasi di Kalimantan Timur. Lonjakan harga yang signifikan dinilai memberatkan, terutama bagi sopir travel antar kota yang mengandalkan kendaraan bermesin diesel.

    Salah satu sopir travel, Mamat, mengaku terkejut saat mengetahui harga terbaru BBM saat mengisi bahan bakar di SPBU kawasan Jalan Yos Sudarso II, Sangatta, Senin (20/4/2026).

    Ia menyebut, harga Dexlite kini mencapai Rp24.150 per liter dari sebelumnya sekitar Rp14.400. Sementara Pertamina Dex naik menjadi Rp24.450 per liter dari kisaran Rp14.800.

    Kondisi tersebut membuat biaya operasional kendaraannya meningkat drastis. Mamat yang menggunakan mobil diesel untuk melayani rute Sangatta–Balikpapan pulang-pergi kini harus mengeluarkan biaya jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

    “Dulu sekitar Rp800 ribu sudah cukup untuk PP. Sekarang bisa sampai Rp1,4 juta hanya untuk BBM,” ujar Mamat.

    Menurutnya, kenaikan harga ini berdampak langsung terhadap perhitungan usaha. Jika sebelumnya ia tetap bisa beroperasi dengan jumlah penumpang minim, kini kondisi itu tidak lagi memungkinkan.

    Ia menjelaskan, saat ini setidaknya diperlukan empat penumpang dalam satu perjalanan agar biaya bahan bakar dapat tertutupi. Padahal sebelumnya, dua penumpang saja sudah cukup untuk menutup modal perjalanan.

    Meski demikian, Mamat mengaku belum menaikkan tarif perjalanan yang masih dipatok Rp450 ribu per orang. Ia khawatir kenaikan tarif justru akan membuat penumpang beralih ke moda transportasi lain.

    Untuk sementara waktu, ia memilih bertahan sambil melihat perkembangan harga dalam beberapa waktu ke depan.

    "Sekarang tarif masih normal, saya mau tunggu dulu sekitar dua minggu ini siapa tahu harga Dexlite kembali turun. Kalau tidak turun juga, mau tidak mau tarif travel harus naik," pungkasnya.

    Para pelaku usaha transportasi berharap adanya evaluasi terhadap kebijakan harga BBM non-subsidi. Mereka menilai, lonjakan harga yang terlalu tinggi berpotensi menekan sektor jasa transportasi dan berdampak pada daya beli masyarakat.

    (Sf/RS)

    Seputar Kaltim

    BBM Non Subsidi Naik Rp10 Ribu per Liter, Biaya Travel Sangatta Balikpapan Tembus Rp1,4 Juta

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    20 April 2026 pukul 20:18 WITA

    Ilustrasi Pengisian bahan bakar kendaraan di SPBU. (Foto: Freepik)

    Sangatta - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex dikeluhkan pelaku usaha transportasi di Kalimantan Timur. Lonjakan harga yang signifikan dinilai memberatkan, terutama bagi sopir travel antar kota yang mengandalkan kendaraan bermesin diesel.

    Salah satu sopir travel, Mamat, mengaku terkejut saat mengetahui harga terbaru BBM saat mengisi bahan bakar di SPBU kawasan Jalan Yos Sudarso II, Sangatta, Senin (20/4/2026).

    Ia menyebut, harga Dexlite kini mencapai Rp24.150 per liter dari sebelumnya sekitar Rp14.400. Sementara Pertamina Dex naik menjadi Rp24.450 per liter dari kisaran Rp14.800.

    Kondisi tersebut membuat biaya operasional kendaraannya meningkat drastis. Mamat yang menggunakan mobil diesel untuk melayani rute Sangatta–Balikpapan pulang-pergi kini harus mengeluarkan biaya jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

    “Dulu sekitar Rp800 ribu sudah cukup untuk PP. Sekarang bisa sampai Rp1,4 juta hanya untuk BBM,” ujar Mamat.

    Menurutnya, kenaikan harga ini berdampak langsung terhadap perhitungan usaha. Jika sebelumnya ia tetap bisa beroperasi dengan jumlah penumpang minim, kini kondisi itu tidak lagi memungkinkan.

    Ia menjelaskan, saat ini setidaknya diperlukan empat penumpang dalam satu perjalanan agar biaya bahan bakar dapat tertutupi. Padahal sebelumnya, dua penumpang saja sudah cukup untuk menutup modal perjalanan.

    Meski demikian, Mamat mengaku belum menaikkan tarif perjalanan yang masih dipatok Rp450 ribu per orang. Ia khawatir kenaikan tarif justru akan membuat penumpang beralih ke moda transportasi lain.

    Untuk sementara waktu, ia memilih bertahan sambil melihat perkembangan harga dalam beberapa waktu ke depan.

    "Sekarang tarif masih normal, saya mau tunggu dulu sekitar dua minggu ini siapa tahu harga Dexlite kembali turun. Kalau tidak turun juga, mau tidak mau tarif travel harus naik," pungkasnya.

    Para pelaku usaha transportasi berharap adanya evaluasi terhadap kebijakan harga BBM non-subsidi. Mereka menilai, lonjakan harga yang terlalu tinggi berpotensi menekan sektor jasa transportasi dan berdampak pada daya beli masyarakat.

    (Sf/RS)