Cari disini...
Seputar Kaltim
Bayi yang ditemukan oleh warga di Kecamatan Samboja, Kukar. (Foto:Screenshot)
Tenggarong - Seorang bayi ditemukan di depan rumah warga RT sembilan dengan kondisi terbungkus kain batik.
Penemuan bayi ini berlokasi di Pondok Gong KM 38, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (19/12/2024) pagi.
Camat Samboja Barat, Burhanuddin mengatakan bayi malang tersebut ditemukan pada pukul 07.00 WITA pagi oleh warga.
Awalnya terdengar suara tangisan dari arah luar rumah, kemudian pemilik rumah mencoba untuk menelusuri suara tersebut dan ternyata seorang bayi yang dibungkus kain batik dengan ari-ari masih menempel diperut.
"Bayi ini baru dilahirkan, kita belum tau jenis kelaminnya. Tapi kulitnya masih berwarna merah dan kita menduga bayi itu hasil dari hubungan di luar pernikahan," jelas Baharuddin.
Setelah mendapati bayi tersebut, warga langsung melaporkan kepada aparat pemerintahan setempat.
"Alhamdulillah bayi itu masih hidup dan sudah diambil kembali oleh orangtuanya,” ujarnya.
Dugaan bayi tersebut baru dilahirkan dari hasil hubungan di luar pernikahan. Kini, kata dia, bayi yang ditemukan itu telah dikembalikan kepada orang tuanya.
Beberapa warga sempat menawarkan untuk mengadopsi bayi tersebut, tapi sang ibu datang langsung mengakui bahwa itu merupakan bayi miliknya.
“Warga sempat mau mengadopsi tetapi sudah diambil kembali oleh orangtuanya. Pihak keluarga juga sudah berdiskusi agar kasus ini tidak di perpanjang ke ranah hukum," tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bayi yang ditemukan oleh warga di Kecamatan Samboja, Kukar. (Foto:Screenshot)
Tenggarong - Seorang bayi ditemukan di depan rumah warga RT sembilan dengan kondisi terbungkus kain batik.
Penemuan bayi ini berlokasi di Pondok Gong KM 38, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (19/12/2024) pagi.
Camat Samboja Barat, Burhanuddin mengatakan bayi malang tersebut ditemukan pada pukul 07.00 WITA pagi oleh warga.
Awalnya terdengar suara tangisan dari arah luar rumah, kemudian pemilik rumah mencoba untuk menelusuri suara tersebut dan ternyata seorang bayi yang dibungkus kain batik dengan ari-ari masih menempel diperut.
"Bayi ini baru dilahirkan, kita belum tau jenis kelaminnya. Tapi kulitnya masih berwarna merah dan kita menduga bayi itu hasil dari hubungan di luar pernikahan," jelas Baharuddin.
Setelah mendapati bayi tersebut, warga langsung melaporkan kepada aparat pemerintahan setempat.
"Alhamdulillah bayi itu masih hidup dan sudah diambil kembali oleh orangtuanya,” ujarnya.
Dugaan bayi tersebut baru dilahirkan dari hasil hubungan di luar pernikahan. Kini, kata dia, bayi yang ditemukan itu telah dikembalikan kepada orang tuanya.
Beberapa warga sempat menawarkan untuk mengadopsi bayi tersebut, tapi sang ibu datang langsung mengakui bahwa itu merupakan bayi miliknya.
“Warga sempat mau mengadopsi tetapi sudah diambil kembali oleh orangtuanya. Pihak keluarga juga sudah berdiskusi agar kasus ini tidak di perpanjang ke ranah hukum," tutupnya.
(Sf/By)