Seputar Kaltim

    Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Tingkatkan Partisipasi di Pemilu 2029

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    09 April 2026 pukul 14:44 WITA

    Ketua Bawaslu Paser, Nur Khamid dalam kegiatan Launching Pengawasan Partisipatif (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Paser menggandeng SMA dan mahasiswa se-Paser guna meningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

    Keseriusan Bawaslu Paser dalam mengupayakan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu salah satunya diwujudkan dengan launching Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang dilaksanakan di Gedung Awa Mangkuruku, Kamis (9/4/2026).

    Ketua Bawaslu Paser, Nur Khamid menyebut launching Pengawasan Partisipatif itu bukan hanya sekadar munculnya sebuah kegiatan, tapi menjadi langkah awal dalam mewujudkan demokrasi yang tumbuh dan terus berkembang.

    "Ini merupakan gerakan, komitmen dan langkah panjang guna memastikan demokrasi tidak hanya berjalan namun terus tumbuh, berkembang dan semakin kuat ke depannya," tegas Nur Khamid, Kamis (9/4/2026).

    Diangkatnya tema kegiatan 'Merawat Demokrasi' bukan tanpa alasan. Menurutnya demokrasi yang kini dinikmati tidak datang dari sesuatu yang mudah, melainkan hasil dari perjuangan panjang, pengorbanan dan cita-cita besar untuk mempertahankan kedaulatan rakyat.

    "Sejarah telah membuktikan bahwa demokrasi dapat menjadi lemah bahkan mundur ketika tidak dijaga dan dirawat dengan baik," ucapnya.

    Sementara Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kaltim, Dany Bunga menjelaskan pada pemilu dan pilkada yang dilaksanakan sebelumnya, Paser menjadi salah satu daerah dengan tingkat keberhasilan penyelenggaraan yang baik.

    "Kami dari keluarga besar bawaslu mengucapkan banyak terima kasih atas terselenggaranya pemilu dan pilkada sebelumnya. Hal itu tentu merupakan keberhasilan dari seluruh elemen dari pemerintah kabupaten/kota sampai dengan masyarakat," tuturnya.

    Di tempat yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Paser, Nonding berharap dengan dilibatkannya seluruh elemen dalam pengawasan demokrasi dapat mengeliminir segala sesuatu yang bisa menurunkan kualitas demokrasi.

    Salah satu hal yang ia nilai dapat diawasi masyarakat yaitu politik uang. Maka itu penting bagi masyarakat untuk dapat memahami regulasi yang berlaku guna menjadi kontrol di lingkungan mereka.

    "Pengawasan bukan hanya sekadar tugas penyelenggara pemilu, tapi juga tugas yang harus diemban bersama masyarakat untuk dapat menjadi auto kritik dan masukan kepada pemerintah dan penyelenggara pemilu," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Bawaslu Paser Gandeng Pelajar dan Mahasiswa Tingkatkan Partisipasi di Pemilu 2029

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    09 April 2026 pukul 14:44 WITA

    Ketua Bawaslu Paser, Nur Khamid dalam kegiatan Launching Pengawasan Partisipatif (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Paser menggandeng SMA dan mahasiswa se-Paser guna meningkatan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

    Keseriusan Bawaslu Paser dalam mengupayakan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu salah satunya diwujudkan dengan launching Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang dilaksanakan di Gedung Awa Mangkuruku, Kamis (9/4/2026).

    Ketua Bawaslu Paser, Nur Khamid menyebut launching Pengawasan Partisipatif itu bukan hanya sekadar munculnya sebuah kegiatan, tapi menjadi langkah awal dalam mewujudkan demokrasi yang tumbuh dan terus berkembang.

    "Ini merupakan gerakan, komitmen dan langkah panjang guna memastikan demokrasi tidak hanya berjalan namun terus tumbuh, berkembang dan semakin kuat ke depannya," tegas Nur Khamid, Kamis (9/4/2026).

    Diangkatnya tema kegiatan 'Merawat Demokrasi' bukan tanpa alasan. Menurutnya demokrasi yang kini dinikmati tidak datang dari sesuatu yang mudah, melainkan hasil dari perjuangan panjang, pengorbanan dan cita-cita besar untuk mempertahankan kedaulatan rakyat.

    "Sejarah telah membuktikan bahwa demokrasi dapat menjadi lemah bahkan mundur ketika tidak dijaga dan dirawat dengan baik," ucapnya.

    Sementara Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kaltim, Dany Bunga menjelaskan pada pemilu dan pilkada yang dilaksanakan sebelumnya, Paser menjadi salah satu daerah dengan tingkat keberhasilan penyelenggaraan yang baik.

    "Kami dari keluarga besar bawaslu mengucapkan banyak terima kasih atas terselenggaranya pemilu dan pilkada sebelumnya. Hal itu tentu merupakan keberhasilan dari seluruh elemen dari pemerintah kabupaten/kota sampai dengan masyarakat," tuturnya.

    Di tempat yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Paser, Nonding berharap dengan dilibatkannya seluruh elemen dalam pengawasan demokrasi dapat mengeliminir segala sesuatu yang bisa menurunkan kualitas demokrasi.

    Salah satu hal yang ia nilai dapat diawasi masyarakat yaitu politik uang. Maka itu penting bagi masyarakat untuk dapat memahami regulasi yang berlaku guna menjadi kontrol di lingkungan mereka.

    "Pengawasan bukan hanya sekadar tugas penyelenggara pemilu, tapi juga tugas yang harus diemban bersama masyarakat untuk dapat menjadi auto kritik dan masukan kepada pemerintah dan penyelenggara pemilu," tutupnya.

    (Sf/Lo)