Seputar Kaltim

    Baru Lahir Sudah Punya BPJS, Inovasi Kutim Permudah Layanan Kesehatan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    05 Agustus 2025 pukul 13:33 WITA

    Kepala BPJS Kesehatan Kutim, Herman Prayudi. (Foto:Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - BPJS Kesehatan Kutai Timur (Kutim) terus membuat layanan kesehatan makin mudah dijangkau oleh masyarakat. Salah satu terobosan terbarunya adalah pendaftaran otomatis untuk bayi baru lahir sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Langkah ini bisa dilakukan karena BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan, serta fasilitas kesehatan (faskes) di Kutim yang bekerja sama dengan BPJS, baik milik pemerintah maupun swasta.

    Kepala BPJS Kesehatan Kutim, Herman Prayudi, mengatakan sekarang semua layanan BPJS Kesehatan sudah digital. Termasuk pendaftaran bayi baru lahir, yang kini bisa langsung masuk sistem tanpa harus mengurus secara manual.

    “Kalau sebelumnya harus nunggu punya NIK dulu, sekarang faskes bisa langsung daftarkan bayi ke BPJS, datanya nanti otomatis masuk ke sistem kami. Setelah NIK keluar, data akan diperbarui,” ujar Herman.

    Selain itu, ia menambahkan peserta BPJS juga sudah bisa daftar layanan dari rumah lewat aplikasi Mobile JKN. Jadi tidak perlu lagi datang lebih awal dan antre di rumah sakit atau puskesmas.

    “Pasien cukup buka aplikasi, pilih layanan, dan tahu kapan akan dilayani. Jadi lebih cepat dan tidak perlu antre lama,” jelasnya.

    BPJS Kesehatan Kutim juga sudah menyambungkan sistemnya dengan sistem rumah sakit. Ini membuat pelayanan di rumah sakit lebih cepat karena data pasien langsung terbaca.

    Herman mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sampai sakit baru mendaftar BPJS. Menurutnya, lebih baik sudah terdaftar sejak awal, agar saat butuh, semua proses bisa langsung dilakukan tanpa hambatan.

    “Kita tidak tahu kapan akan sakit dan berapa biaya yang harus dikeluarkan. Kalau sudah punya BPJS aktif dari awal, semuanya jadi lebih mudah,” ujarnya.

    Dengan berbagai kemudahan ini, BPJS Kesehatan berharap masyarakat Kutim bisa lebih cepat dan mudah mendapatkan layanan kesehatan, sejak bayi lahir sampai dewasa.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Baru Lahir Sudah Punya BPJS, Inovasi Kutim Permudah Layanan Kesehatan

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    05 Agustus 2025 pukul 13:33 WITA

    Kepala BPJS Kesehatan Kutim, Herman Prayudi. (Foto:Lisda/Seputarfakta.com)

    Sangatta - BPJS Kesehatan Kutai Timur (Kutim) terus membuat layanan kesehatan makin mudah dijangkau oleh masyarakat. Salah satu terobosan terbarunya adalah pendaftaran otomatis untuk bayi baru lahir sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

    Langkah ini bisa dilakukan karena BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan, serta fasilitas kesehatan (faskes) di Kutim yang bekerja sama dengan BPJS, baik milik pemerintah maupun swasta.

    Kepala BPJS Kesehatan Kutim, Herman Prayudi, mengatakan sekarang semua layanan BPJS Kesehatan sudah digital. Termasuk pendaftaran bayi baru lahir, yang kini bisa langsung masuk sistem tanpa harus mengurus secara manual.

    “Kalau sebelumnya harus nunggu punya NIK dulu, sekarang faskes bisa langsung daftarkan bayi ke BPJS, datanya nanti otomatis masuk ke sistem kami. Setelah NIK keluar, data akan diperbarui,” ujar Herman.

    Selain itu, ia menambahkan peserta BPJS juga sudah bisa daftar layanan dari rumah lewat aplikasi Mobile JKN. Jadi tidak perlu lagi datang lebih awal dan antre di rumah sakit atau puskesmas.

    “Pasien cukup buka aplikasi, pilih layanan, dan tahu kapan akan dilayani. Jadi lebih cepat dan tidak perlu antre lama,” jelasnya.

    BPJS Kesehatan Kutim juga sudah menyambungkan sistemnya dengan sistem rumah sakit. Ini membuat pelayanan di rumah sakit lebih cepat karena data pasien langsung terbaca.

    Herman mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sampai sakit baru mendaftar BPJS. Menurutnya, lebih baik sudah terdaftar sejak awal, agar saat butuh, semua proses bisa langsung dilakukan tanpa hambatan.

    “Kita tidak tahu kapan akan sakit dan berapa biaya yang harus dikeluarkan. Kalau sudah punya BPJS aktif dari awal, semuanya jadi lebih mudah,” ujarnya.

    Dengan berbagai kemudahan ini, BPJS Kesehatan berharap masyarakat Kutim bisa lebih cepat dan mudah mendapatkan layanan kesehatan, sejak bayi lahir sampai dewasa.

    (Sf/Rs)