Seputar Kaltim

    Baru Dilantik Jadi Kadisbudpar, Yudha Budisantosa Soroti Kebersihan dan Parkir Wisata Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:lodya A
    14 April 2026 pukul 18:58 WITA

    Kadisbudpar Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Langkah cepat ditunjukkan Yudha Budisantosa usai resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Berau. Di hari-hari awalnya, ia langsung memfokuskan perhatian pada pembenahan hal-hal mendasar di sektor pariwisata.

    Tanpa melalui agenda seremonial, ia memilih mengecek langsung kondisi destinasi wisata. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Tepian Sungai Segah pada akhir pekan lalu. 

    Dari hasil peninjauan tersebut, ia menemukan sejumlah persoalan yang selama ini dinilai masih menjadi pekerjaan rumah, terutama kebersihan fasilitas publik dan penataan area parkir.

    Yudha menyampaikan dirinya masih dalam tahap konsolidasi internal. Namun temuan awal di lapangan sudah cukup memberikan gambaran mengenai kondisi pariwisata Berau saat ini. 

    Sorotan utama yakni pada kebersihan, khususnya fasilitas toilet yang dinilai belum terawat dengan baik. Ia menilai kebersihan merupakan faktor penting yang menjadi kesan pertama bagi wisatawan. 

    "Saya lihat kebersihannya perlu dijaga. Toiletnya juga kotor dan sebagainya. Itu sudah saya ingatkan ke pokdarwis," ujar Yudha.

    Ia juga menyoroti kondisi parkir yang masih terlihat semrawut dan belum tertata dengan baik. Menurutnya, jika hal mendasar tersebut tidak diperhatikan, maka daya tarik destinasi bisa berkurang.

    "Kondisi parkir masih berantakan. Ini harus ditata supaya pengunjung merasa nyaman," katanya.

    Ia menegaskan kenyamanan pengunjung tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh keteraturan fasilitas pendukung seperti akses dan parkir.

    Sebagai langkah awal pembenahan, Disbudpar Berau mulai menjalin koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menata sistem parkir di kawasan wisata.

    Terkait anggaran pariwisata dalam APBD 2026 yang mengalami peningkatan, ia juga memilih untuk bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru mengambil langkah besar.

    "Saya tidak bisa berbicara lebih jauh sebelum memahami secara detail kondisi internal maupun kebutuhan di lapangan. Anggaran itu penting, tapi yang lebih penting adalah tahu dulu masalahnya di mana," ujarnya.

    Yudha mengatakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu untuk melakukan pemetaan secara menyeluruh, baik dari sisi internal organisasi maupun kondisi di lapangan.

    "Setelah itu saya berencana menggelar rapat koordinasi untuk merumuskan langkah strategis yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi Kabupaten Berau," tandasnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Baru Dilantik Jadi Kadisbudpar, Yudha Budisantosa Soroti Kebersihan dan Parkir Wisata Berau

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:lodya A
    14 April 2026 pukul 18:58 WITA

    Kadisbudpar Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Langkah cepat ditunjukkan Yudha Budisantosa usai resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Berau. Di hari-hari awalnya, ia langsung memfokuskan perhatian pada pembenahan hal-hal mendasar di sektor pariwisata.

    Tanpa melalui agenda seremonial, ia memilih mengecek langsung kondisi destinasi wisata. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Tepian Sungai Segah pada akhir pekan lalu. 

    Dari hasil peninjauan tersebut, ia menemukan sejumlah persoalan yang selama ini dinilai masih menjadi pekerjaan rumah, terutama kebersihan fasilitas publik dan penataan area parkir.

    Yudha menyampaikan dirinya masih dalam tahap konsolidasi internal. Namun temuan awal di lapangan sudah cukup memberikan gambaran mengenai kondisi pariwisata Berau saat ini. 

    Sorotan utama yakni pada kebersihan, khususnya fasilitas toilet yang dinilai belum terawat dengan baik. Ia menilai kebersihan merupakan faktor penting yang menjadi kesan pertama bagi wisatawan. 

    "Saya lihat kebersihannya perlu dijaga. Toiletnya juga kotor dan sebagainya. Itu sudah saya ingatkan ke pokdarwis," ujar Yudha.

    Ia juga menyoroti kondisi parkir yang masih terlihat semrawut dan belum tertata dengan baik. Menurutnya, jika hal mendasar tersebut tidak diperhatikan, maka daya tarik destinasi bisa berkurang.

    "Kondisi parkir masih berantakan. Ini harus ditata supaya pengunjung merasa nyaman," katanya.

    Ia menegaskan kenyamanan pengunjung tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi, tetapi juga oleh keteraturan fasilitas pendukung seperti akses dan parkir.

    Sebagai langkah awal pembenahan, Disbudpar Berau mulai menjalin koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menata sistem parkir di kawasan wisata.

    Terkait anggaran pariwisata dalam APBD 2026 yang mengalami peningkatan, ia juga memilih untuk bersikap hati-hati dan tidak terburu-buru mengambil langkah besar.

    "Saya tidak bisa berbicara lebih jauh sebelum memahami secara detail kondisi internal maupun kebutuhan di lapangan. Anggaran itu penting, tapi yang lebih penting adalah tahu dulu masalahnya di mana," ujarnya.

    Yudha mengatakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua minggu untuk melakukan pemetaan secara menyeluruh, baik dari sisi internal organisasi maupun kondisi di lapangan.

    "Setelah itu saya berencana menggelar rapat koordinasi untuk merumuskan langkah strategis yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi Kabupaten Berau," tandasnya. 

    (Sf/Lo)