Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala BPBD Kota Samarinda (sebelah kanan) Saat Mengawasi Pengerukan Tanggul di Perumahan Talang Sari, Selasa (16/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Perbaikan Bendungan Lavender di Kawasan Perumahan Talang Sari yang awalnya ditargetkan bakal selesai dalam sepuluh hari, namun di hari keempat dilaporkan telah mencapai 50 persen.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso menyebut, hal itu tak terlepas dari beberapa pihak yang juga turut membantu.
Ia membeber, sejumlah pekerja seperti pengerukan dilakukan juga dengan memperhatikan agar tidak berdampak ke permukiman warga.
“Menggunakan alat long arm, dari Balai Wilayah Sungai (BWS), kemudian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ada exavator, dan ada satu unit juga dari CV EGI, ditambah dump truck,” ungkap Suwarso, Selasa (16/1/2024).
Suwarso juga mengungkap, hingga hari keempat ini beberapa pihak masih turut serta terjun langsung ke lokasi untuk membantu. Namun demikian, kondisi tanah yang berlumpur cukup menghambat proses pengerjaan.
“Jadi bukan tanah padat, kalau tanah padat kan tinggal buang-buang saja. Sedangkan lumpur ini pakai bantalannya bergeser dulu baru bisa jalan,” jelasnya.
Mulanya, bendungan itu jebol pada Desember 2023 yang mengakibatkkan banjir lumpur setinggi pinggang orang dewasa di Jalan DI Pandjaitan. Kemudian, banjir lumpur itu juga berdampak pada empat rumah warga yang rusak akibat tertimpa longsor.
Setelah kejadian itu, dilakukan penelusuran hingga didapatkan dugaan terjadi kelalaian aktivitas tambang yang tak jauh dari tanggul. Pemerintah Kota Samarinda sudah mengambil sikap dengan menyambangi lokasi hingga ditemukan aliran air yang dialirkan ke Bendungan Lavender di Perumahan Talang Sari.
Hasil dari temuan itu akhirnya melahirkan pemberhentian sementara aktivitas tambang bagi perusahaan, sambil menunggu izin dan membuat aliran air yang baru.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala BPBD Kota Samarinda (sebelah kanan) Saat Mengawasi Pengerukan Tanggul di Perumahan Talang Sari, Selasa (16/1/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Perbaikan Bendungan Lavender di Kawasan Perumahan Talang Sari yang awalnya ditargetkan bakal selesai dalam sepuluh hari, namun di hari keempat dilaporkan telah mencapai 50 persen.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso menyebut, hal itu tak terlepas dari beberapa pihak yang juga turut membantu.
Ia membeber, sejumlah pekerja seperti pengerukan dilakukan juga dengan memperhatikan agar tidak berdampak ke permukiman warga.
“Menggunakan alat long arm, dari Balai Wilayah Sungai (BWS), kemudian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ada exavator, dan ada satu unit juga dari CV EGI, ditambah dump truck,” ungkap Suwarso, Selasa (16/1/2024).
Suwarso juga mengungkap, hingga hari keempat ini beberapa pihak masih turut serta terjun langsung ke lokasi untuk membantu. Namun demikian, kondisi tanah yang berlumpur cukup menghambat proses pengerjaan.
“Jadi bukan tanah padat, kalau tanah padat kan tinggal buang-buang saja. Sedangkan lumpur ini pakai bantalannya bergeser dulu baru bisa jalan,” jelasnya.
Mulanya, bendungan itu jebol pada Desember 2023 yang mengakibatkkan banjir lumpur setinggi pinggang orang dewasa di Jalan DI Pandjaitan. Kemudian, banjir lumpur itu juga berdampak pada empat rumah warga yang rusak akibat tertimpa longsor.
Setelah kejadian itu, dilakukan penelusuran hingga didapatkan dugaan terjadi kelalaian aktivitas tambang yang tak jauh dari tanggul. Pemerintah Kota Samarinda sudah mengambil sikap dengan menyambangi lokasi hingga ditemukan aliran air yang dialirkan ke Bendungan Lavender di Perumahan Talang Sari.
Hasil dari temuan itu akhirnya melahirkan pemberhentian sementara aktivitas tambang bagi perusahaan, sambil menunggu izin dan membuat aliran air yang baru.
(Sf/Rs)