Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Litbang Kota Balikpapan, Murni. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Proyek desalinasi air laut yang tengah dikembangkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Litbang Kota Balikpapan mengungkapkan tantangan besar dalam mewujudkan solusi penyediaan air baku.
Kepala Bappeda Litbang, Murni menyoroti bahwa meskipun upaya maksimal dilakukan, proses desalinasi masih menghadapi kendala administratif dan peraturan yang membutuhkan waktu panjang.
Menurutnya, proses desalinasi terdiri dari dua tahapan utama yang memerlukan koordinasi dengan PTMB dan perusahaan penyedia air, namun semuanya harus melalui izin yang berlapis, termasuk Peraturan Daerah (Perda) yang memakan waktu.
“Prosesnya bukan hanya teknis, tetapi juga administratif, karena perlu kerjasama dengan banyak pihak dan izin yang cukup rumit,” ucap Kepala Bappeda Litbang kepada media, Rabu (12/2/2025).
Ia menambahkan, bahwa administrasi yang belum sempurna menjadi kendala yang harus diperbaiki, berdasarkan pengalaman dari proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sebelumnya yang menemui masalah karena prosedur yang terlewati.
Di tengah tantangan tersebut, Bappeda Litbang terus berupaya menjaga pasokan air baku, meskipun proyek-proyek lain seperti kajian Sungai Mahakam masih dalam tahap awal, dengan hasil yang masih ditunggu dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kaltim dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur.
“Untuk memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi, Kota Balikpapan siap mempertimbangkan opsi pembelian air bersih atau air curah sementara waktu, jika diperlukan,” ujar Murni.
Lanjutnya, proyek KPBU Sepaku Semoi, yang direncanakan selesai pada 2027 atau paling lambat 2028 menjadi salah satu prioritas Bappeda Litbang, yang mengharapkan cadangan air dari waduk dapat dimanfaatkan dengan optimal dalam dua tahun mendatang.
Selain itu, pembangunan embung Aji Raden masih terkendala oleh proses pembebasan lahan, yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2025.
“Pemkot Balikpapan juga tengah memprioritaskan pemanfaatan sumur dalam untuk menjamin pasokan air bersih bagi masyarakat Balikpapan dalam jangka pendek,” akunya.
Dengan semua langkah ini, Bappeda Litbang berharap dapat memastikan stabilitas pasokan air untuk kebutuhan kota Balikpapan ke depan.
(Sf/Rs)