Seputar Kaltim

    Bapenda Samarinda Perlu 70 Orang Untuk Sensus Pajak Keliling

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    20 Februari 2024 pukul 10:45 WITA

    Kepala Bapenda Samarinda, Hermanus Barus. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda lakukan terobosan di tengah banyaknya pemotongan tarif pajak seperti retribusi uji kir yang dihapuskan. Hal itu dilakukan sebagai upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kemungkinan besar akan mengalami penurunan. 

    Kepala Bapenda, Hermanus Barus, mengatakan, pihaknya akan melakukan sensus dari rumah ke rumah untuk menggali potensi pajak masyarakat yang ada dengan maksimal.

    “Kita butuh 70 orang untuk sensus pajak itu,” kata Hermanus pada Seputar Fakta, Senin (19/2/2024).

    Hermanus bilang, saat ini pihaknya tengah membuka rekrutmen petugas, dimulai dari tanggal 19 Februari sampai 10 Maret 2024. Rekrutmen ini tidak hanya untuk masyarakat Samarinda saja, tapi bagi seluruh warga Indonesia. 

    “Kita open recruitment itu se- Indonesia,” tegasnya.

    Terdapat 6 bidang yang akan saling bersinergi menyukseskan pelaksanaan sensus pajak door to door ini. Ada bidang Survei Pemetaan (SP), Survei Atribut, Survei Pendahuluan dan Sosialisasi, Manajemen Data Spasial, Manajemen Data Atribut, serta bidang Administrasi dan Keuangan. 

    Dari 6 bidang itu, terdapat berbagai macam posisi yang bisa diisi oleh para pelamar dengan kualifikasi yang sudah ditetapkan untuk masing-masing posisi.

    Kualifikasi secara umum diantaranya, lulus dari perguruan tinggi dengan nilai minimal 2,75 untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan 3,00 untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS). 

    Berbadan sehat, baik jasmani dan rohani serta tidak dalam keadaan hamil. Tidak bertato, tidak bertindik bagi laki-laki, rambut rapi tidak diwarnai, mempunyai attitude yang baik serta komunikatif.

    “Jadi tidak ada akomodasi untuk yg dari luar. Kan kita standar rate nya itu cukup tinggi. Mereka intinya harus punya sarana dan prasarana yang memadai. Misalnya sepeda motor, punya sim, laptop karena kita tidak lagi menyediakan itu,” bebernya.

    Tentunya, dengan standar perekrutan yang tinggi itu, Hermanus bilang, pihaknya akan memberikan gaji yang menjanjikan. Kisaran angka Rp4,5 sampai Rp19 juta per bulan.

    “Kita akan melihat seluruh potensi perpajakan daerah yang ada di setiap tempat. Setiap tempat itu artinya mau tempat itu kosong atau berisi seperti rumah, akan kita lihat potensi pajak daerahnya. Itu yang akan kita lakukan,” jelasnya. 

    Menurutnya, hal itu dilakukan sekaligus sebagai langkah pemutakhiran data yang ada dengan kondisi asli di lapangan. Ia bilang, selepas perekrutan selesai, segera dilakukan pelatihan bagi pelamar yang lolos. Selambat-lambatnya April, sensus ini akan mulai berjalan. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Bapenda Samarinda Perlu 70 Orang Untuk Sensus Pajak Keliling

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    20 Februari 2024 pukul 10:45 WITA

    Kepala Bapenda Samarinda, Hermanus Barus. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Samarinda lakukan terobosan di tengah banyaknya pemotongan tarif pajak seperti retribusi uji kir yang dihapuskan. Hal itu dilakukan sebagai upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kemungkinan besar akan mengalami penurunan. 

    Kepala Bapenda, Hermanus Barus, mengatakan, pihaknya akan melakukan sensus dari rumah ke rumah untuk menggali potensi pajak masyarakat yang ada dengan maksimal.

    “Kita butuh 70 orang untuk sensus pajak itu,” kata Hermanus pada Seputar Fakta, Senin (19/2/2024).

    Hermanus bilang, saat ini pihaknya tengah membuka rekrutmen petugas, dimulai dari tanggal 19 Februari sampai 10 Maret 2024. Rekrutmen ini tidak hanya untuk masyarakat Samarinda saja, tapi bagi seluruh warga Indonesia. 

    “Kita open recruitment itu se- Indonesia,” tegasnya.

    Terdapat 6 bidang yang akan saling bersinergi menyukseskan pelaksanaan sensus pajak door to door ini. Ada bidang Survei Pemetaan (SP), Survei Atribut, Survei Pendahuluan dan Sosialisasi, Manajemen Data Spasial, Manajemen Data Atribut, serta bidang Administrasi dan Keuangan. 

    Dari 6 bidang itu, terdapat berbagai macam posisi yang bisa diisi oleh para pelamar dengan kualifikasi yang sudah ditetapkan untuk masing-masing posisi.

    Kualifikasi secara umum diantaranya, lulus dari perguruan tinggi dengan nilai minimal 2,75 untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan 3,00 untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS). 

    Berbadan sehat, baik jasmani dan rohani serta tidak dalam keadaan hamil. Tidak bertato, tidak bertindik bagi laki-laki, rambut rapi tidak diwarnai, mempunyai attitude yang baik serta komunikatif.

    “Jadi tidak ada akomodasi untuk yg dari luar. Kan kita standar rate nya itu cukup tinggi. Mereka intinya harus punya sarana dan prasarana yang memadai. Misalnya sepeda motor, punya sim, laptop karena kita tidak lagi menyediakan itu,” bebernya.

    Tentunya, dengan standar perekrutan yang tinggi itu, Hermanus bilang, pihaknya akan memberikan gaji yang menjanjikan. Kisaran angka Rp4,5 sampai Rp19 juta per bulan.

    “Kita akan melihat seluruh potensi perpajakan daerah yang ada di setiap tempat. Setiap tempat itu artinya mau tempat itu kosong atau berisi seperti rumah, akan kita lihat potensi pajak daerahnya. Itu yang akan kita lakukan,” jelasnya. 

    Menurutnya, hal itu dilakukan sekaligus sebagai langkah pemutakhiran data yang ada dengan kondisi asli di lapangan. Ia bilang, selepas perekrutan selesai, segera dilakukan pelatihan bagi pelamar yang lolos. Selambat-lambatnya April, sensus ini akan mulai berjalan. 

    (Sf/Rs)