Seputar Kaltim

    Banyak Truk Bisa Berubah Seperti Transformers di Balikpapan, Kadishub: Setelah masuk jalan kota jadi Odol

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    27 Maret 2024 pukul 13:25 WITA

    Kepala Dishub Balikpapan Adward Skenda Putra. ( Foto: Dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan Adward Skenda Putra, menyebut pihaknya kerap kecolongan dengan truk yang mengangkut muatan secara berlebihan alias Over Dimention Over Load (Odol). 

    Pasalnya, truk pengangkut itu saat baru turun dari kapal di Pelabuhan Semayang, semula tampak biasa saja, dengan muatan yang sesuai kapasitas. Namun, Edo sapaan Adward Skenda menyebut truk-truk itu bisa berubah layaknya tokoh Optimus Prime di film Transformers, dengan muatan yang berlebihan alias Odol. 

    Edo mengatakan, karena ketika turun dari kapal kondisi truk itu tidak Odol, maka mereka bebas ketika sudah dilakukan pemeriksaan.

    "Tetapi setelah masuk jalan kota kok jadi Odol,” ungkap Edward keheranan. 

    Padahal, saat ini Dishub kata Edward tengah menyoroti truk Odil jelang mudik lebaran Idulfitri 1445 Hijriah.

    Edward mengaku sebelumnya sudah memberi imbauan kepada pemilik transportasi terkait Odol.

    "Namun yang menjadi kendala itu bukan milik lokal, tetapi rata-rata dari luar daerah," katanya. 

    Dari pantauan di lapangan, truk itu terkadang melakukan perpindahan barang di pelabuhan peti kemas Pelabuhan Semayang. Oleh sebab itu, saat turun dari kapal truk itu lolos dari pemeriksaan.

    Disinggung terkait tindakan tegas yang akan dilakukan, ia mengaku Dishub tidak memiliki wewenang untuk melakukan penilangan, tetapi hanya sebatas memberikan imbauan serta uji KIR kendaraan.

    "Tetapi kami bekerja sama dengan Direktorat Lalulintas Polda Kaltim dan Satuan Lalulintas Polresta Balikpapan untuk melakukan penilangan," jelasnya.

    Dirinya menambahkan, di periode mudik lebaran ini pihaknya juga berfokus pada pengawasan di dalam kota, untuk pengaturan kendali arus perjalanan masuk dan keluar kendaraan.

    “Ada sejumlah kawasan yang rawan macet di Balikpapan, itu karena topografi jalan kita ini yang berbukit-bukit,” terangnya.

    Bila ditambah dengan adanya truk Odol maka polemik lalulintas bisa semakin parah. Maka, Edo berharap pengusaha transportasi itu menghentikan operasionalnya ketika mudik lebaran terkecuali truk sembako.

    “Ini supaya kota kita lebih Lenggang,” terangnya.

    Di sisi lain, pihaknya juga bekerja sama dengan Pelindo, Otorita Bandara, Angkasa Pura, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk menghadapi mudik lebaran tahun ini.

    "Ini akan dirapatkan dengan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, rencananya nanti ada H-10 akan di bangun posko," paparnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Banyak Truk Bisa Berubah Seperti Transformers di Balikpapan, Kadishub: Setelah masuk jalan kota jadi Odol

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    27 Maret 2024 pukul 13:25 WITA

    Kepala Dishub Balikpapan Adward Skenda Putra. ( Foto: Dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan Adward Skenda Putra, menyebut pihaknya kerap kecolongan dengan truk yang mengangkut muatan secara berlebihan alias Over Dimention Over Load (Odol). 

    Pasalnya, truk pengangkut itu saat baru turun dari kapal di Pelabuhan Semayang, semula tampak biasa saja, dengan muatan yang sesuai kapasitas. Namun, Edo sapaan Adward Skenda menyebut truk-truk itu bisa berubah layaknya tokoh Optimus Prime di film Transformers, dengan muatan yang berlebihan alias Odol. 

    Edo mengatakan, karena ketika turun dari kapal kondisi truk itu tidak Odol, maka mereka bebas ketika sudah dilakukan pemeriksaan.

    "Tetapi setelah masuk jalan kota kok jadi Odol,” ungkap Edward keheranan. 

    Padahal, saat ini Dishub kata Edward tengah menyoroti truk Odil jelang mudik lebaran Idulfitri 1445 Hijriah.

    Edward mengaku sebelumnya sudah memberi imbauan kepada pemilik transportasi terkait Odol.

    "Namun yang menjadi kendala itu bukan milik lokal, tetapi rata-rata dari luar daerah," katanya. 

    Dari pantauan di lapangan, truk itu terkadang melakukan perpindahan barang di pelabuhan peti kemas Pelabuhan Semayang. Oleh sebab itu, saat turun dari kapal truk itu lolos dari pemeriksaan.

    Disinggung terkait tindakan tegas yang akan dilakukan, ia mengaku Dishub tidak memiliki wewenang untuk melakukan penilangan, tetapi hanya sebatas memberikan imbauan serta uji KIR kendaraan.

    "Tetapi kami bekerja sama dengan Direktorat Lalulintas Polda Kaltim dan Satuan Lalulintas Polresta Balikpapan untuk melakukan penilangan," jelasnya.

    Dirinya menambahkan, di periode mudik lebaran ini pihaknya juga berfokus pada pengawasan di dalam kota, untuk pengaturan kendali arus perjalanan masuk dan keluar kendaraan.

    “Ada sejumlah kawasan yang rawan macet di Balikpapan, itu karena topografi jalan kita ini yang berbukit-bukit,” terangnya.

    Bila ditambah dengan adanya truk Odol maka polemik lalulintas bisa semakin parah. Maka, Edo berharap pengusaha transportasi itu menghentikan operasionalnya ketika mudik lebaran terkecuali truk sembako.

    “Ini supaya kota kita lebih Lenggang,” terangnya.

    Di sisi lain, pihaknya juga bekerja sama dengan Pelindo, Otorita Bandara, Angkasa Pura, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk menghadapi mudik lebaran tahun ini.

    "Ini akan dirapatkan dengan Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, rencananya nanti ada H-10 akan di bangun posko," paparnya.

    (Sf/Rs)