Seputar Kaltim

    Banyak Kendaraan Parkir Sembarangan di Pasar Segiri, Dishub Samarinda Pasang Barrier

    Penulis:Tria|Redaktur:Marully Z
    02 Oktober 2024 pukul 18:35 WITA

    Pemasangan barier di Jalan Dr Soetomo di kawasan Pasar Segiri, Rabu (2/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda kembali melakukan pemasangan barrier sebagai salah satu upaya melancarkan arus lalu lintas di Pasar Segiri dari kawasan Jalan Dr Soetomo pada Rabu (2/9/2024). 

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu menyampaikan, pemasangan barrier itu dilakukan karena melihat kondisi di kawasan tersebut banyak yang melanggar aturan parkir. Banyak masyarakat yang parkir di pinggir jalan dekat dengan pintu masuk Pasar Segiri. 

    Padahal sebelumnya sudah dipasangi rambu dilarang parkir dan beberapa sudah terpasang barrier. Hanya saja masih ada saja masyarakat yang tetap parkir pada yang bukan tempatnya. “Kemarin sudah sempat ada pemasangan entah hilang atau bagaimana, sekalian kita akan pasang barrier juga,” kata Manalu saat dikonfirmasi. 

    Belum lagi jika melihat di kawasan Jalan Dr Soetomo yang tak jauh dari tugu Linmas, banyak sekali kendaraan roda empat yang menumpuk di sana. Hal itu tentu saja semakin membuat jalanan macet. 

    Manalu juga merekomendasikan agar pintu masuk pasar yang berada di tengah ditutup, karena dinilai menjadi salah satu faktor kendaraan menumpuk dan menimbulkan kemacetan. 

    Belum lagi keadaan putaran balik (u-turn) yang ada di sana juga menjadi salah satu hambatan, sebab seringkali masyarakat ada yang memaksa melawan arus untuk masuk ke Jalan Perniagaan untuk memangkas waktu perjalanan. 

    “Kami mengusulkan juga pintu masuk yang disamping itu ditutup, karna itu sebagai akses orang juga masuk ke pasar, tinggal nanti bagaimana sirkulasi udara diatur kembali, kalau itu ditutup dan pintu masuk bermuara di dekat pos itu akan lebih aman, pintu masuk yang di tengah-tengah pasar,” jelasnya. 

    Sementara itu di lokasi pemasangan barrier, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Didi Zulyani, pemasangan barrier itu terfokus pada kawasan Jalan Dr Soetomo sebelum pintu masuk Pasar Segiri. Di kawasan yang dipasangi barrier itu sebelumnya menjadi titik parkir liar mobil-mobil besar. 

    “Sebenarnya daerah Jalan Dr Soetomo dan Pahlawan ini harusnya dijaga jangan sampai ada yang parkir di tepi jalan, karena ini salah satu area tertib lalu lintas, jadi karna itu makanya kita melarang untuk kendaraan di tepi jalan,” jelas Didi usai pemasangan barrier. 

    Ia mengatakan kendaraan yang parkir di sana masih berkaitan dengan aktivitas di pasar. Hanya saja posisi parkir yang salah bahkan sampai ada beberapa kendaraan yang menginap. Sebeleum barrier dipasang pihaknya juga menindak beberapa kendaraan yang ada dengan menggembosinya. “Mayoritas truk yang parkir, sebenrnya di atas itu masih bisa tapi mungkin karna mereka sudah parkir sejak pagi, bahkan ada yang menginap makanya kita tertibkan,” pungkasnya.

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Banyak Kendaraan Parkir Sembarangan di Pasar Segiri, Dishub Samarinda Pasang Barrier

    Penulis:Tria|Redaktur:Marully Z
    02 Oktober 2024 pukul 18:35 WITA

    Pemasangan barier di Jalan Dr Soetomo di kawasan Pasar Segiri, Rabu (2/10/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda kembali melakukan pemasangan barrier sebagai salah satu upaya melancarkan arus lalu lintas di Pasar Segiri dari kawasan Jalan Dr Soetomo pada Rabu (2/9/2024). 

    Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu menyampaikan, pemasangan barrier itu dilakukan karena melihat kondisi di kawasan tersebut banyak yang melanggar aturan parkir. Banyak masyarakat yang parkir di pinggir jalan dekat dengan pintu masuk Pasar Segiri. 

    Padahal sebelumnya sudah dipasangi rambu dilarang parkir dan beberapa sudah terpasang barrier. Hanya saja masih ada saja masyarakat yang tetap parkir pada yang bukan tempatnya. “Kemarin sudah sempat ada pemasangan entah hilang atau bagaimana, sekalian kita akan pasang barrier juga,” kata Manalu saat dikonfirmasi. 

    Belum lagi jika melihat di kawasan Jalan Dr Soetomo yang tak jauh dari tugu Linmas, banyak sekali kendaraan roda empat yang menumpuk di sana. Hal itu tentu saja semakin membuat jalanan macet. 

    Manalu juga merekomendasikan agar pintu masuk pasar yang berada di tengah ditutup, karena dinilai menjadi salah satu faktor kendaraan menumpuk dan menimbulkan kemacetan. 

    Belum lagi keadaan putaran balik (u-turn) yang ada di sana juga menjadi salah satu hambatan, sebab seringkali masyarakat ada yang memaksa melawan arus untuk masuk ke Jalan Perniagaan untuk memangkas waktu perjalanan. 

    “Kami mengusulkan juga pintu masuk yang disamping itu ditutup, karna itu sebagai akses orang juga masuk ke pasar, tinggal nanti bagaimana sirkulasi udara diatur kembali, kalau itu ditutup dan pintu masuk bermuara di dekat pos itu akan lebih aman, pintu masuk yang di tengah-tengah pasar,” jelasnya. 

    Sementara itu di lokasi pemasangan barrier, Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Didi Zulyani, pemasangan barrier itu terfokus pada kawasan Jalan Dr Soetomo sebelum pintu masuk Pasar Segiri. Di kawasan yang dipasangi barrier itu sebelumnya menjadi titik parkir liar mobil-mobil besar. 

    “Sebenarnya daerah Jalan Dr Soetomo dan Pahlawan ini harusnya dijaga jangan sampai ada yang parkir di tepi jalan, karena ini salah satu area tertib lalu lintas, jadi karna itu makanya kita melarang untuk kendaraan di tepi jalan,” jelas Didi usai pemasangan barrier. 

    Ia mengatakan kendaraan yang parkir di sana masih berkaitan dengan aktivitas di pasar. Hanya saja posisi parkir yang salah bahkan sampai ada beberapa kendaraan yang menginap. Sebeleum barrier dipasang pihaknya juga menindak beberapa kendaraan yang ada dengan menggembosinya. “Mayoritas truk yang parkir, sebenrnya di atas itu masih bisa tapi mungkin karna mereka sudah parkir sejak pagi, bahkan ada yang menginap makanya kita tertibkan,” pungkasnya.

    (Sf/Mr)