Cari disini...
Seputar Kaltim
Pertemuan Akmal Malik bersama perusahaan asal Tiongkok. (Foto: Biro Adpim Kaltim)
Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik mencari investor dari Tiongkok yang dapat mengelola sumber daya alam di sektor perikanan dan kelautan.
Dalam keterangan tertulis, Akmal Malik masih melanjutkan kunjungan kerjanya ke Negeri Tirai Bambu itu dalam rangka menindaklanjuti kerja sama yang telah di bangun Kaltim dengan Provinsi Anhui.
Di sela padatnya kegiatan, Akmal bertemu dengan Direktur perusahaan setempat yakni, Chem Bright Bioengineering Co., Zhao Hou Fa. Perusahaan ini bergerak di bidang ekstraksi alamiah dari unsur-unsur aktif hewan dan tumbuhan dengan hasil produksinya dapat diterapkan pada peternakan, perikanan dan kosmetik serta obat-obatan.
Dalam pertemuan itu, Akmal mempromosikan kehadiran IKN, yang mana Kaltim menjadi posisi strategis untuk berinvestasi sumber daya alam. Selain menyiapkan infrastruktur, Akmal menilai bahwa IKN ke depan juga akan membutuhkan ketahanan pangan yang baik.
Pertama, Akmal menjelaskan pola kerja sama yang ditawarkan adalah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). "Pemerintah daerah akan mendukung, memfasilitasi dan mengawal investasi yang dilakukan oleh perusahaan Anhui dengan mitra daerah termasuk penyediaan lahan dan sumber daya manusianya," ungkap Akmal.
Selanjutnya, ia menuturkan potensi sumber daya alam yang dapat diambil oleh perusahaan itu, salah satunya yakni sektor perikanan dan kelautan. Menurut Akmal, laut di Kaltim terdapat komoditi udang dan rumput laut yang sangat berlimpah dan potensial untuk dijadikan ladang kerja sama.
Sementara itu, ikut mendampingi Akmal, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setprov Kaltim, Ujang Rahmad membeberkan sejumlah hasil produksi yang pernah dilakukan, yakni rumput laut jenis Cotoni sebesar 600 ton per bulan dan untuk jenis Grasilaria dapat menghasilkan 4.400 ton per bulan.
“Budi daya kedua komoditi tersebut dapat diinsentifkan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya serta perlunya pengembangan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah” ujar Ujang.
Tak hanya itu, Ujang menyebutkan komoditi udang windu lebih potensial dengan total produksi pada 2023 sebesar 125.000 ton yang sudah di ekspor ke mancanegara seperti Jepang dan Tiongkok. “Apalagi ada budi daya udang tiger di Delta Mahakam tidak pernah diberi makan pakan udang buatan, sehingga udang ini sangat digemari karena benar-benar organik," tambahnya.
Menurut Ujang, apabil dengan investor masuk maka perbaikan lingkungan dengan merehabilitasi tambak-tambak dengan luas kurang lebih 165.000 hektare dapat mendukung produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Ujang menuturkan untuk rencana investasi awal perusahaan ini menargetkan sebesar 200 juta Yuan atau sekitar Rp450 miliar.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pertemuan Akmal Malik bersama perusahaan asal Tiongkok. (Foto: Biro Adpim Kaltim)
Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik mencari investor dari Tiongkok yang dapat mengelola sumber daya alam di sektor perikanan dan kelautan.
Dalam keterangan tertulis, Akmal Malik masih melanjutkan kunjungan kerjanya ke Negeri Tirai Bambu itu dalam rangka menindaklanjuti kerja sama yang telah di bangun Kaltim dengan Provinsi Anhui.
Di sela padatnya kegiatan, Akmal bertemu dengan Direktur perusahaan setempat yakni, Chem Bright Bioengineering Co., Zhao Hou Fa. Perusahaan ini bergerak di bidang ekstraksi alamiah dari unsur-unsur aktif hewan dan tumbuhan dengan hasil produksinya dapat diterapkan pada peternakan, perikanan dan kosmetik serta obat-obatan.
Dalam pertemuan itu, Akmal mempromosikan kehadiran IKN, yang mana Kaltim menjadi posisi strategis untuk berinvestasi sumber daya alam. Selain menyiapkan infrastruktur, Akmal menilai bahwa IKN ke depan juga akan membutuhkan ketahanan pangan yang baik.
Pertama, Akmal menjelaskan pola kerja sama yang ditawarkan adalah melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). "Pemerintah daerah akan mendukung, memfasilitasi dan mengawal investasi yang dilakukan oleh perusahaan Anhui dengan mitra daerah termasuk penyediaan lahan dan sumber daya manusianya," ungkap Akmal.
Selanjutnya, ia menuturkan potensi sumber daya alam yang dapat diambil oleh perusahaan itu, salah satunya yakni sektor perikanan dan kelautan. Menurut Akmal, laut di Kaltim terdapat komoditi udang dan rumput laut yang sangat berlimpah dan potensial untuk dijadikan ladang kerja sama.
Sementara itu, ikut mendampingi Akmal, Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setprov Kaltim, Ujang Rahmad membeberkan sejumlah hasil produksi yang pernah dilakukan, yakni rumput laut jenis Cotoni sebesar 600 ton per bulan dan untuk jenis Grasilaria dapat menghasilkan 4.400 ton per bulan.
“Budi daya kedua komoditi tersebut dapat diinsentifkan guna meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya serta perlunya pengembangan industri hilir untuk meningkatkan nilai tambah” ujar Ujang.
Tak hanya itu, Ujang menyebutkan komoditi udang windu lebih potensial dengan total produksi pada 2023 sebesar 125.000 ton yang sudah di ekspor ke mancanegara seperti Jepang dan Tiongkok. “Apalagi ada budi daya udang tiger di Delta Mahakam tidak pernah diberi makan pakan udang buatan, sehingga udang ini sangat digemari karena benar-benar organik," tambahnya.
Menurut Ujang, apabil dengan investor masuk maka perbaikan lingkungan dengan merehabilitasi tambak-tambak dengan luas kurang lebih 165.000 hektare dapat mendukung produksi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Ujang menuturkan untuk rencana investasi awal perusahaan ini menargetkan sebesar 200 juta Yuan atau sekitar Rp450 miliar.
(Sf/Rs)